<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>MARTHA ANDIVAL</title>
	<atom:link href="http://marthaandival.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://marthaandival.wordpress.com</link>
	<description>**NEGERI MAKIAN**</description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 Oct 2008 08:51:53 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='marthaandival.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/ad428053a4a49a636591ee1df5c92f8a?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>MARTHA ANDIVAL</title>
		<link>http://marthaandival.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Keresahan Saat Menulis (Jangan Buang Tulisan Anda)</title>
		<link>http://marthaandival.wordpress.com/2008/10/20/keresahan-saat-menulis-jangan-buang-tulisan-anda/</link>
		<comments>http://marthaandival.wordpress.com/2008/10/20/keresahan-saat-menulis-jangan-buang-tulisan-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Oct 2008 01:45:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Martha Andival</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan Baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marthaandival.wordpress.com/?p=188</guid>
		<description><![CDATA[Manulis, mungkin sebuah pekerjaan yang mudah dan ringan. Terkesan sepele, bahkan, bila kita hanya menulis dengan cara plagiat ataupun compailing dari tulisan orang lainnya. Tentu sangat mudah dan tidak harus memeras keringat dan memutar otak.
Akan tetapi, keresahan itu hadir, saat saya mencoba menulis dari &#8220;nol&#8221; untuk menjadikan sebuah tulisan asli dari diri sendiri. Rasa bingung, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marthaandival.wordpress.com&blog=2423736&post=188&subd=marthaandival&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Manulis, mungkin sebuah pekerjaan yang mudah dan ringan. Terkesan sepele, bahkan, bila kita hanya menulis dengan cara plagiat ataupun compailing dari tulisan orang lainnya. Tentu sangat mudah dan tidak harus memeras keringat dan memutar otak.</p>
<p>Akan tetapi, keresahan itu hadir, saat saya mencoba menulis dari &#8220;nol&#8221; untuk menjadikan sebuah tulisan asli dari diri sendiri. Rasa bingung, penat, galau dan suntuk secara tiba-tiba menyerbu benak dan pikiran. Lembar-lembar halaman, ribuan kata-kata sering dengan &#8220;sengaja&#8221; dibuang dan di delete. Karena, kita merasa tulisna itu tidak layak untuk dibaca, belum layak dikatakan sebuah tulisan dan tulisna itu masih jauh dari harapan.</p>
<p>Kekesalan ini, sering sekali berimbas kepada &#8220;kemalasan&#8221; dan &#8220;kebosanan&#8221; akibat merasa gagal dan tidak mampu. Fatal!</p>
<p>Berdasarkan pengalaman penulis-penulis sukses di dunia, hasil jerih payah otak yang mereka tuangkan dalam secarik kertas, menjadi mutiara yang harus tetap disimpan. Terlalu mahal untuk dibuang begitu saja. Keringat, pikiran serta tenaga yang tercurah saat menulis adalah sebuah pengorbanan yang tidak semestinya dibuang begitu saja.</p>
<p>Tindakan ini akan menjadi sia-sia dan percuma. Karena, mutiara-mutiara hasil pemikiran yang telah tertulis itu, suatu hari nanti akan sangat dibutuhkan dan diperlukan. Jika kita membuang mutiara yang terkadang hadir disaat moment-moment tak tersangka itu, adalah sebuah ide-ide cemerlang dari isi otak Anda.</p>
<p>Mengapa saya katakan demikian?</p>
<p>Karena, bisa jadi, hari ini tulisan Anda yang masih &#8220;bau kencur&#8221; itu belum bermanfaat dan tidak sesuai moment. Namun, ketika moment itu hadir, tentu mutiara yang telah kita hasilkan bisa kita buka kembali dan di publish untuk berbagai kepentingan.</p>
<p>Yang harus diingat bagi kita, selaku penulis-penulis baru, moment yang tertuang dalam sebuah tulisan sangat berharga dan mahal. Moment-moment penting tidak akan terjadi berulangkali. Pun, bila terjadi berulang kali, belum tentu jalan pemikiran kita masih sama seperti saat awal tulisan dibuat. Tentu, tulisan yang kita delete, tulisan yang kita buang, akan menjadi abu dan sia-sia.</p>
<p>Biarkanlah keresahan, kegalauan saat menulis itu hadir. Karena, tanpa sadar, kegalauan dna keresahan saat menulis, adalah sebuah metamorfosa yang akan membimbing pikiran menjadi &#8220;matang&#8221; untuk melahirkan tulisan-tulisan lainnya yang lebih baik.</p>
<p>Keresahan dan kegalauan merupakan arena, dimana, kita sebagai penulis untuk bisa berkonsentrasi, sabar dan tekun. tidak pantang menyerah dan negatif thinking.</p>
<p>So, menulislah. Biarlah mutiara yang bersemayam didalam pikiran terburai menjadi untaian kata-kata. Jangan mudah menyerah, dengan membuang semua mutiara itu. Moment-moment yang tertuang dalam tulisan, suatu saat akan menjadi &#8220;hits&#8221;. Nah, disaat itulah mutiara yang kita &#8220;anggap&#8221; tidak layak itu bisa dikeluarkan. surprise!</p>
<p>Satu hal yang pasti. Penilaian baik buruknya sebuah tulisan, bukanlah dalam kacamata pribadi saja. Akan tetapi, penilaian akan datang dari orang lain, yang telah membaca mutiara yang kita hasilkan.</p>
<p>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. mau belajar nulis dulu ah&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
Posted in Tulisan Baru  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marthaandival.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marthaandival.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marthaandival.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marthaandival.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marthaandival.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marthaandival.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marthaandival.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marthaandival.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marthaandival.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marthaandival.wordpress.com/188/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marthaandival.wordpress.com&blog=2423736&post=188&subd=marthaandival&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marthaandival.wordpress.com/2008/10/20/keresahan-saat-menulis-jangan-buang-tulisan-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eba7afea6214fc6a1b21b392fe71ee37?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Martha Andival</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://marthaandival.wordpress.com/2008/09/23/186/</link>
		<comments>http://marthaandival.wordpress.com/2008/09/23/186/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 14:18:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Martha Andival</dc:creator>
				<category><![CDATA[JERITAN HATI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marthaandival.wordpress.com/2008/09/23/186/</guid>
		<description><![CDATA[
Halimah, Janda Mantan Komandan GAM
 
Berjuang Demi Pendidikan Anak
 
Tanpa terasa, Ramadhan hanya sepekan lagi. Tapi kebingungan dan kegalauan itu justru menghantui Halimah. Apa yang harus dilakukannya?
 
