Mei 8, 2008

Kepada Seorang Ayah yang berbahagia

Kubayangkan butir air mata memenuhi pelupuk matamu
saat kau membacakan baris-baris kasih sayang
kepada buah hatimu
Kusapa, ada beberapa butir air mata menggantung di sukmaku
hendak menyeruak ke dunia menemani keharuanmu

Tak ada yang dapat kuucapkan hari ini
seperti hari kemarin, aku hanya bisa membisu
coba kutulis beberapa kata ungkapan kehormatan
kepadamu yang kini duduk menyaksikan ilham Allah
merasuki tulang-tulang tuamu.

Adakah aku akan melihat orang tuaku
sebahagia lantunan nyanyian hatimu
yang hendak menempuh tahap tertinggi kodrat manusia?
aku merenung menggores bayangan butiran air matamu
yang terdorong keluar oleh kebahagiaan
aku berusaha menutupi jalan untuk air mataku
yang tak sanggup menahan keharuan
menuntut jalan keluar,
mungkin hendak berteman dengan air matamu

Mei 8, 2008

RINDU TAK KU HARAPKAN

Rindu ini tak kuharapkan

Karena cinta yang pernah datang

Hanyalah sebuah mimpi semu

Aku ingin tersenyum

Bahkan aku ingin tertawa

Aku ingin sedikit kebahagiaan

Hadir untukku

Aku tak pernah membenci dan

Menangis,

Namun ada sedikit perih yang tertoreh

Dalam hatiku

Ingin rasanya aku berteriak pada bumi ..

Untuk mengatakan bahwa

Ada segenggam sayang yang ingin

Ku curahkan …

Ada segenggam rindu yang hadir bersama

Kesunyian …

Dan ada sebuah harapan yang telah kau

Bawa pergi jauh dari inginku

Tapi bumi tak ingin menjawab

Kenyataan hanya mampu terdiam

Aku tahu …

Aku tahu itu !!

Aku terlalu lelah untuk berjalan

Bersama harapan

Dan mungkin …

Aku harus berhenti berharap

Sebelum kau membenciku

Sebelum ucapku akan membisu ..

Saat aku terjaga …

Kuberharap

Kau tersenyum untukku

Kembalilah atas nama cinta

Yang ku tanam ..

Hadirlah dan ucapkan kata yang pernah

Kau ucapkan bahwa …

Kau mencintai ku !!!

Firman Kurniawan

Mei 8, 2008

Waktu kita telah habis….

Permainan kita juga telah usai

Waktunya kita pulang atau mengurai langkah baru.

Apa rencana kalian???

Aku gak tau…

Aku juga belum tau apa rencanaku.

Yang terpikir dalam otakku hanyalah

Pertanyaan-pertanyaan….

“siapa yang menuntun aku nanti???”

“Siapa yang akan jadi teman mainku esok??”

Hhmmmmhhh…….

Berat…..

Berat untuk mengucapkan terimakasih karena harus diiringi dengan ucapan selamat tinggal.

Tapi aku hanya ingin mengucapkan terimakasih toek guru2ku dan sahabat2ku

tanpa harus ucapkan selamat tinggal.

Aku Cuma takut sepi….

Aku juga takut sendiri.

Baiklah….

Aku tidak akan mengucapkan kalimat itu…..

Tapi jasa yang tak berpamrih itu akan tetap aku ingat…..

Bukan sebagai kenangan……bukan juga sebagai cerita sejarah….

Tapi untuk penopang saat aku mulai gontai….

Dan ketika aku mulai sadar….bahwa kita semua akan berjalan sendiri.

Firman Kurniawan

Mei 8, 2008

TABAHKANLAH AKU

Ketika seluruh dunia semakin suram

Dan semua tampak tidak begitu jelas,

Ketika bayang – bayang tampak mulai menggantung….

Tuhan, tabahkanlah aku.

Ketika segalanya telah dicoba

Dan kelihatannya tidak ada jalan,

Buatlah aku tetap ingat

Kadang – kadang perjalanan memang lambat.

Aku mungkin hanya perlu berhenti dan beristirahat

Sepanjang lintasan yang kutempuh,

Saatnya untuk mencoba mengerti

Dan berbincang denganMu.

Setelah kudapat kekuatan baru untuk lanjut

Tanpa ragu atau takut,

Bagaimanapun aku tau masalah akan beres,

Maka, tabahkanlah aku.

Mei 8, 2008

Aku tak akan merubahmu lebih dari itu

Karena itu yang ku cinta

Aku tak akan membenci setiap lakumu

Karena itu yang aku suka

Cintaku tak pernah memilah dan memilih

Cintaku apa adanya

Meski semua sederhana………

Tapi aku tetap suka.

Karena cintaku memang apa adanya.

Kau punya perhatian…

Itu yang aku butuhkan.

Kau punya kasih sayang….

Itu yang membuatku bangga.

Tak ada yang istimewa pada saat yang teristimewa?????

Itu bukan masalah…..

Karena kau pun tau….

