Visit Banda Aceh Year 2011. Bukan hanya sebagai ajang promosi wisata dan berbagai keunggulan yang ada, melainkan juga, sebuah kegiatan yang melibatkan banyak pihak untuk dapat berpartisipasi, berkreatifitas dalam berbagai kegiatan. Bukan hanya untuk masyarakat Banda Aceh, melainkan juga untuk seluruh masyarakat Aceh dan Indonesia secara umumnya.
Semua ini dilakukan bukan hanya sekedar menampilkan Banda Aceh,Aceh dan Indonesia di pentas dunia, akan tetapi, juga menunjukkan pada dunia, bahwa kita ada, dan kita juga memiliki sumber daya yang berlimpah.
Lomba menulis dan blog Visit Aceh Banda Aceh 2011, salah satunya. Kegiatan ini bukan hanya untuk mendukung kegiatan Program Visit Banda Aceh, akan tetapi melihat bagaimana masyarakat dapat terlibat aktif ikut mempromosikannya, tentu dalam bentuk tulisan dan blog.
Lomba menulis Visit Banda Aceh Year 2011, panitia telah menerima sedikitnya 41 karya dari berbagai daerah di Indonesia. Seperti Riau, Medan, Padang, Jakarta, Bogor, Bandung, bahkan peserta juga datang dari Kalimantan,Sulawesi dan dari luar negeri, Cairo.
Menariknya, seluruh tulisan peserta memang memenuhi kriteria yang ditetapkan panitia,khususnya dalam hal tema. Mulai dari kuliner, wisata, budaya, agama hingga sejarah. Dari 41 karya itu, setelah melalui seleksi awal, akhirnya panitia memilih 13 tulisan yang layak untuk masuk dalam penilaian akhir.
Namun, permasalahan utama para peserta adalah, sebagian besar tulisan yang dikirim bukan dalam bentuk feature ataupun reportase. Banyak peserta mengirim tulisan dalam bentuk artikel bebas, essai, opini, dan karya ilmiah populer. Padahal, panitia harus mengakui secara jujur, seluruh tulisan peserta bagus-bagus dan ditulis dengan semenarik mungkin dengan melengkapi beberapa foto didalamnya.
Lalu,dari 13 tulisan yang masuk tahap penjurian akhir, lagi-lagi panitia dibingungkan untuk menentukan tulisan terbaik 1 hingga terbaik 5. Maklum, score nilai yang dimiliki memang sangat tipis.
Contohnya untuk tulisan Liza Fathiariani (Peunayong, Gampong Cina di Tanoh Rencong) dan Tulisan Vika Octavia (Mengapa Aceh).kedua tulisan berbentuk feature ini sama-sama memiliki kekuatan dari sisi penulisan. Bahkan, tulisan Liza sendiri, dikirim ke panitia pada saat acara Gampong Cina Visit Banda Aceh Year belum dilaksanakan. Liza seolah mampu membaca peluang ini. Bahkan dalam tulisan ini, Liza juga memberi masukan dan kritikan kepada pemerintah bagaimana kondisi dan seharusnya melihat potensi dari warga Cina yang ada di kota Banda Aceh.
“Sedangkan Vika, selain memiliki alur cerita yang menarik, tulisan Mengapa Aceh juga mampu mengungkapkan sisi lain tradisi minum kopi di Aceh. Sangat menarik,” Ungkap Murizal Hamzah, salah satu juri lomba menulis.
Begitu halnya Drink, Pray, Love in Aceh. Tulisan ini juga memberi nuansa baru yang jarang ditulis. Selain penyajian tulisan yang menarik, hal-hal baru dalam tulisan ini menjadi poin penting. Karena, sebagaimana pendapat Murizal Hamzah, hal-hal baru yang dipaparkan penulis benar-benar menarik. Drink, Pray, Love in Aceh di tulis dalam penjelasan yang begitu sederhana namun mampu membuka cakrawala sesungguhnya tentang keunikan Aceh, mulai dari budaya, agama hingga kehidupan masyarakat.