Malam semakin gelap dan sepi. Tapi, Halimah (40) tak mampu memejamkan mata. Ia menatap keempat buah hatinya yang tengah tertidur pulas di ruangan kayu berukuran 3 x 4. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marthaandival.wordpress.com&blog=2423736&post=186&subd=marthaandival&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#ff9900;"><span lang="NO-BOK">Halimah, Janda Mantan Komandan GAM</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#ff9900;"><strong><span lang="NO-BOK"> </span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#ff9900;"><strong>Berjuang Demi Pendidikan Anak</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#ff9900;"><strong> </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#ff9900;"><strong><span lang="NO-BOK">Tanpa terasa, Ramadhan hanya sepekan lagi. Tapi kebingungan dan kegalauan itu justru menghantui Halimah. Apa yang harus dilakukannya?</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#ff9900;"><span lang="NO-BOK"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#ff9900;"><span lang="NO-BOK">Malam semakin gelap dan sepi. Tapi, Halimah (40) tak mampu memejamkan mata. Ia menatap keempat buah hatinya yang tengah tertidur pulas di ruangan kayu berukuran 3 x 4. Air matanya mengalir.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#ff9900;"><span lang="NO-BOK"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#ff9900;"><span lang="NO-BOK">Halimah mengaku bingung. Seminggu lagi bulan Ramadhan tiba. Tapi, ia tidak tahu apa yang harus direncanakan di bulan suci ini. Maklum, sejak suaminya, Abdul Rasyid meninggal dunia, Halimah hanya mampu berjualan penganan ringan di depan sebuah sekolah dasar (SD) di desanya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#ff9900;"><span lang="NO-BOK"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#ff9900;"><span lang="NO-BOK">Hasil dari jerih payah berjualan itu, Halimah mencoba mengumpulkan sebagiannya untuk membiayai pendidikan keempat anaknya. </span>Halimah mencoba menutupi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan keempat anaknya dengan penghematan yang luar biasa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#ff9900;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#ff9900;">Anak pertama Halimah, kini tengah duduk di Semester III, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Zawiyah, <em><span style="font-style:normal;">Cot Kala Langsa. </span></em><em><span style="font-style:normal;" lang="NO-BOK">Anak kedua dan ketiga Halimah </span></em><span lang="NO-BOK">duduk di bangku SMU dan SMP. Sedang anak bungsunya, Muhammad Nazar, masih duduk di bangku sekolah dasar (SD).</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#ff9900;"><span lang="NO-BOK"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#ff9900;"><span lang="NO-BOK">Hingga kini, Halimah dan keempat anaknya masih menumpang di rumah abangnya, di Desa Seneubok Baroe, Kecamatan Ranto Peureulak Aceh Timur. Karena, rumah yang pernah dihuninya bersama almarhum suami hangus terbakar semasa konflik. Suami Halimah adalah seorang komandan GAM Operasi Sagoe Nurul A’la.<span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#ff9900;"><span lang="NO-BOK"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#ff9900;"><span lang="NO-BOK">Keadaan inilah yang sedang dipikirkan Halimah. Saat bulan suci Ramadhan, tentu sekolah tempat biasa Halimah menggelar dagangannya akan tutup. Jadi, ia sedikit bingung bagaimana mengumpulkan uang untuk biaya pendidikan anak pertamanya di Langsa. Apalagi harus kost.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#ff9900;"><span lang="NO-BOK"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#ff9900;"><span lang="NO-BOK">Belum lagi ongkos dan biaya kedua anaknya yang duduk di SMU dan SMP. Pengakuan Halimah. Keempat anak-anaknya belum memperoleh beasiswa dari sekolah mereka. Bahkan anak sulungnya yang kuliah juga tidak memperoleh bantuan beasiswa. Baik dari sekolah maupun dari Pemda Aceh Timur.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#ff9900;"><span lang="NO-BOK"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#ff9900;"><span lang="NO-BOK">Ia terkadang tak mampu membendung air mata bila melihat salah satu dari keempat buah hatinya itu meminta sesuatu yang mereka inginkan. ”Saya hanya bilang, sabar nak. Nanti, jika sudah ada uang akan ibu belikan,” ucap Halimah getir.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#ff9900;"><span lang="NO-BOK"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#ff9900;"><span lang="NO-BOK">Sedangkan rumah yang telah terbakar memang tengah dibangun oleh Badan Reintegrasi Aceh (BRA), namun pengamatan media ini, pembangunan rumah tersebut masih terkendala. Belum selesai juga walaupun sudah lama di bangun. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#ff9900;"><span lang="NO-BOK"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#ff9900;"><span lang="NO-BOK">Namun begitu, Halimah tetap yakin, Allah pasti masih mmberikan rezeki apabila ia mau berusaha. Untuk itu, Halimah tengah berpikir untuk berjualan makanan di bulan Ramadhan. Namun, lagi-lagi Halimah kebingungan. Karena dirinya benar-benar tidak memiliki dana untuk modal berjualan. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#ff9900;"><span lang="NO-BOK"><span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#ff9900;"><span lang="NO-BOK">Halimah mengaku pernah menerima dana diyat sebesar Rp 3 Juta tahun lalu. Dan dana itu dia pergunakan untuk pendidikan dan modal berjualan penganan anak-anak di samping sekolah di desanya. ”Entahlah dek. Saya hanya berharap anak-anak saya tidak putus sekolah. Walau semuanya tidak dapat beasiswa. Saya akan tetap bekerja apa saja demi pendidikan anak-anak saya,” kata Halimah kepada media ini sambil menitikkan airmata. Adakah yang peduli dan terketuk hatinya dengan nasib Halimah?*** </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#ff9900;"><strong><span lang="NO-BOK"> </span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#ff9900;"> </span></p>
Posted in JERITAN HATI  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marthaandival.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marthaandival.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marthaandival.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marthaandival.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marthaandival.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marthaandival.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marthaandival.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marthaandival.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marthaandival.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marthaandival.wordpress.com/186/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marthaandival.wordpress.com&blog=2423736&post=186&subd=marthaandival&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marthaandival.wordpress.com/2008/09/23/186/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eba7afea6214fc6a1b21b392fe71ee37?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Martha Andival</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://marthaandival.wordpress.com/2008/09/07/167/</link>
		<comments>http://marthaandival.wordpress.com/2008/09/07/167/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Sep 2008 01:18:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Martha Andival</dc:creator>
				<category><![CDATA[POLITIK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marthaandival.wordpress.com/?p=167</guid>
		<description><![CDATA[
KAMPANYE DINI MODEL PKS?