Cintaku memang apa adanya.

Firman Kurniawan

Mei 8, 2008

Kapan Kau Terjaga

Baru kemarin kita buat perjanjian dengan mengikat diri kita masing-masing.

Kita jalani….tapi hanya sebentar

Baru secuil yang terlaksana dari apa yang telah kita janjikan.

Baru kemarin aku terima acungan jempolmu atas kebanggaan mu pada ku.

Dan itu hanya sekali.

Tadi…….kita masih tertawa dengan setiap hal yang kita pandang aneh

Tadi…….kita masih bersenda dengan kelemahan dan kelebihan kita sendiri.

Tadi kita juga sempat menangis dengan kesalahan-kesalahan kita.

Tadi aku sempat meminta maaf dan tadi juga kau maafkan…

Dan…….

Sekarang kau pergi dengan menyisakan semuanya untukku kenang.

Kau pergi tanpa ucapan pamit padaku.

Tangamu tak melambaikan untuk berpisah…..tapi yang terbujur itu mengisyaratkan bahwa kau tak akan kembali.

Kasih….jangan terus pejamkan matamu…tatap aku dengan tatapanmu yang kemarin dan tadi…..

Lihat aku….sekarang lemah….

jangan terus diam dan hanya diam….karena disini sangat sepi untukku….

Kasih….ini janji kedua ku….

aku terus menunggumu terbangun dari tidur panjang mu…

Banda Aceh, 30 Juni 2007

Firman Kurniawan

Mei 8, 2008

Maaf….

Atas kecewa yang ku ukir.

Dari kesalahan yang selalu menyalahkanmu.

Dan….

Sakit itu tlah menggores asamu..

Aku tau,

Benci mu bukan untukku.

Karena…cinta yang kudapat tak pernah mengenal

benci yang terurai.

Menangislah untukku.

Jika tak mampu menangis….maka tersenyumlah untukku.

Atau….

biarkan aku tetap dalam sesalku, mengubah amarahmu

menjadi cinta yang selalu kutunggu,

meski keajaiban yang mampu menolongku.

Maaf…..

Meski harus terucap kesekian kali…

Jiwaku tak peduli,

karena aku memang kosong.

Seperti ruang hampa namun sempit.

Maaf…..

Kuminta cahayamu.

Sebagai pengganti mentari kemarin yang hilang.

Dan aku akan tetap yakin…..

bahwa…..

kamu memang milikku.

Firman Kurniawan

Mei 8, 2008

Lelahku tak terusik

Amarahku tak melebur

Ku pasung sedikit rasa rinduku

Untuk kamu

Karena hanya itu yang mampu…..

Mengurangi segalanya.

Saat ini…….

Aku ingin kamu tetap disini

Hapuskan lelahku…

Benamkan amarahku…

Karena hanya kamu yang mampu..!!!

Tetaplah menjadi yang terbaik

Bagi diriku

Dan aku akan selalu berusaha

Menjadi yang terbaik

Tuk kamu.

Sayang…..

Jangan lupakan aku

Meski dalam angan..mimpi

Dan kenyataan.

Aku tetap Sayang kamu…..!!!!

Firman Kurniawan

Mei 8, 2008

Sang Elang

Biarkan aku mencintaimu.

Seperti elang yang menyusuri setiap langkah jejak bumi.

Mengartikan sebuah isyarat yang berbeda

Yang terasa tak berakhir.

Dan mampu mengubah semua yang pernah ku benci.

Biarkan aku berjalan di hatimu.

Memberikan bekas langkah…….

Meski semuanya hanya sebuah kata dusta.

Hingga rongga yang tertahan terasa membusuk.

Aku ingin kamu.

Mengejar dunia yang tak berujung.

Mengubur jurang yang terasa senyap

Walau esok duniaku tak kan ada lagi….

tapi jiwaku belum mengenal kematian

karena aku belum mengenalmu, dan aku tak akan pernah

ingin mengenal kematian…sebelum aku mengenalmu.

Aku ingin memiliki kamu….

Memiliki dengan mengatasnamakan cinta

Memberi semua yang belum pernah aku berikan

Dan mendapatkan segenggam cinta yang telah ada

di sudut hati itu.

Firman Kurniawan

Mei 8, 2008

Ini tak nyata…

Hanya seonggok tubuh

Hampa…berjalan, mencari

Terhenti saat lelah

Menemukan namun tak berarti.

Ini tak nyata….

Hanya setitik ruh yang mengisi

kekosongan jasad.

Terkadang meronta……. membenci badai.

Namun ingin menjadi gemuruh.

Merenung….namun tetap tak mengerti.

Ini tak nyata…..

Hanya tempat berlakon.

Berkisah pada skenario

Dan berakhir saat cerita telah usai.

Saat jasad menjadi bangkai….

Saat ruh kembali pada Ilahi….

Saat bumi menjadi puing-puing tak berarti

Saat ini…………..

Mereka…kalian….kamu juga aku

Adalah mimpi….!

Firman Kurniawan