Menurut Murizal Hamzah -yang pernah menjadi Juri pada ajang Muchtar Lubis Award (Nasional) dan editor beberapa buku di Indonesia- ketiga tulisan diatas dan dua tulisan harapan, mampu menyajikan hal yang berbeda, bahkan kelima tulisan yang menjadi pemenang, tampil tanpa mencoba menggurui pembaca. Tulisan ini menjadi masukan yang berarti, bukan hanya bagi pemerintah, akan tetapi juga bagi masyarakat dalam mempromosikan Banda Aceh ke pentas nasional dan internasional.
Akhirnya, setelah melakukan penilaian, panitia sepakat dan memutuskan, dari ke 13 tulisan yang masuk penjurian akhir, maka, pemenangnya adalah :
- Drink, Pray, Love in Aceh oleh Hertily Surviva
- Peunayong, Gampong Cina di Tanoh Rencong oleh Liza Fathiariani
- Mengapa Aceh oleh Vika Octavia
- Banda Aceh di Pentas Dunia Oleh Rizki Adhar
- Hujan Dalam Segelas Kopi oleh Ahmad Zikra
Selamat kepada para pemenang. Dan bagi teman-teman lainnya, terimakasih banyak atas partisipasinya dalam menyukseskan program Visit Banda Aceh Year 2011, dan masih banyak program lain dari Visit Banda Aceh yang dapat diikuti. Tetap semangat!
Sampai jumpa pada pengumuman Lomba Blog Visit Banda Aceh 2011.
TTD.
Panitia.
NB : Para Pemenang diharapkan mengirim biodata ke blogvisitaceh@yahoo.com dan pengambilan hadiah akan segara disampaikan via email.
remajaintelektual
July 2, 2011 at 10:21 am
untk yg blog-a gmn tu bang…???
Martha Andival
July 2, 2011 at 10:27 am
Untuk Blog kemungkinan besar kita umumkan bukan akhir tahun,rencananya akan kita percepat. antara Agustus – September. do’akan saja bisa cepat yah hehehe
Rosid On Street
July 2, 2011 at 1:23 pm
Wah jadi penasaran dengan isi tulisan-tulisannya nehh…
Untuk Lomba Blog, lumayan deg-degkan….
heheheheeee…
Sukses dehhhh buat semuanya, khususnya buat Aceh Lon Sayang, sekalian titip link ya : http://rosid.net/mencari-gading-yang-tak-retak
Makasih pisan atas info-nya…
afrizal akmal (akmal senja)
July 2, 2011 at 3:01 pm
Selamat untuk pemenang.
Luar biasa…
ahmadzikra
July 2, 2011 at 3:46 pm
thanks lagi infonya…:)
husaini
July 2, 2011 at 6:15 pm
selamat untuk para pemenang!
Zulkarnaini Masr
July 2, 2011 at 6:55 pm
Selamat kepada para pemenang.
Ke depan harus sering2 diadakan lomba semacam ini, memancing orang2 untuk mau menulis
remajaintelektual
July 10, 2011 at 12:34 pm
buat para pemenang jangan jadikan kemenangan itu sebgai kebanggaan semata … jadikan juga sbg motivasi utk terus maju bersama kreasi yng baru … good luck
Martha Andival
July 12, 2011 at 2:35 pm
silahkan deg deg an yah hehehe
Martha Andival
July 12, 2011 at 2:36 pm
Martha Andival
July 12, 2011 at 2:36 pm
Martha Andival
July 12, 2011 at 2:36 pm
…
Martha Andival
July 12, 2011 at 2:37 pm
Insya Allah
Martha Andival
July 12, 2011 at 2:37 pm
Sip, kita usahakan dan Insya Allah
liza
January 23, 2012 at 2:54 am
bang martha, kenapa sampai sekarang hadiah lomba menulis belum ada kejelasannya padahal sudah 2012 lho. begitu juga dengan pengumuman lomba blog yang katanya akhir des 2011. apakah lomba ini hanya seuah pembohongan publik?