 
Kegiatan yang digelar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Banda Aceh di Gedung AAC Dayan Dawood, menuai protes dari aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Mereka menuding parpol itu masuk kampus. Benarkah kampanye dini?
“Kampus adalah suatu istilah bagi kawasan di lingkungan perguruan tinggi/universitas. Perguruan tinggi atau universitas itu sendiri merupakan tempat mengkaji, mengembangkan, bahkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marthaandival.wordpress.com&blog=2423736&post=167&subd=marthaandival&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#99cc00;">KAMPANYE DINI MODEL PKS?</span></strong></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#99cc00;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-weight:normal;color:#99cc00;">Kegiatan yang digelar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Banda Aceh di Gedung AAC Dayan Dawood, menuai protes dari aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Mereka menuding parpol itu masuk kampus. Benarkah kampanye dini?</span></strong><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#99cc00;">“</span></strong><em><span style="font-style:normal;color:#99cc00;">Kampus adalah suatu istilah bagi kawasan di lingkungan perguruan tinggi/universitas. Perguruan tinggi atau universitas itu sendiri merupakan tempat mengkaji, mengembangkan, bahkan menciptakan atau merumuskan segala ilmu bagi kehidupan manusia.” </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#99cc00;">Ucapan Wiranto Arismunadar, Rektor ITB itu, hampir tak ada kritikan, kecuali dari kader dan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ironisnya, pernyataan tersebut menjadi legal hingga saat ini, karena partai politik sepertinya tabu dan malu untuk melakukan aksi-aksi kepartaian di dalam kampus. Sebaliknya, berbeda dengan Partai keadilan Sejahtera. Antara politik dan kampus adalah sesuatu yang sulit dipisahkan dan legal. Alasannya, demi pendidikan politik mahasiswa. Karena itu jangan heran, banyak aktivis PKS yang masih melakukan ”gerilya” di kampus. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#99cc00;">Masih ingat tragedi pembakaran bendera PKS, 4 Desember 2006 lalu. Saat itu, di stasiun Universitas Indonesia Depok, belasan mahasiswa yang tergabung dalam Komite Mahasiswa Universitas Indonesia (KMUI) melakukan unjuk rasa dan melakukan pembakaran bendera Partai Keadilan Sejahtera (PKS).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#99cc00;">Nah, peristiwa serupa hamper saja terjadi di Banda Aceh, persisnya di Kampus Universitas Syiah Kuala. Sebuah perhelatan akbar bertajuk: Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) PKS Kota Banda Aceh, di gelar di Gedung AAC Dayan Dawood Universitas Syiah Kuala. Kegiatan itu akhirnya menuai protes dari <strong><span style="font-weight:normal;">Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Ekonomi Unsyiah.</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-weight:normal;color:#99cc00;">Menurut Ketua Komisariat HMI Fakultas Ekonomi Unsyiah, Alvin Palalo. Tindakan Partai Keadilan Sejahtera Kota Banda Aceh yang telah menggelar Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) di Gedung AAC Dayan Dawood Unsyiah, Minggu, 30 Desember 2007 lalu, sangatlah memalukan.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-weight:normal;color:#99cc00;">Kata pemuda berdarah Bugis ini, PKS tidak bisa sembarangan menggunakan kampus sebagai arena kegiatan politiknya. Walau dengan alasan mereka telah mendapat izin dan membayar sewa gedung kepada pihak Rektorat Unsyiah. </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-weight:normal;color:#99cc00;">Dalam sejarah berdirinya Universitas Syiah Kuala, baru kali ini ada partai politik yang menggelar kegiatan politiknya di lingkungan kampus.</span></strong><span style="color:#99cc00;"> “<strong><span style="font-weight:normal;">Kampus seharusnya menjadi pusat kegiatan ilmiah, bukannya area politik praktis,” ujar Alwin Palalo saat berkunjung ke kantor media ini. </span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-weight:normal;color:#99cc00;">Bukan hanya itu, kegiatan parpol sebut Alvin, seharusnya difasilitasi oleh lembaga kemahasiswaan atau pihak kampus. Itu pun dalam rangka pendidikan politik yang ilmiah dan objektif. Bukan partisan.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#99cc00;">Yang sangat disesalkan dari acara Rapimda PKS tersebut, banyaknya umbul-umbul yang dipasang di depan Gedung AAC Dayan Dawood. Tentu, semua itu sangat merusak pemandangan idealisme kampus. “Memang kita akui, AAC adalah sebagai lumbung finansial bagi Unsyiah, namun bukan berarti bisa semudah itu. Jika dibiarkan seperti ini, maka akan terjadi pembiasan terhadap intelektual kampus,” ujar Idris, Ketua PTKP HMI Banda Aceh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#99cc00;">Inikah yang disebut mencuri start kampanye? ”Itu tidak benar. Jika kita melihat pernyataan HMI kemarin, secara mahasiswa itu hal yang wajar. Mereka harus mempertahankan netralitas. Namun, dalam kapasitas politik, kamikan menyewa gedung tersebut. HMI memang berhak untuk protes demi netralitas mahasiswa,” kata<strong> </strong>Erdi Mahmud, Sekretaris Umum PKS Kota Banda Aceh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#99cc00;">Bukan hanya itu, Erdi juga mengatakan, areal kampus memang harus terbebas dari arena politik praktis. ”Tapi kami menyewa gedung. Apalagi kami membuat acara tersebut pada hari minggu. Alias hari libur. Jadi tidak ada mahasiswa disitu. Otomatis yang hadir adalah orang-orang yang di undang. Semua partai masuk di situ,” elak Erdi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#99cc00;">Pernyataan ini tentu sangat berbeda dengan pengakuan salah seorang politisi PKS yang kini duduk di DPR Aceh. ” Secara jujur memang diakui, PKS Banda Aceh telah teledor terhadap hal ini. Seharusnya tidak perlu terjadi. Dan kami harap ini tidak perlu dibesar-besarkan,” kata politisi tadi yang minta namanya tidak ditulis dengan alasan menjaga hubungan baik antar sesama kader PKS. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#99cc00;">Nah, mungkin apa yang dikatakan Riyono Asnan ada benarnya. Magister Sosiologi Politik FISIP UI ini mengatakan. “Wajarlah jika publik menanyakan keseriusan sikap politik PKS, mengingat partai ini diharapkan memberikan tradisi politik yang baik di tengah-tengah menurunnya pamor partai politik di mata rakyat.” Riyono menambahkan, sebagai sebuah partai masa depan, PKS mestinya belajar mendengarkan suara publik daripada hanya sekadar berada di dalam kabinet tapi tidak istiqomah dengan kebijakan pemerintah. Termasuk istiqamah dalam menjaga komitmen untuk tidak berpolitik praktis di kampus? Entahlah, karena para kader PKS lah yang paham soal ini.(dimuat di www.modusaceh-news.com)***</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#99cc00;"> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/marthaandival.wordpress.com/167/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/marthaandival.wordpress.com/167/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marthaandival.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marthaandival.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marthaandival.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marthaandival.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marthaandival.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marthaandival.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marthaandival.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marthaandival.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marthaandival.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marthaandival.wordpress.com/167/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marthaandival.wordpress.com&blog=2423736&post=167&subd=marthaandival&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marthaandival.wordpress.com/2008/09/07/167/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eba7afea6214fc6a1b21b392fe71ee37?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Martha Andival</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://marthaandival.wordpress.com/2008/09/07/165/</link>
		<comments>http://marthaandival.wordpress.com/2008/09/07/165/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Sep 2008 01:16:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Martha Andival</dc:creator>
				<category><![CDATA[POLITIK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marthaandival.wordpress.com/?p=165</guid>
		<description><![CDATA[
Pembahasan Raqan Wali Nanggroe, 
Menjaring Aspirasi Atau Jalan-Jalan?
Keinginan anggota DPR Aceh untuk ke Swedia dan Belanda bisa jadi gagal. Berbagai elemen masyarakat menolak rencana keluar negeri itu. Kepentingan menjaring aspirasi atau jalan-jalan?
Dukungan itu bukan hanya dari masyarakat. Bahkan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, ikut mendukung penundaan keberangkatan Tim Pansus XI DPR Aceh beserta rombongan, dengan dalih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marthaandival.wordpress.com&blog=2423736&post=165&subd=marthaandival&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="color:white;">Pembahasan Raqan Wali Nanggroe, </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="color:white;">Menjaring Aspirasi Atau Jalan-Jalan?</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:white;">Keinginan anggota DPR Aceh untuk ke Swedia dan Belanda bisa jadi gagal. Berbagai elemen masyarakat menolak rencana keluar negeri itu. Kepentingan menjaring aspirasi atau jalan-jalan?</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:white;">Dukungan itu bukan hanya dari masyarakat. Bahkan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, ikut mendukung penundaan keberangkatan Tim Pansus XI DPR Aceh beserta rombongan, dengan dalih menyerap aspirasi terhadap Rancangan Qanun Tentang Wali Nanggroe ke Swedia dan Belanda.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:white;">Sebelumnya, Irwandi meminta pihak legislatif menunda pembahasan raqan tersebut. “Situasi saat ini belum begitu kondusif membicarakan Wali Nanggroe,” ujarnya beberapa waktu lalu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:white;">Bahkan, dua orang dari Pengurus Partai Aceh (PA) yang semula direncanakan ikut, Ibrahim bin Syamsuddin dan Yahya Mu‘ad, juga mengundurkan diri. Alasan mereka, sebagaimana pernyataan Juru bicara PA, Adnan Beuransah, dimedia. Pada tanggal 24-25 Agustus 2008, Ibrahim bin Syamsuddin dan Yahya Mu’ad, menjadi instruktur/tutor dalam kegiatan latihan (training) calon anggota (caleg) dari Partai Aceh yang telah didaftar ke KIP. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:white;">Namun begitu tidak dalam pandangan Ketua Pansus XI DPRA, Mukhlis Mukhtar. Menurut Mukhlis, setelah membahas bersama tim di Pansus, kami tetap melanjutkan agenda kerja yang telah ditentukan. Artinya, keberangkatan tim ke Swedia dan Belanda tak mungkin lagi ditunda. “Namun, keputusan ini bukan berarti kita tidak menghargai permintaan Gubernur,” tambah Mukhlis Muktar. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:white;">Sebagaimana diketahui, Pansus XI DPR Aceh menjadwalkan bertolak ke Swedia dan Belanda pada 24 Agustus 2008 untuk menjaring aspirasi terkait penyempurnaan isi Rancangan Qanun (Raqan) Wali Nanggroe. Gubernur Aceh telah mengusulkan 29 nama ke Mendagri untuk berangkat ke luar negeri. Jika ke-29 nama itu berangkat semuanya, dana yang dibutuhkan mencapai Rp 2,3 miliar </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:white;">Menariknya, dari anggota DPRA yang ingin ikut ke luar negeri itu justru mencapai 22 orang. Yaitu, 16 anggota, dua pimpinan, dua staf ahli, dan dua staf dewan. Padahal, sebagaimana pengamatan yang dilakukan media ini pada masa pembahasan Raqan Wali Nanggroe di DPRA. Jumlah anggota DPRA yang hadir paling banyak hanya 11 orang. Lalu mengapa sekarang bisa membludak menjadi 22 orang?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:white;">Ramainya anggota Pansus yang ikut “jalan-jalan” tersebut tentu membebani anggaran. Besarnya anggaran yang akan dikeluarkan ini, juga sedikit disentil Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Sebagaimana surat Mendagri Nomor 099/2169/SJ tertanggal 28 Juli 2008 yang ditandatangani Sekjen Depdagri, Diah Anggraeni yang ditujukan kepada Gubernur Aceh. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:white;">Dalam surat tersebut, dinyatakan. Selain menyetujui rencana kunjungan Pansus XI dan tim eksekutif ke Belanda dan Swedia, Mendagri juga meminta, agar jumlah anggota yang berangkat dipertimbangkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:white;"><br />
