RSS

Seandainya Aku Petani, Bukan Jurnalis?


 
26 Comments

Posted by on February 9, 2012 in JERITAN HATI

 

Tags: , , ,

Pindah Rumah


Salam, Alhamdulillah, blog ini akhirnya pindah rumah juga. Berhubung, karena, saya belum mengerti melakukan redirect blog ini kerumah baru, maka saya hanya bisa melakukan secara manual seperti ini.
Jangan segan-segan untuk singgah kerumah baru saya ya…. semoga berkenan dan saya tetap membutuhkan masukan dan dukungannya….
 
Beberapa daftar tulisan :
 

Kita Semua Bisa Menjadi Pahlawan

“Kontes Putri Aceh” dan Dunia “Sok” Suci

Kami Ingin Tetap Tersenyum

Warna Warni (Berbagi Keberkahan)

Kemana Mereka Mengadu!

Hapuslah Air Mata Mereka

Rumahku Rumahmu

Aku Ingin Pulang

Mereka Adalah Manusia Pilihan

Tanyakan Pada Hati

Gagal PNS, Bunuh Diri!

Keresahan Saat Menulis (Jangan Buang Tulisan Anda)

Mari Berbagi

Kemana Mereka Mengadu!

Jangan Panggil Aku Lonte

Jamie Morgan dan Aceh

Lautan Jenazah Yang Terlupakan

Kuala Langsa, Wisata Bakau tak Terjamah

“Kebersamaan dan Keberagaman”

Politik Desas-Desus di Aceh

 

 

 
10 Comments

Posted by on August 4, 2011 in berita

 

“Kontes Putri Aceh” dan Dunia “Sok” Suci


Saat ini, sebanyak 20 dara Aceh yang terpilih menjadi finalis Pemilihan Putri Indonesia (PPI), mulai dikarantina di Hotel Lido Graha, Kota Lhokseumawe, Aceh. Seluruh Finalis akan menjalani tes membaca quran (mengaji).

Akan tetapi, bukan pengakuaan atawa penghargaan yang mereka peroleh, justru hinaan dan cacian yang diberi masyarakat, bukan hanya kepada para finalis (secara tidak langsung), juga pada acara puti-putrian itu.

Lelah dan bingung, mungkin ini satu perasaan saya saat membaca ribuan komentar yang tidak sedikit memaki dan melecehkan tentang acara Kontes Putri Aceh yang diselenggarakan oleh salah satu lembaga di Aceh.

Lebih dari separuh komentar,baik di dunia maya maupun dunia nyata, menyalahkan dan menganggap kegiatan tersebut sebuah ajang penghinaan dan pengrusakan moral. Merusak keberlangsungan penerapan syariat Islam di Aceh. Huh!! Padahal, “kondisi Syariat Islam di Aceh sudah babak belur!”

Menurut saya, secara pribadi, kontes-kontes putri tidaklah salah dan memang tidak perlu disalahkan. Karena, yang harus kita pahami adalah, apa tujuan dari kontes-kontesan tersebut? Baca selanjutnya Klik disini

 
91 Comments

Posted by on July 20, 2011 in Motivasi, opini

 

Tags: , , , , , , , , ,

Kami Ingin Tetap Tersenyum


Siapakah yang mampu memberi senyum diantara kita…

siapakah yang mampu mengajak mereka meraih mimpi…

siapakah yang mampu memberi harapan bagi mereka…

Siapakah yang siap berdampingan berjalan bersama…

Kitakah, sayakah, kamukah, diakah, ….. kapan dan kapan….

 
6 Comments

Posted by on July 16, 2011 in Essay photo

 

Martha Say’s


 ...kekalutannya pada awal pagi kemarin telah pula menyadarkan akan makna semua mimpi-mimpiku selama ini,

” saat kutanyakan padanya benar semua itu?
” SubhanaAllah Ameera , namun ia hanya terdiam dan tak bergegas untuk
menjawab semua tanyaku..tapi aku telah puas dapat tau gejolak dalam hatinya ‘bahwa dia mencintaiku dalam hatinya ….

Martha say’s :Amiin …

dia mengeluhkan ingin bertemu denganku tapi ia tak mau menagih rinduku..

hmmmm aku mencintainya ..
Martha Say’s
dia masih malu, karena dia seorang pemalu yang sifatnya harus dipancing terlebih dahulu…dia mengatakan betapa malu ingin mendaki ku, dan kujawab aku aku tak terlalu tinggi setinggi pohon kelapa, jadi tak susahlah untuk didaki,

Martha Say’s
hatinya dipenuhi warna warni bunga, dan dia ingin menyerahkan semuanya untukmu,tp dia belum tahu,bunga apa dan warna apa yang dirimu suka… seandainya dia tahu,pasti dia akan cari jalan…,karena itu, bukalah jalan itu, dan berilah tanda warna dan bunga yang dirimu suka kepadanya…

yaa Martha ….
dia menyukai bunga mawar berwarna warna biru ..
begitu juga aku..
namun sayang sekali sangat susah untuk mencari musim mawar berwarna biru ..
^_^ sehingga sua pun harus penuh sabar dii ujung waktu…” Aku dan dia “ 

