Standard


RINTIHAN HATI YANG TERCABIK

Desiran untaian azan tersirat deras

Dalam kepiluan teriknya intan

Bengar kacau tenggelam

Menggaruk mukaku yang bernanah

Penuh nista benci

Membusuk!

Berabad-abad!

Dengki membuku tebal di kamarmu

Wahai jiwa yang keparat. Maaf!

Sedikit kasar aku utarakan namamu

Yang telah menggrogot habis kesabaranku

Kau bernyanyi bersama suara jelekmu itu….

Aneh…….

Mangapa kau bangga akan dosa mu?

Sialan kau!

Jiwa apa yang kau pilih hai wanita busuk!

Kau hancurkan kebijaksanaan ayahku.

Kau kubur hati adikku dalam Lumpur ketakutan

Kau bunuh waktu buat kami bercumbu.

Batu!

Hentakan kakimu

Derap membuat hati adikku sempilu

Semakin terenyah jika kau melihat mereka bersatu.

Lalu mereka seakan bermimpi kematian

Ya berharap berlari dari gonggongan anjing.

Gonggongan mu!

Telingaku semakin perih

Kau lantunkan terus omong kosong itu

Ketika aku mencari secercah bayang ibuku

Kau! Kau hancurkan untaian itu.

Pergi!

Pergi kau dari kehidupan ayahku!.

Pergi kau dari belahan keluargaku!

Pergi kau bersama ego mu itu!

Bukankah kau bangga wahai nona?

Ya. Nona gila!

Oya…

Hampir lupa

Malam kemarin

Dimana topeng busukmu kau simpan?

Akh

Jangan-jangan sudah kau telan mentah

Ha..ha…ha…ha

Aku yang gila?

Atau kau yang gila?

Busuk!!

28 april 2008, kualasimpang

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s