Sesuai dengan Instruksi Presiden RI Nomor 11 Tahun 2005 tentang Perjalanan Dinas Luar Negeri dan Permendagri Nomor 20 Tahun 2005 tentang Perjalanan Dinas Luar Negeri bagi Pejabat Depdagri, Pemda, Pimpinan dan Anggota DPRD. Saran itu juga dimaksudkan untuk efisiensi anggaran. Karena, anggaran yang harus dikeluarkan untuk keberangkatan 29 orang itu, membutuhkan dana sebesar Rp 2,3 miliar selama 11 hari. </span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:white;">Angka tersebut berdasarkan pada jumlah dana yang akan diperoleh masing-masing anggota tim yang disebut-sebut Rp 80 juta. Rinciannya, untuk biaya transportasi, akomodasi Rp 48 juta/orang ditambah uang saku Rp 32 juta/orang. “Saya aneh saja. Jika sedang pembahasan mereka terkesan malas-malasan. Eh, waktunya keluar negeri kok semangat sekali. Apakah mau jalan-jalan atau hanya ingin mendapat uang saku yang lumayan besar,” ujar salah seorang staf DPRA yang tidak ingin disebutkan namanya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:white;">Pun begitu, Mukhlis Mukhtar tetap pada komitmennya. Tim ini akan tetap berangkat ke Swedia dan Belanda. Apalagi, politisi dari Fraksi PBR ini berdalih, izin keberangkatan tim ke luar negeri sudah didapat dari Mendagri untuk menjaring aspirasi masyarakat Aceh yang ada di dua negara tersebut, termasuk menjumpai tokoh puncak GAM, Tgk Muhammad Hasan Tiro di Stockholm, Swedia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:white;">Mukhlis Mukhtar juga membantah tudingan jika tim Pansus IX ini hanya untuk jalan-jalan dan menghabiskan anggaran. Menurutnya, misi kunjungan ke luar negeri bukan untuk memanfaatkan situasi, tetapi semata-mata untuk mendapat bahan tambahan bagi penyusunan Raqan Wali Nanggroe agar hasilnya nanti berkualitas. Ah yang benar. Kenapa harus malu-malu bilang untuk jalan-jalan?***</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:white;"> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/marthaandival.wordpress.com/165/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/marthaandival.wordpress.com/165/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marthaandival.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marthaandival.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marthaandival.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marthaandival.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marthaandival.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marthaandival.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marthaandival.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marthaandival.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marthaandival.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marthaandival.wordpress.com/165/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marthaandival.wordpress.com&blog=2423736&post=165&subd=marthaandival&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marthaandival.wordpress.com/2008/09/07/165/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eba7afea6214fc6a1b21b392fe71ee37?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Martha Andival</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://marthaandival.wordpress.com/2008/09/07/162/</link>
		<comments>http://marthaandival.wordpress.com/2008/09/07/162/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Sep 2008 01:13:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Martha Andival</dc:creator>
				<category><![CDATA[POLITIK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marthaandival.wordpress.com/?p=162</guid>
		<description><![CDATA[
Menanti Musim ”Gugur” Tiba
Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh menetapkan 30 bakal calon (Balon) anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang memenuhi syarat untuk diverifikasi faktual.
Senin, pekan lalu. Kantor Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh kembali ramai. Beberapa tim sukses calon anggota DPD RI 2009, hilir mudik. Dari wajah, terlihat ada kesan kecemasan, tidak sedikit yang berpeluh keringat. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marthaandival.wordpress.com&blog=2423736&post=162&subd=marthaandival&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<h2 style="text-align:center;"><span style="font-size:12pt;color:#00ccff;">Menanti Musim ”Gugur” Tiba</span></h2>
<h2 style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;color:#00ccff;">Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh menetapkan 30 bakal calon (Balon) anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang memenuhi syarat untuk diverifikasi faktual.</span></h2>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#00ccff;">Senin, pekan lalu. Kantor Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh kembali ramai. Beberapa tim sukses calon anggota DPD RI 2009, hilir mudik. Dari wajah, terlihat ada kesan kecemasan, tidak sedikit yang berpeluh keringat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#00ccff;">Tidak lama kemudian. Ketua Kelompok Kerja (Pokja) DPD KIP Aceh, Hj. Nurjani Abdullah, didampingi beberapa anggota KIP Aceh lainnya memasuki ruangan dan mengumumkan hasil verifikasi administrasi bagi calon anggota DPD RI yang telah mengembalikan formulir pendaftaran. </span></p>
<h2 style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;color:#00ccff;">Akhirnya, wajah-wajah cemas yang sedari tadi memenuhi ruangan, berubah dan tersenyum. Maklum, calon mereka ternyata lulus. Bahkan, dari 31 calon anggota yang diverifikasi, hanya satu orang yang gagal, yaitu Zainuddin Usman.</span></h2>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#00ccff;">Menurut Ketua Kelompok Kerja (Pokja) DPD KIP Aceh, Hj. Nurjani Abdullah, Kegagalan Zainuddin Usman dikarenakan kurangnya dukungan. “Dari 2000 dukungan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP), Zainuddin hanya melengkapi 125 lembar sehingga dinyatakan gugur,” kata Nurjani Abdullah. Akhirnya, 30 calon anggota DPD RI 2009, ditetapkan melalui Sidang Pleno KIP Aceh, Senin pekan lalu, di Kantor KIP Aceh, Jeulingke Banda Aceh. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#00ccff;">Dari daftar nama calon anggota DPD yang dikeluarkan KIP Aceh, terdapat nama-nama yang sudah tidak asing lagi di ranah politik. Sebut saja penulis buku pintar yang juga mantan Kepala Humas Komite Percepatan Pemekaran Provinsi ALA (KP3ALA), Iwan Gayo. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#00ccff;">Keikutsertaan Iwan Gayo tentu menjadi menarik. Sebab, dia merupakan pelopor keberangkatan seluruh kepala desa di Aceh Tengah ke Jakarta untuk meminta pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#00ccff;">Iwan Gayo sendiri sebelumnya sempat mengalami kesulitan memenuhi persyaratan KTP. Karena, Iwan Gayo masih memegang KTP Merah Putih yang tidak diperbolehkan untuk proses pendaftaran calon anggota DPD RI. Namun, hingga batas akhir yang diberikan, persyaratan itu mampu dipenuhi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#00ccff;">Selain Iwan Gayo, ada Dr Ahmad Farhan Hamid. Untuk melengkapi persyaratan, anggota DPR RI menyerahkan foto kopi KTP pendukung sebanyak 2554 orang dari 19 Kabupaten/Kota. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#00ccff;">Kemunculan Ahmad Farhan Hamid sendiri sempat mengejutkan beberapa kalangan. Maklum, Farhan telah meloloskan salah satu partai lokal. Namanya, Partai Bersatu Atjeh (PBA). Bahkan, PBA telah berhasil dari ”lubang maut” dan menjadi peserta Pemilu 2009 bersama lima partai lokal lainnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#00ccff;">Selanjutnya ada HT Bachrum Manyak. Anggota DPR Aceh yang telah dipecat dari partai yang membesarkannya (PDI-P, red) hingga hukuman peng-recall-an ini, juga ikut meramaikan bursa calon DPD RI tahun 2009. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#00ccff;">Sebenarnya, selain HT Bachrum Manyak, masih ada satu anggota DPR Aceh lainnya yang sempat berniat untuk mencalonkan diri. Entah kenapa, menjelang akhir pengembalian formulir, Mukhlis Mukhtar, politisi dari Partai Bintang Reformasi itu mengundurkan diri sebagai calon anggota DPD. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#00ccff;">Masih dari daftar nama itu. Ada dua Ketua DPRK yang lulus verifikasi administrasi. Mereka adalah Sukur Khobath, Ketua DPRK Aceh Tengah dan Ketua DPRK Kota Lhokseumawe, TA Khalid. Serta seorang anggota DPRK Banda Aceh, M. Amin Said SH Mhum. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#00ccff;">Dari ketiga anggota DPRK ini, bisa jadi yang paling mendapat perhatian adalah keikutsertaan Ir Sukur Kobath. Ketua DPRK Aceh Tengah ini disinyalir telah “menilep” uang anggota PETA Aceh Tengah. Sayangnya, hingga kini kasus tersebut tidak jelas status hukumnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#00ccff;">Menariknya, dari 30 calon anggota itu, ada seorang calon yang berprofesi sebagai petani dari Desa Bukit Rata Aceh Timur. Dia adalah Tgk Abdurrahman. Kemunculan Abdurrahman tentu menjadi daya pikat. Maklum, ia berani tampil diantara para calon yang sudah punya nama dan jabatan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#00ccff;">Begitu pun, tak berarti Tgk Abdurrahman tidak memiliki khans untuk bisa merebut salah satu kursi yang disediakan pemerintah pusat. Karena, kondisi dilapangan tidaklah menjamin seseorang bisa memperoleh suara banyak. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#00ccff;">Selain itu, ada anggota DPD RI periode lalu, Dra Hj Mediati Hanum. Helmi Hasan dan H Adnan NS. Keduanya berprofesi sebagai wartawan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#00ccff;">Ketua Pokja DPD KIP Aceh, Nurjani Abdullah mengatakan. Uji verifikasi faktual itu sendiri akan dilakukan di semua kabupaten/kota di Aceh oleh KIP kabupaten/kota masing-masing daerah. Setiap calon anggota DPD harus memiliki dukungan minimal 2000 yang tersebar di 50 persen kabupaten/kota atau minimal 12 kabupaten/kota di Aceh. ”KIP akan tetap bekerja professional. Siapapun dia jika tidak mampu memenuhi persyaratan saat verifikasi faktual, maka akan tetap gugur,” ujar Nurjani. Benarkah? Kita lihat saja.***</span></p>
<p class="MsoNormal">
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/marthaandival.wordpress.com/162/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/marthaandival.wordpress.com/162/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marthaandival.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marthaandival.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marthaandival.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marthaandival.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marthaandival.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marthaandival.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marthaandival.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marthaandival.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marthaandival.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marthaandival.wordpress.com/162/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marthaandival.wordpress.com&blog=2423736&post=162&subd=marthaandival&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marthaandival.wordpress.com/2008/09/07/162/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eba7afea6214fc6a1b21b392fe71ee37?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Martha Andival</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://marthaandival.wordpress.com/2008/08/31/151/</link>
		<comments>http://marthaandival.wordpress.com/2008/08/31/151/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Aug 2008 15:47:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Martha Andival</dc:creator>
				<category><![CDATA[PUISI BARU I]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marthaandival.wordpress.com/?p=151</guid>
		<description><![CDATA[Me-Mo-Ri-Al