Martha Say’s
Yah, bersabar adalah jawabannya. agar kalian bisa melepas semua kerinduan yang indah itu menjadi sempurna saat berjumpa kelak, disebuah taman yang dipenuhi bunga berwarna biru, dibawah langit cerah dan birunya air laut……

 betapa haru yaa perjumpaan itu… 
 aku pun sangat merindu …

sebuah episode dari Kemino Ayane

 

 

 

 

 

 
Leave a comment

Posted by on July 16, 2011 in JERITAN HATI

 

Pemenang Lomba Menulis VBA 2011


Visit Banda Aceh Year 2011. Bukan hanya sebagai ajang promosi wisata dan berbagai keunggulan yang ada, melainkan juga, sebuah kegiatan yang melibatkan banyak pihak untuk dapat berpartisipasi, berkreatifitas dalam berbagai kegiatan. Bukan hanya untuk masyarakat Banda Aceh, melainkan juga untuk seluruh masyarakat Aceh dan Indonesia secara umumnya.

Semua ini dilakukan bukan hanya sekedar menampilkan Banda Aceh,Aceh dan Indonesia di pentas dunia, akan tetapi, juga menunjukkan pada dunia, bahwa kita ada, dan kita juga memiliki sumber daya yang berlimpah.

Lomba menulis dan blog Visit Aceh Banda Aceh 2011, salah satunya. Kegiatan ini bukan hanya untuk mendukung kegiatan Program Visit Banda Aceh, akan tetapi melihat bagaimana masyarakat dapat terlibat aktif ikut mempromosikannya, tentu dalam bentuk tulisan dan blog.

Lomba menulis Visit Banda Aceh Year 2011, panitia telah menerima sedikitnya 41 karya dari berbagai daerah di Indonesia. Seperti Riau, Medan, Padang, Jakarta, Bogor, Bandung, bahkan peserta juga datang dari Kalimantan,Sulawesi dan dari luar negeri, Cairo.

Menariknya, seluruh tulisan peserta memang memenuhi kriteria yang ditetapkan panitia,khususnya dalam hal tema. Mulai dari kuliner, wisata, budaya, agama hingga sejarah. Dari 41 karya itu, setelah melalui seleksi awal, akhirnya panitia memilih 13 tulisan yang layak untuk masuk dalam penilaian akhir.

Namun, permasalahan utama para peserta adalah, sebagian besar tulisan yang dikirim bukan dalam bentuk feature ataupun reportase. Banyak peserta mengirim tulisan dalam bentuk artikel bebas, essai, opini, dan karya ilmiah populer. Padahal, panitia harus mengakui secara jujur, seluruh tulisan peserta bagus-bagus dan ditulis dengan semenarik mungkin dengan melengkapi beberapa foto didalamnya.

Lalu,dari 13 tulisan yang masuk tahap penjurian akhir, lagi-lagi panitia dibingungkan untuk menentukan tulisan terbaik 1 hingga terbaik 5. Maklum, score nilai yang dimiliki memang sangat tipis.

Contohnya untuk tulisan Liza Fathiariani (Peunayong, Gampong Cina di Tanoh Rencong) dan Tulisan Vika Octavia (Mengapa Aceh).kedua tulisan berbentuk feature ini sama-sama memiliki kekuatan dari sisi penulisan. Bahkan, tulisan Liza sendiri, dikirim ke panitia pada saat acara Gampong Cina Visit Banda Aceh Year belum dilaksanakan. Liza seolah mampu membaca peluang ini. Bahkan dalam tulisan ini, Liza juga memberi masukan dan kritikan kepada pemerintah bagaimana kondisi dan seharusnya melihat potensi dari warga Cina yang ada di kota Banda Aceh.

“Sedangkan Vika, selain memiliki alur cerita yang menarik, tulisan Mengapa Aceh juga mampu mengungkapkan sisi lain tradisi minum kopi di Aceh. Sangat menarik,” Ungkap Murizal Hamzah, salah satu juri lomba menulis.

Begitu halnya Drink, Pray, Love in Aceh. Tulisan ini juga memberi nuansa baru yang jarang ditulis. Selain penyajian tulisan yang menarik, hal-hal baru dalam tulisan ini menjadi poin penting. Karena, sebagaimana pendapat Murizal Hamzah, hal-hal baru yang dipaparkan penulis benar-benar menarik. Drink, Pray, Love in Aceh di tulis dalam penjelasan yang begitu sederhana namun mampu membuka cakrawala sesungguhnya tentang keunikan Aceh, mulai dari budaya, agama hingga kehidupan masyarakat.

