Kepada Seorang Ayah yang berbahagia
Kubayangkan butir air mata memenuhi pelupuk matamu
saat kau membacakan baris-baris kasih sayang
kepada buah hatimu
Kusapa, ada beberapa butir air mata menggantung di sukmaku
hendak menyeruak ke dunia menemani keharuanmu
Tak ada yang dapat kuucapkan hari ini
seperti hari kemarin, aku hanya bisa membisu
coba kutulis beberapa kata ungkapan kehormatan
kepadamu yang kini duduk menyaksikan ilham Allah
merasuki tulang-tulang tuamu.
Adakah aku akan melihat orang tuaku
sebahagia lantunan nyanyian hatimu
yang hendak menempuh tahap tertinggi kodrat manusia?
aku merenung menggores bayangan butiran air matamu
yang terdorong keluar oleh kebahagiaan
aku berusaha menutupi jalan untuk air mataku
yang tak sanggup menahan keharuan
menuntut jalan keluar,
mungkin hendak berteman dengan air matamu
RINDU TAK KU HARAPKAN
Rindu ini tak kuharapkan
Karena cinta yang pernah datang
Hanyalah sebuah mimpi semu
Aku ingin tersenyum
Bahkan aku ingin tertawa
Aku ingin sedikit kebahagiaan
Hadir untukku
Aku tak pernah membenci dan
Menangis,
Namun ada sedikit perih yang tertoreh
Dalam hatiku
Ingin rasanya aku berteriak pada bumi ..
Untuk mengatakan bahwa
Ada segenggam sayang yang ingin
Ku curahkan …
Ada segenggam rindu yang hadir bersama
Kesunyian …
Dan ada sebuah harapan yang telah kau
Bawa pergi jauh dari inginku
Tapi bumi tak ingin menjawab
Kenyataan hanya mampu terdiam
Aku tahu …
Aku tahu itu !!
Aku terlalu lelah untuk berjalan
Bersama harapan
Dan mungkin …
Aku harus berhenti berharap
Sebelum kau membenciku
Sebelum ucapku akan membisu ..
Saat aku terjaga …
Kuberharap
Kau tersenyum untukku
Kembalilah atas nama cinta
Yang ku tanam ..
Hadirlah dan ucapkan kata yang pernah
Kau ucapkan bahwa …
Kau mencintai ku !!!
Firman Kurniawan
Waktu kita telah habis….
Permainan kita juga telah usai
Waktunya kita pulang atau mengurai langkah baru.
Apa rencana kalian???
Aku gak tau…
Aku juga belum tau apa rencanaku.
Yang terpikir dalam otakku hanyalah
Pertanyaan-pertanyaan….
“siapa yang menuntun aku nanti???”
“Siapa yang akan jadi teman mainku esok??”
Hhmmmmhhh…….
Berat…..
Berat untuk mengucapkan terimakasih karena harus diiringi dengan ucapan selamat tinggal.
Tapi aku hanya ingin mengucapkan terimakasih toek guru2ku dan sahabat2ku
tanpa harus ucapkan selamat tinggal.
Aku Cuma takut sepi….
Aku juga takut sendiri.
Baiklah….
Aku tidak akan mengucapkan kalimat itu…..
Tapi jasa yang tak berpamrih itu akan tetap aku ingat…..
Bukan sebagai kenangan……bukan juga sebagai cerita sejarah….
Tapi untuk penopang saat aku mulai gontai….
Dan ketika aku mulai sadar….bahwa kita semua akan berjalan sendiri.
Firman Kurniawan
TABAHKANLAH AKU
Ketika seluruh dunia semakin suram
Dan semua tampak tidak begitu jelas,
Ketika bayang – bayang tampak mulai menggantung….
Tuhan, tabahkanlah aku.
Ketika segalanya telah dicoba
Dan kelihatannya tidak ada jalan,
Buatlah aku tetap ingat
Kadang – kadang perjalanan memang lambat.
Aku mungkin hanya perlu berhenti dan beristirahat
Sepanjang lintasan yang kutempuh,
Saatnya untuk mencoba mengerti
Dan berbincang denganMu.
Setelah kudapat kekuatan baru untuk lanjut
Tanpa ragu atau takut,
Bagaimanapun aku tau masalah akan beres,
Maka, tabahkanlah aku.
Aku tak akan merubahmu lebih dari itu
Karena itu yang ku cinta
Aku tak akan membenci setiap lakumu
Karena itu yang aku suka
Cintaku tak pernah memilah dan memilih
Cintaku apa adanya
Meski semua sederhana………
Tapi aku tetap suka.
Karena cintaku memang apa adanya.
Kau punya perhatian…
Itu yang aku butuhkan.
Kau punya kasih sayang….
Itu yang membuatku bangga.
Tak ada yang istimewa pada saat yang teristimewa?????
Itu bukan masalah…..
Karena kau pun tau….