Jika Aku menginginkan-Nya
Merindukan dan menyanyangi-Nya
Dalam setitik kepalsuan dan dusta
Aku pendosa


Jika&#8230;
Mata hati dan jiwaku
Dalam kepalsuan dan kebohongan
Aku sengaja dalam ketidaktahuan


Terlambat&#8230;
Semua telah akhir
Aku kalah dam kemunafikan





       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marthaandival.wordpress.com&blog=2423736&post=151&subd=marthaandival&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="color:#99cc00;">Me-Mo-Ri-Al</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">Jika Aku menginginkan-Nya</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">Merindukan dan menyanyangi-Nya</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">Dalam setitik kepalsuan dan dusta</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">Aku pendosa</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">Jika&#8230;</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">Mata hati dan jiwaku</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">Dalam kepalsuan dan kebohongan</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">Aku sengaja dalam ketidaktahuan</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">Terlambat&#8230;</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">Semua telah akhir</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">Aku kalah dam kemunafikan<br />
</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;"><br />
</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/marthaandival.wordpress.com/151/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/marthaandival.wordpress.com/151/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marthaandival.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marthaandival.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marthaandival.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marthaandival.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marthaandival.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marthaandival.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marthaandival.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marthaandival.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marthaandival.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marthaandival.wordpress.com/151/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marthaandival.wordpress.com&blog=2423736&post=151&subd=marthaandival&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marthaandival.wordpress.com/2008/08/31/151/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eba7afea6214fc6a1b21b392fe71ee37?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Martha Andival</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://marthaandival.wordpress.com/2008/08/31/149/</link>
		<comments>http://marthaandival.wordpress.com/2008/08/31/149/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Aug 2008 15:41:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Martha Andival</dc:creator>
				<category><![CDATA[PUISI BARU I]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marthaandival.wordpress.com/?p=149</guid>
		<description><![CDATA[Pra Ha Ra


Parah 
Dalam diam dan gelap aku masih bisa berkata

Dalam sepi aku pun bisa memaki




Mennagis dan selalu menjerit
memaki dan berteriak



Aku pengkhianat
Aku pendosa
Aku pembunuh 
Aku pendusta



Dalam cahaya bulan
Dalam keheningan sunyi



Aku tertipu&#8230;






       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marthaandival.wordpress.com&blog=2423736&post=149&subd=marthaandival&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h1 style="text-align:center;"><strong><span style="color:#ff6600;">Pra Ha Ra</span></strong><span style="color:#ff6600;"><br />
</span></h1>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;">Parah </span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;">Dalam diam dan gelap aku masih bisa berkata<br />
</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;">Dalam sepi aku pun bisa memaki<br />
</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;"><br />
</span>
</p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;">Mennagis dan selalu menjerit</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;">memaki dan berteriak</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;"><br />
</span>
</p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;">Aku pengkhianat</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;">Aku pendosa</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;">Aku pembunuh </span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;">Aku pendusta</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;"><br />
</span>
</p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;">Dalam cahaya bulan</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;">Dalam keheningan sunyi</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;"><br />
</span>
</p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;">Aku tertipu&#8230;</span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ff6600;"><br />
</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/marthaandival.wordpress.com/149/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/marthaandival.wordpress.com/149/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marthaandival.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marthaandival.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marthaandival.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marthaandival.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marthaandival.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marthaandival.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marthaandival.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marthaandival.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marthaandival.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marthaandival.wordpress.com/149/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marthaandival.wordpress.com&blog=2423736&post=149&subd=marthaandival&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marthaandival.wordpress.com/2008/08/31/149/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eba7afea6214fc6a1b21b392fe71ee37?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Martha Andival</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://marthaandival.wordpress.com/2008/08/26/138/</link>
		<comments>http://marthaandival.wordpress.com/2008/08/26/138/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 03:50:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Martha Andival</dc:creator>
				<category><![CDATA[CERPEN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marthaandival.wordpress.com/2008/08/26/138/</guid>
		<description><![CDATA[PRAHARA WANITA