Menurut Murizal Hamzah -yang pernah menjadi Juri pada ajang Muchtar Lubis Award (Nasional) dan editor beberapa buku di Indonesia- ketiga tulisan diatas dan dua tulisan harapan, mampu menyajikan hal yang berbeda, bahkan kelima tulisan yang menjadi pemenang, tampil tanpa mencoba menggurui pembaca. Tulisan ini menjadi masukan yang berarti, bukan hanya bagi pemerintah, akan tetapi juga bagi masyarakat dalam mempromosikan Banda Aceh ke pentas nasional dan internasional.

Akhirnya, setelah melakukan penilaian, panitia sepakat dan memutuskan, dari ke 13 tulisan yang masuk penjurian akhir, maka, pemenangnya adalah :

  1. Drink, Pray, Love in Aceh oleh Hertily Surviva
  2. Peunayong, Gampong Cina di Tanoh Rencong oleh Liza Fathiariani
  3. Mengapa Aceh oleh Vika Octavia
  4. Banda Aceh di Pentas Dunia Oleh Rizki Adhar
  5. Hujan Dalam Segelas Kopi oleh Ahmad Zikra

Selamat kepada para pemenang. Dan bagi teman-teman lainnya, terimakasih banyak atas partisipasinya dalam menyukseskan program Visit Banda Aceh Year 2011, dan masih banyak program lain dari Visit Banda Aceh yang dapat diikuti. Tetap semangat!

Sampai jumpa pada pengumuman Lomba Blog Visit Banda Aceh 2011.

TTD.

Panitia.

NB : Para Pemenang diharapkan mengirim biodata ke blogvisitaceh@yahoo.com dan pengambilan hadiah akan segara disampaikan via email.

 
15 Comments

Posted by on July 2, 2011 in berita

 

Tags: , , , ,

Kemana Mereka Mengadu!


Ramli (38) menyeka keringatnya. Teriknya matahri tidak mengundurkan hasratnya untuk terus memanggil calon penumpang untuk menanaiki labi-labi yang dikemudikannya.

Siang itu, Selasa (12/05/09), antara sabar dan putus asa, Ramli terus memanggil remaja-remaja berbaju putih biru yang sedang menunggu labi-labi di terminal Kedah Banda Aceh.

Sejak beberapa tahun ini, omset pendapatan para supir labi-lavbi dan pemilik labi-labi memang dalam kondidi yang memprihatinkan. “bayangkan, bila tahun 2005 kami masih bisa mendapat pendapatan bersih 70 ribu rupiah perhari, kini jangankan 50 ribu, untuk menutup minyak dan uang harian ke pemilik saja terkadang tidak mencukupi, ujar supir labi-labi jurusan Ulee Kareng-pasar Aceh ini.

Selain dikejar permasalahan kebutuhan ekonomi yang semakin hari kian melambung, kehadiran sepeda motor dengan sistem kredit murah secara tidak langsung telah menggerogoti pendapatan Ramli sebagai supir labi-labi.

Ramli tidak menyalahkan perusahaan sepeda motor, karena tekhnologi dan kebutuhan manusia memang semakin berubah sesuai zamannya.

Bahkan, tidak sedikit para pemilik labi-labi yang beralih profesi dengan menjual labi-labi yang selama ini tempat menggantung hidup. Supir dan kernet juga mendapat imbasnya.

Sebut saja Ali. Pria berkulit hitam asal Lhoknga yang pernah menjadi kernet supir labi-labi ini kini menjadi sebagai tukang cuci piring di salah satu rumah makan di bilangan Simpang Surabaya.

saya tidak ada lagi pekerjaan sejak pendapatan labi-labi menurun drastis. Sebagian besar supir atau pemilik labi-labi tidak lagi membutuhkan kernet demi menghemat pengeluaran,” ujar Ali.

Selain Ali, ada Maimun. Laki-laki paruh baya yang pernah menjadi supir labi-labi jurusan Lambaro Angan – Pasar Aceh ini juga banting setir menjadi penarik becak. Menurut Maimun, menarik becak sama keringnya dengan menjadi supir labi-labi. Akan tetapi, tambah Maimum, hasil menarik becak masih bisa ditabung sedikit.

Fenomena ini, memang terlalu remeh untuk menjadi perhatian pemerintah. Padahal, Aceh, sebagaimana diketahui memiliki anggran yang luar biasa “wah”. Namun sayang, dana triliunan rupiah itu lebih banyak yang menguap ntah kemana.

Inilah saalah satu fenomena kemiskinan terselubung yang jarang mendapat perhatian. Khususnya oleh Pemerintah kita sendiri, Aceh!

Lalu bagaimana dengan supir angkot di daerah lainnya? nyaris tidak jauh berbeda!!!

sumber foto

 
2 Comments

Posted by on July 1, 2011 in feature

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.