Cintaku memang apa adanya.
Firman Kurniawan
Kapan Kau Terjaga
Baru kemarin kita buat perjanjian dengan mengikat diri kita masing-masing.
Kita jalani….tapi hanya sebentar
Baru secuil yang terlaksana dari apa yang telah kita janjikan.
Baru kemarin aku terima acungan jempolmu atas kebanggaan mu pada ku.
Dan itu hanya sekali.
Tadi…….kita masih tertawa dengan setiap hal yang kita pandang aneh
Tadi…….kita masih bersenda dengan kelemahan dan kelebihan kita sendiri.
Tadi kita juga sempat menangis dengan kesalahan-kesalahan kita.
Tadi aku sempat meminta maaf dan tadi juga kau maafkan…
Dan…….
Sekarang kau pergi dengan menyisakan semuanya untukku kenang.
Kau pergi tanpa ucapan pamit padaku.
Tangamu tak melambaikan untuk berpisah…..tapi yang terbujur itu mengisyaratkan bahwa kau tak akan kembali.
Kasih….jangan terus pejamkan matamu…tatap aku dengan tatapanmu yang kemarin dan tadi…..
Lihat aku….sekarang lemah….
jangan terus diam dan hanya diam….karena disini sangat sepi untukku….
Kasih….ini janji kedua ku….
aku terus menunggumu terbangun dari tidur panjang mu…
Banda Aceh, 30 Juni 2007
Firman Kurniawan
Maaf….
Atas kecewa yang ku ukir.
Dari kesalahan yang selalu menyalahkanmu.
Dan….
Sakit itu tlah menggores asamu..
Aku tau,
Benci mu bukan untukku.
Karena…cinta yang kudapat tak pernah mengenal
benci yang terurai.
Menangislah untukku.
Jika tak mampu menangis….maka tersenyumlah untukku.
Atau….
biarkan aku tetap dalam sesalku, mengubah amarahmu
menjadi cinta yang selalu kutunggu,
meski keajaiban yang mampu menolongku.
Maaf…..
Meski harus terucap kesekian kali…
Jiwaku tak peduli,
karena aku memang kosong.
Seperti ruang hampa namun sempit.
Maaf…..
Kuminta cahayamu.
Sebagai pengganti mentari kemarin yang hilang.
Dan aku akan tetap yakin…..
bahwa…..
kamu memang milikku.
Firman Kurniawan
Lelahku tak terusik
Amarahku tak melebur
Ku pasung sedikit rasa rinduku
Untuk kamu
Karena hanya itu yang mampu…..
Mengurangi segalanya.
Saat ini…….
Aku ingin kamu tetap disini
Hapuskan lelahku…
Benamkan amarahku…
Karena hanya kamu yang mampu..!!!
Tetaplah menjadi yang terbaik
Bagi diriku
Dan aku akan selalu berusaha
Menjadi yang terbaik
Tuk kamu.
Sayang…..
Jangan lupakan aku
Meski dalam angan..mimpi
Dan kenyataan.
Aku tetap Sayang kamu…..!!!!
Firman Kurniawan
Sang Elang
Biarkan aku mencintaimu.
Seperti elang yang menyusuri setiap langkah jejak bumi.
Mengartikan sebuah isyarat yang berbeda
Yang terasa tak berakhir.
Dan mampu mengubah semua yang pernah ku benci.
Biarkan aku berjalan di hatimu.
Memberikan bekas langkah…….
Meski semuanya hanya sebuah kata dusta.
Hingga rongga yang tertahan terasa membusuk.
Aku ingin kamu.
Mengejar dunia yang tak berujung.
Mengubur jurang yang terasa senyap
Walau esok duniaku tak kan ada lagi….
tapi jiwaku belum mengenal kematian
karena aku belum mengenalmu, dan aku tak akan pernah
ingin mengenal kematian…sebelum aku mengenalmu.
Aku ingin memiliki kamu….
Memiliki dengan mengatasnamakan cinta
Memberi semua yang belum pernah aku berikan
Dan mendapatkan segenggam cinta yang telah ada
di sudut hati itu.
Firman Kurniawan
Ini tak nyata…
Hanya seonggok tubuh
Hampa…berjalan, mencari
Terhenti saat lelah
Menemukan namun tak berarti.
Ini tak nyata….
Hanya setitik ruh yang mengisi
kekosongan jasad.
Terkadang meronta……. membenci badai.
Namun ingin menjadi gemuruh.
Merenung….namun tetap tak mengerti.
Ini tak nyata…..
Hanya tempat berlakon.
Berkisah pada skenario
Dan berakhir saat cerita telah usai.
Saat jasad menjadi bangkai….
Saat ruh kembali pada Ilahi….
Saat bumi menjadi puing-puing tak berarti
Saat ini…………..
Mereka…kalian….kamu juga aku
Adalah mimpi….!
Firman Kurniawan