”Sudah emak bilang, jangan dekati dia. Dia itu bajingan, keparat, maunya enak sendiri.”
Mimin tersenyum.Kata-kata emak tempo hari masih terngiang-ngiang.
Apa yang salah dengan dia. Bukankah dia orang baik, ganteng, bodi tegap, punya mobil, orang kantoran, banyak duit. Ah emak. norak amat. Nggak tahu jika wanita zaman sekarang begitu susahnya mendapat jodoh.
“Coba lihat tu gadis-gadis yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marthaandival.wordpress.com&blog=2423736&post=138&subd=marthaandival&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><strong><span style="font-family:Tahoma;color:red;">PRAHARA WANITA</span></strong></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">”Sudah emak bilang, jangan dekati dia. Dia itu bajingan, keparat, maunya enak sendiri.”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">Mimin tersenyum.Kata-kata emak tempo hari masih terngiang-ngiang.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">Apa yang salah dengan dia. Bukankah dia orang baik, ganteng, bodi tegap, punya mobil, orang kantoran, banyak duit. Ah emak. norak amat. Nggak tahu jika wanita zaman sekarang begitu susahnya mendapat jodoh.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">“Coba lihat tu gadis-gadis yang sudah berumur. pada antri semua untuk menjadi perawan tua. Emak, emak, bodoh amat sih. Aku kan wanita, susah nyari calon suami kaya dia,” Suara hati mimin membela diri.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">Dibandingkan jono, “Puih!!” pemuda kampungan itu, jika ingat dia rasa-rasanya aku mau muntah!. Miskin, tidak berpendidikan, jelek!.., nggak ah. Mending aku bunuh diri dari pada harus menjadi istri jono. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">”Min, emak cuma bilang, jangan mudah percaya dengan yang namanya lelaki. Mereka itu semuanya sama. Mau enaknya saja. Mereka itu bajingan</span><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">.”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">Ah emak, lagi-lagi bajingan-bajingan, emang semua laki-laki di dunia ini apa bajingan?. Jika begitu bapak dulu bajingan keparat juga dong, nggak kan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">Emang mimin pikirin. Lagian mas ifan udah janji mau menikahi mimin. Jika sudah nikah tentu emak juga yang senang. Derajat kita akan naik, mak. Banyak harta, rumah bertingkat, perhiasan, teve, kulkas, makanan enak, semuanya ada. Kemana-mana naik mobil, nggak usah lagi naik angkot yang bikin mimin pusing,sesak nafas.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">Ah emak, mentang-mentang ditinggal pergi bapak bukan berarti semua laki-laki itu bajingan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">Andaikan emak tahu, bagaimana mas ifan mampu membuatku jatuh cinta, tetapi semuanya terlalu indah untuk diungkapkan dengan kata-kata. Terlalu indah dan terlalu nikmat.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">Tapi emak, lagi-lagi bilang jika mas ifan itu yang menurutku merupakan pria yang paling hebat yang pernah kujumpai walaupun usianya sudah memasuki empat puluh lima tahun namun tetap gagah, adalah lelaki yang kurang ajar. Ah emak. Mimin semakin pusing dibuatnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">***</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">Dua hari lalu mas ifan mampir kerumah. Penampilan necis ala anak muda, setelan kaos oblong putih yang dipadu dengan jins biru seakan menambah kegagahan mas ifan. Mimin menjadi bergetar. Mas ifan mengajaknya jalan-jalan. Malam minggu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">Emak sempat memakinya didalam kamar. “Dasar anak kurang ajar, haram jadah, kau mau pergi dengan lelaki bajingan itu, hah!!” </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">”Dasar emak gila!!, jika memang tidak senang sama mas ifan hadapi dia dong, langsung jumpai mas ifan dan bilang bahwa mas ifan itu lelaki keparat, lelaki bajingan seperti yang selama ini emak katakan, jangan bisanya marah ama mimin doang.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">“Min, emak Cuma ingin mengingatkan bahwa kamu itu masih anak-anak. Masih tujuh belas tahun. Belom dewasa untuk urusan seperti ini. Apa nggak malu kamu dilihatin orang-orang, anak gadis kok berjalan berduaan dengan lelaki dewasa seperti dia. “Min, mau dikemanain muka emak, emak malu Min</span><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">.”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">”Bodo!!” Mimin langsung cabut.meninggalkan emak yang menurutnya terlalu ikut campur.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">Seperti kemarin-keamarin, dengan mobil bagusnya, mas ifan mengajaknya jalan-jalan, ke mall, belanja baju, make up, minyak wangi, nggak ketinggalan makan makanan enak, kentucky. lalu istirahat dihotel.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">Pertama sih mimin masih malu-malu dan rada takut menghadapi mas ifan, tapi lama-lama udah terbiasa. mimin siap menghadapi mas ifan yang selalu ingin melampiaskan rasa cintanya kepada mimin dengan letupan-letupan birahinya yang masih saja membara. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">“Aku jatuh cinta pada lelaki yang selalu emak maki, lelaki bajingan.” Mimin tersenyum.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">***</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">Mimin hamil. Ya, hamil. Benih mas Ifan telah bersarang di dalam rongga tubuh yang paling dicintainya. Benih cinta mas ifan telah menyatu dalam tubuhnya, membentuk segumpal darah yang emak kata adalah darah bajingan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">“Bajingan!!”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">“Bajingan!!”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">“Dasar wanita kotor!!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">Emak menamparnya berkali-kali, menjambak rambut panjangnya. Memaki-maki. “Dasar anak anjing keparat, anak tidak tahu diuntung, anak bajingan. Mau-maunya engkau bersetubuh dengan laki-laki bajingan keparat itu. Dasar anak bodoh!!</span><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">Mimin diam. “Mas ifan udah janji akan menikahiku, sehingga aku rela tubuh mas ifan terus-menerus menelanku, menelanjangiku dengan cintanya. Menyuntikkan benih birahinya kedalam rahimku. Aku jatuh cinta.” suara hati mimin yakin.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">Aku mencintai mas Ifan. Dada bidangnya, senyum manisnya, kumis tipisnya, kenakalannya, uangnya, mobilnya, semua aku cinta. “Hanya emak yang memakinya, bajingan keparat. Bajingan-bajingan, emang semua laki-laki di dunia ini bajingan. Jika begitu bapak dulu bajingan keparat juga dong, nggak kan”, bentak mimin kesal.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">”Min..mimin, emak sudah bosan, capek. Kamu itu anak tidak punya otak. Bodoh!!. Otakmu itu seperti otak binatang. Pikirkan!!,” jeritan emak semakin meninggi. air mata emak terjatuh. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">Mimin tersentak, ketakutan. emak menagis. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">“Kasihan emak, ia telah melahirkanku, merawatku seorang diri tanpa kehadiran seorang suami. tetapi mak, aku terlanjur cinta.”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">***</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">Mimin membetulkan kerudung lusuh dikepalanya, sebuah kerudung pemberian teman wanita sekamarnya, yang sangat setia memberinya pelajaran-pelajaran hidup. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">Alhamdulillah. Bibir mungilnya terus bertasbih. Langkah kakinya masih kuat, seperti 10 tahun lalu. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">Seorang wanita tua berkerudung telah menantinya sedari pagi, menanti dalam penantian kesabaran dan cinta. Wanita tua itu tidak sendiri, seorang gadis cilik mengapit erat tangan kirinya, wajahnya menyiratkan sebuah kerinduan yang tiada tara. Kerudung mungilnya terombang-ambing tertiup angin yang masuk dari celah-celah jendela.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">Air mata mimin terjatuh. Gadis cilik itu adalah anak dari buah birahinya dengan mas ifan, sepuluh tahun yang lalu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">Ia terbayang akan kejadian itu. yang telah membawa perubahan dalam hidupnya, dari seorang gadis remaja menjadi seorang wanita yang sesungguhnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">”Min, lelaki itu,” suara emak tertahan.. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">“Lelaki yang sangat kau cintai dan engkau bangga-banggakan selama ini, lelaki yang selalu menyebabkan emak memarahimu dan engkau balas memaki emakmu ini, adalah lelaki yang darahnya, cintanya pernah ada didalam tubuh emak. Dia adalah lelaki yang pernah emak peluk mesra dengan ciuman dan kecupan-kecupan nakal, lelaki yang selalu memasuki tubuh emak dengan darah-darah birahinya, darah yang membentuk segumpal daging, daging yang membentuk sebuah orok manusia yaitu engkau, min. dia ayah kandungmu!</span><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">Mimin pusing. ternyata emak menyimpan sebuah kisah yang tak mampu ditahannya. mimin menganggap dirinya sebagai korban, korban emak dan korban bapaknya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">Perut mimin semakin membesar. Mas ifan masih terus menyuntikkan benih cintanya ketubuh mimin. Tetapi malam itu mimin begitu buas. Wajah emak terbayang-bayang di matanya. Setiap himpitan tubuh mas Ifan yang semakin kuat menindih tubuhnya, sekuat itu pula bayangan wajah emak menjerit di pelupuk mata. Peluh membasahi tubuh mereka, merangkulnya, desahan-desahan nafas mas Ifan semakin jelas menggambarkan wajah emak.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">Mimin semakin buas. menciumi dan menjilati seluruh lekuk-lekuk tubuh lelaki itu, menikmati segalanya. Hingga sampai pada sebuah gundukan daging keras, menjilatnya, lalu.. lalu.. dan lalu menggigitnya dengan sekuat tenaga yang telah disimpan beberapa hari.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">Putus!!. Mas Ifan yang dicintainya menjerit dan memaki sekeras-kerasnya, “Dasar wanita setan, anjing, lonte busuk!!</span><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">.”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">Semua terlambat. Pisau ditangan mimin telah bersarang di tubuhnya. Menghemburkan darah segar. Darah yang telah menyatu dengan darahnya. Darah yang kata emak adalah darah bajingan, darah keparat.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">Air mata mimin kembali membuncah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">”Emak</span><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">….”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">Mimin berlari. Menghampiri emak. Mencium kedua kakinya. Mohon ampun.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">‘Mak, Sepuluh tahun sudah aku di lembaga permasyaraktan ini. apakah emak sudi menerimaku menjadi seorang wanita seperti emak.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">”Sudahlah, Min. Tidak ada yang perlu disesali. Hidup akan terus berjalan. Tegarkan hatimu, seperti karang tengah lautan. Teguhkan langkahmu, seperti gunung yang selalu tegak teguh. Berbuatlah kebaikan, seperti matahari yng selalu bersinar demi manusia, tidak perduli manusia itu jahat ataupun baik</span><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">“Emak, engkau dan anakmu ini, harus tetap berjalan. Lagi dan lagi, sampai kita tiada lagi, min.</span><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;color:lime;">“Emak…maafkan aku. Engkau adalah wanita yang terbuang oleh nasib. Terasing oleh keluarga. Terpasung oleh lingkungan. Namun engkau tetap berjalan merawatku, membesarkanku dengan cinta, mendidikku menjadi wanita yang sesungguhnya.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/marthaandival.wordpress.com/138/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/marthaandival.wordpress.com/138/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marthaandival.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marthaandival.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marthaandival.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marthaandival.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marthaandival.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marthaandival.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marthaandival.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marthaandival.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marthaandival.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marthaandival.wordpress.com/138/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marthaandival.wordpress.com&blog=2423736&post=138&subd=marthaandival&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marthaandival.wordpress.com/2008/08/26/138/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eba7afea6214fc6a1b21b392fe71ee37?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Martha Andival</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://marthaandival.wordpress.com/2008/08/26/133/</link>
		<comments>http://marthaandival.wordpress.com/2008/08/26/133/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 03:47:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Martha Andival</dc:creator>
				<category><![CDATA[POLITIK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marthaandival.wordpress.com/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[Saat Qanun Mengalahkan Undang-Undang?
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mencabut syarat baca Al-Qur’an bagi Partai Nasional, namun tidak bagi Partai Lokal. Akankah politisi Parlok melakukan Yudicial Review?
Keputusan pencabutan prasyarat baca Al-Qur’an itu dikeluarkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), melalui surat tertanggal 18 Juli 2008, Nomor: 188.341/2049/Sj, yang ditujukan kepada Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Irwandi Yusuf. 
Dalam surat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marthaandival.wordpress.com&blog=2423736&post=133&subd=marthaandival&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:center;" align="center"><span style="color:#ffff00;"><strong><span style="font-family:Arial;">Saat Qanun Mengalahkan Undang-Undang?</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;color:#ffff00;">Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mencabut syarat baca Al-Qur’an bagi Partai Nasional, namun tidak bagi Partai Lokal. Akankah politisi Parlok melakukan <em><span>Yudicial Review?</span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;color:#ffff00;">Keputusan pencabutan prasyarat baca Al-Qur’an itu dikeluarkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), melalui surat tertanggal 18 Juli 2008, Nomor: 188.341/2049/Sj, yang ditujukan kepada Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Irwandi Yusuf. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;color:#ffff00;">Dalam surat tersebut, Mendagri HM Mardiyanto, menyatakan. Pasal 36 Qanun Nomor 3 Tahun 2008 yang mengatur tentang persyaratan dapat membaca Quran bagi calon anggota DPRA dan DPRK dari partai politik harus dicabut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;color:#ffff00;">Pencabutan Pasal 36 dalam Qanun Tentang Partai Politik Lokal Peserta Pemilu Anggota DPRA dan DPRK ini, tentu menambah daftar kekecewaan Aceh, khususnya bagi Partai Lokal terhadap pemerintah pusat. Bayangkan, Mendagri dengan jelas menghapus ketentuan baca Qur’an bagi partai nasional di Aceh, sedangkan bagi partai lokal tidak. Menariknya, pihak DPR Aceh hingga kini justru belum juga menyampaikan sikap terhadap surat Mendagri tadi. Yang ada malah, saling bertolak kisah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;color:#ffff00;">Wakil Ketua DPR Aceh, Raihan Iskandar mengatakan. Hingga kini, DPRA belum bisa menyampaikan sikap karena masing-masing fraksi belum memberikan pendapatnya terhadap isi surat Mendagri. “Mekanisme setuju atau tidaknya DPRA terhadap klarifikasi Mendagri baru bisa disampaikan kepada publik setelah masing-masing fraksi memberikan pendapat dan dibawa ke Panmus,” ujar Raihan Iskandar. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;color:#ffff00;">Dalam surat itu, Mendagri menulis. Pemerintahan Aceh hanya berwenang mengatur tentang partai politik lokal (Parlok), sedangkan partai politik nasional (Parnas) tetap menggunakan peraturan sendiri yang berlaku secara nasional. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;color:#ffff00;">Selain masalah penghapusan baca Qur’an. Mendagri juga mempertanyakan Pasal 13 (ayat 1 huruf c). Mendagri meminta penjelasan menyangkut indikator yang jelas terhadap uji kemampuan baca Quran sehingga tidak menimbulkan konflik dalam penerapannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;color:#ffff00;">Menurut Mendagri HM Mardiyanto, sebagaimana tertera dalam surat tersebut. Partai Nasional tetap menggunakan peraturan sendiri yang berlaku secara nasional. Sedangkan Pemerintahan Aceh hanya berwenang mengatur tentang partai politik lokal (parlok). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;color:#ffff00;">Masih terkait dengan pasal syarat baca Quran bagi anggota legislatif. Mendagri menjelaskan, agar tidak bertentangan dengan kepentingan umum, peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi dan tidak bersifat diskriminasi, maka dalam persyaratan menjadi calon anggota DPRA dan DPRK disarankan uji baca Quran dapat dilakukan oleh masing-masing partai politik.</span></p>
<p><span style="color:#ffff00;">Keputusan dari Mendagri ini memang sudah diperkirakan sebelumnya. Berbagai kalangan menilai, pencabutan terhadap Pasal 36 Qanun Nomor 3 tahun 1998 ini, karena pasal tersebut bertentangan dengan UU Partai Politik yang sudah ada.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;color:#ffff00;">Hal ini dibenarkan Muhammad Taufiq Abda, Ketua Partai SIRA. Dia mengatakan, dari awal pencantuman persyaratan uji mampu baca Quran itu memang sudah bertentangan dengan UU Nomor 10 tahun 2008 tentang Pemilu dan UU Nomor 11/2006 tentang Pemerintahan Aceh yang mengatur ketentuan pencalnan calon anggota partai politik nasional. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;color:#ffff00;"><br />
Namun begitu. Apapun alasannya, perbedaan ini jelas sebuah tindakan diskriminasi. Beberapa pengurus partai lokal saat dimintai pendapatnya mengaku tidak terkejut dengan surat Mendagri. Namun demikian, Mendagri perlu meninjau ulang keputusannya. “Karena tindakan ini berpeluang menimbulkan konflik baru bagi Aceh. Kalau konflik ini terjadi maka DPRA dan Pemerintah Pusat harus bertanggungjawab,” ujar Thamren Ananda, Sekjen Partai Rakyat Aceh. </span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;color:#ffff00;">Bukan hanya dari kalangan partai lokal, sebagian partai nasional di Aceh juga menolak klarifikasi Mendagri yang mengusulkan pencabutan pasal 36 tentang persyaratan uji mampu baca Quran bagi caleg dari partai politik nasional. Penolakan itu datang dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;color:#ffff00;">Partai Amanat Nasional (PAN) misalnya. Menurut Ketua Fraksi PAN DPRA, Zainal Arifin, sebenarnya tidak ada perubahan dalam pasal 36 meski Mendagri minta bunyi pasal 36 itu dicabut, karena bertentangan dengan aturan yang lebih tinggi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;color:#ffff00;">Begitu juga dengan Partai Keadilan Sejahtrera (PKS). Ketua DPW PKS Aceh, Ghufron, mengatakan. Usulan pencabutan pasal 36 oleh Mendagri, tidak hanya membuat diskriminasi bagi calon anggota legislatif dari partai lokal (parlok), melainkan juga telah melanggar asas ke-Islaman yang terdapat dalam Bab VI, pasal 20 UU Nomor 11 tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh dan UU Nomor 44 Tahun 1999 tentang Keistimewaan Aceh. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;color:#ffff00;">Sekedar mengulang. Proses penetapan pasal baca Qur’an pada Qanun Nomor 3 tahun 2008 itu memang sedikit unik. Guna menyepakati persyaratan baca Qur’an itu, pihak DPR Aceh melakukan voting terbuka menjelang pengesahan qanun tersebut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;color:#ffff00;">Dari 44 orang anggota DPR Aceh yang hadir saat Sidang Paripurna pengesahan Qanun tersebut, sebanyak 33 anggota DPRA yang menyetujui agar persyaratan baca Qur’an dimasukkan kedalam Qanun Tentang Partai Politik Lokal Peserta Pemilu Anggota DPRA dan DPRK. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;color:#ffff00;">Sayangnya, hingga kini, DPR Aceh justru belum menentukan sikap terhadap surat Mendagri itu. Meski Pimpinan DPRA sudah menerima tembusan surat Mendagri yang ditujukan kepada Gubernur Aceh, tapi secara resmi Gubernur Aceh belum menyampaikan ke DPRA untuk menanggapi surat tersebut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;color:#ffff00;"><br />
Menurut tim ahli DPR Aceh, Mawardi SH. M.Hum. Apa yang disampaikan Mendagri terhadap klarifikasi Pasal 13 dan 36 Qanun Nomor 3 Tahun 2008, punya dasar hukum yang kuat. Jika Pemerintahan Aceh (Gubernur dan DPRA) menolak klarifikasi Mendagri tadi, maka harus mampu menyampaikan dasar hukum yang kuat pula. “Karena, dalam aturan persyaratan Caleg secara nasional, mengenai baca Quran belum diatur dalam UU Pemilu Nomor 22 Tahun 2008,” jelas Mawardi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;color:#ffff00;"><br />
Setelah persyaratan itu masuk ke dalam Qanun Nomor 3 Tahun 2008, dan kini Mendagri mengklarifikasi dan meminta pasal 36 harus dicabut, sedangkan terhadap pasal 13 minta dijelaskan indikator uji kemampuan baca Quran. Ini berarti, Mendagri melaksanakan fungsi pengawasanya terhadap produk yang dihasilkan DPRA. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;color:#ffff00;"><br />
Selain itu, menurut UU, Pemerintah Pusat juga bisa menggugurkan qanun yang telah disahkan DPRA, tapi harus melalui Peraturan Presiden. Ini belum dilakukan Mendagri, karena hal itu bisa mengganggu kelancaran tahapan pelaksanaan pendaftraan caleg, karena itu ia hanya meminta supaya Pasal 36 dicabut dan Pasal 13 dijelaskan indikatornya. </span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;color:#ffff00;">Tim Ahli DPR Aceh, Mawardi juga menilai. Kebijakan Mendagri tersebut bukan sebuah kebijakan yang bisa membatalkan qanun. Sebab, pemerintah Aceh dan DPRA masih diberi kesempatan untuk memperbaikinya terhadap klausul atau pasal yang dinilai bertentangan dengan undang-undang yang kedudukannya lebih tinggi, seperti halnya UU Nomor 10/2008 tentang Pemilu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;color:#ffff00;">Jadi, menurut Mawardi lagi. Semua ini terserah DPR Aceh dan Gubenur Irwandi Yusuf dalam menyikapinya. Nah, akankah DPR Aceh melakukan yudicial review ke Mahkamah Agung terhadap keputusan Mendagri? Atau membiarkan praktik diskriminasi aturan berlangsung? Kita lihat saja.***</span></p>
<p class="MsoNormal">
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/marthaandival.wordpress.com/133/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/marthaandival.wordpress.com/133/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marthaandival.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marthaandival.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marthaandival.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marthaandival.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marthaandival.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marthaandival.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marthaandival.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marthaandival.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marthaandival.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marthaandival.wordpress.com/133/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marthaandival.wordpress.com&blog=2423736&post=133&subd=marthaandival&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marthaandival.wordpress.com/2008/08/26/133/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eba7afea6214fc6a1b21b392fe71ee37?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Martha Andival</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://marthaandival.wordpress.com/2008/08/26/131/</link>
		<comments>http://marthaandival.wordpress.com/2008/08/26/131/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 03:43:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Martha Andival</dc:creator>
				<category><![CDATA[CERPEN TERBARU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marthaandival.wordpress.com/2008/08/26/131/</guid>
		<description><![CDATA[


Mentari Dibalik jeruji
Sebuah kisah yang dihimpun dari berbagai sumber..
Matahari mulai menghangati bumi. Pancaran sinarnya tak hanya menyinari permukaan tanah, tetapi juga mencoba menembus jeruji-jeruji besi yang setia menemani kami. Seolah-olah berusaha untuk membuang pengap yang menyengat. Bau pesing manusia, bau keringat, bau mulut dan bau ketiak semuanya bersatu dan bertebaran menghiasi ruangan kecil seukuran tiga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marthaandival.wordpress.com&blog=2423736&post=131&subd=marthaandival&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><strong><br />
</strong>
</p>
<p style="text-align:center;"><strong>Mentari Dibalik jeruji</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:darkred;">Sebuah kisah yang dihimpun dari berbagai sumber..</span></p>
<p style="text-align:justify;">Matahari mulai menghangati bumi. Pancaran sinarnya tak hanya menyinari permukaan tanah, tetapi juga mencoba menembus jeruji-jeruji besi yang setia menemani kami. Seolah-olah berusaha untuk membuang pengap yang menyengat. Bau pesing manusia, bau keringat, bau mulut dan bau ketiak semuanya bersatu dan bertebaran menghiasi ruangan kecil seukuran tiga kali lima ini. Deburan ombak nun jauh jauh disana terdengar bergemuruh. Dipendengaranku ia lebih mirip sebuah alunan lagu keputusasaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Pemerintah memang sangat cerdik dalam membangun bangsal penahanan. Dengan meletakkan bagunan ditengah pulau yang jauh dari pulau-pulau lainnya akan menjamin para tawanan tidak akan ada yang berani kabur. Bila berani kabur juga, jika bukan senjata polisi pulau maka ikan-ikan buas yang akan menjadi ancaman serius yang lebih mematikan.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku membalikkan badan, lelah dan bosan. Ntah mengapa hari ini sipir belum juga membuka kunci jeruji yang memasung ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Seseorang beranjak malas, dari tempat tidur yang hanya beralaskan tikar lusuh. Dengan langkah gontai ia mendekati pintu. “Dreukkk… drekkk…. drukkk..!!!”. Tangan kekarnya menggoyang-goyangkan jeruji besi yang menghalangi kami dari dunia luar, seolah-olah akan merebohkannya. Mungkin maksud hati agar sang sipir segera membuka kunci jeruji ini. Mulutnya mengeram kesal. Ia membalikkan tubuhnya, kembali keperaduannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kami memandangnya. Dengan keras ia merebahkan tubuhnya keatas dipan yang tidak layak digunakan lagi. Kami memandangnya, lelaki itu beranjak bangun kembali. Memandangi kami satu persatu. Semuanya diam. Sudah tahu apa yang dinginkan dan apa yang akan dilakukannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Lelaki yang kami kenal sebagai tuan besar, alias boss dibangsal kami ini mulai melepaskan satu persatu helaian kain yang melekat ditubuhnya. Bugil. Bau dekil yang sudah memenuhi ruangan pengap ini serasa semakin menganga. Bau yang keluar dari ketiak, selangkangan, lipatan kulit dan bulu-bulu yang bergelantungan ditubuhnya. Bau itu terasa menusuk-nusuk hidung kami yang berada disekitarnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ia mendekati seorang pemuda yang baru seminggu bergabung bersama kami. Pemuda itu pun sudah faham akan tugas yang harus dilakoninya. Pemuda itu melepaskan seluruh pakaiannya. Aku memalingkan pandangan kearah lain. Mencoba menghirup udara segar sinar matahari yang masuk dari celah-celah jeruji. Beberapa diantara kami menutup kuping. karena suara desahan dua insan yang sedang menikmati surga dunia itu dapat membangkitkan syahwat terlarang. Syahwat yang mampu merubah otot dan syaraf manusia normal menjadi manusia yang aneh. Aneh karena keterpaksaan dan ketidakberdayaan…………..</p>
<p style="text-align:justify;">Seorang sipir datang, tangannya menggenggam ratusan kunci. Ia memandang satu persatu wajah kami. Wajahnya tersenyum saat melihat dua orang lelaki dibelakang kami sedang bergumul bugil. Erangan-erangan mereka begitu jelas terdengar, seolah saling berkerjaran dengan debur ombak yang selalu menghiasi pendengaran kami. Sipir tersebut tidak mempedulikannya. Ia segera membuka pintu jeruji yang menyiksa kami, lalu berlalu. Membuka jeruji-jeruji lainnya yang berdampingan dengan kamar kami.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku dan teman-teman bangsal berhamburan keluar. Mencoba membuang rasa mual, penat, bau anyir dan amis yang telah menyelimuti kami sejak kemarin sore. Beberapa penghuni dari kamar lainnya ikut berhamburan memenuhi lapangan rumput yang berada tepat di depan setiap kamar mereka. Lapangan mungil seolah dipaksakan untuk menampung puluhan manusia.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak lama kemudian, pemuda yang telah digagahi tuan besar tadi keluar dengan keringat yang membasahi wajah dan tubuhnya. Rambutnya acak-acakkan. Bagian depan celana kumalnya terlihat basah, mungkin bekas lelehan air mani yang tidak sempat mereka bersihkan. Dibelakang pemuda tersebut menyusul boss kami. Penampilannya tidak jauh berbeda dengan apa yang kami lihat pada pemuda berusia sembilan belas tahunan tadi. Bahkan lebih parah. Bahkan ia sepertinya lupa untuk mengancing celana lea yang dikenakannya. Karena bulu-bulu halus menyembul keluar dari celah reslitingnya.</p>
<p style="text-align:justify;">“ teng……!!! teng…..”</p>
<p style="text-align:justify;">Suara lonceng membuyarkan pandangan dan pikiran kami. Bergegas kami menuju ruang antrian yang sangat memuakkan. Hanya demi semangkuk bubur -<em>lebih layak disebut makanan bebek-</em> kami harus antri berjam-jam. Namun apa boleh buat. Karena makan siang pun tidak bisa diharap untuk dapat mengenyangkan rasa lapar yang selalu mendera kami.</p>
<p style="text-align:justify;">Penjara memang sebuah kesialan. Manusia tidak lebih baik dari seekor anjing bila telah berada didalam jeruji besi. Karena jeruji besi belum tentu menjadikan manusia menjadi lebih baik. Malah bisa sebaliknya. Karena hukum rimba berlaku di dalamnya. Hak asazi manusia diabaikan. Semua hukum manusia dapat hilang seketika, bahkan hukum Tuhan sekalipun. Nyawa manusia dalam jeruji benar-benar tidka berharga.</p>
<p style="text-align:justify;">Bila sebelum masuk seseorang tidak pernah merasakan ganja kering, minuman keras, sabu-sabu dan semua jenis obat-obatan terlarang. Justru dipenjara seseorang bisa menikmati itu semua. Bila semula ia hanya merasakan desah nafas seorang wanita, maka jangan heran bila keadaan itu akan berubah. Seorang-laki-laki akan jatuh cinta dengan laki-laki lain hanya untuk menyalurkan hasrat seksualnya. Parahnya, perbuatan laknat itu terkadang akan terus dibawa hingga ia keluar dari dalam jeruji.</p>
<p style="text-align:justify;">________<br />
Aku tersentak. Seorang sipir yang bertugas membagikan jatah bubur pagi ini memakiku dengan sebutan babi. Hanya karena ia melihatku menyalip seseorang antri antri makanan. Aku sudah berusaha untuk tidak terlihat, namun lapar diperukku sudah tidak dapat kutahan lagi.
</p>
<p style="text-align:justify;">Seorang sipir menyeretku, boss kamarku ikut memegangiku. Mereka berdua membawaku dalam ruangan interogasi yang paling ditakutkan oleh seluruh penghuni jeruji besi ini. Teman-teman sekamar denganku menatapku tanpa ekspresi. Hanya seseorang yang memeperhatikanku, menatapku dengan rasa iba. Hatiku bergemuruh. Kulihat air matanya jatuh membasahi kedua pipinya. Aku benar-benar merasakan rasa itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemarin aku melihat dirinya digagahi oleh seorang pemuda. Ia sempat menjerit panjang menahan sakit yang amat sangat. Tapi jeritan itu seketika dihentikannya, saat aku memandang matanya yang penuh luka dan duka. Aku memalingkan wajahku, karena aku bisa merasakan sakit yang tengah dirasakannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan tangan terborgol aku dipaksa duduk dalam ruangan yang&#8230;&#8230;&#8230;. <span style="color:fuchsia;">Bersambung&#8230;.</span>..</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/marthaandival.wordpress.com/131/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/marthaandival.wordpress.com/131/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marthaandival.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marthaandival.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marthaandival.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marthaandival.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marthaandival.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marthaandival.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marthaandival.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marthaandival.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marthaandival.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marthaandival.wordpress.com/131/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marthaandival.wordpress.com&blog=2423736&post=131&subd=marthaandival&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marthaandival.wordpress.com/2008/08/26/131/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/eba7afea6214fc6a1b21b392fe71ee37?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Martha Andival</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>