Menjual Handphone Demi PSK

Standard

“Aku penasaran Bang, cewek di salon itu cantik banget. Bahkan ada yang mirip artis Luna Maya,” kata salah seorang remaja laki-laki.

Handphone_qwertyPercaya atau tidak, itulah salah satu celoteh dari remaja yang sempat di temui media ini pekan lalu di Banda Aceh. Agaknya, dunia prostitusi menjadi sisi lain dari kehidupannya. Ternyata, selain rokok dan narkoba, remaja di Aceh sudah menjadi pelanggan aktif dan berani mendatangi tempat-tempat prostitusi. Salah satunya salon kecantikan yang kian menjamur di Banda Aceh.

Gemerlap kehidupan malam di kafe atau tempat-tempat hiburan lain, memang telah menjadi sajian hiburan bagi para laki-laki hidung belang di kota-kota besar, tak terkecuali Aceh. Tragisnya, dunia “kebebasan” itu, telah menyeret para laki-laki remaja yang tengah mencari jadi diri.

Indahnya kehidupan malam, ditambah kurangnya perhatian orang tua serta pengaruh lingkungan, menjadi belenggu bagi para remaja, yang kemudian terjurumus pada tindakan kriminal (Baca MODUS ACEH No.32: Remaja Aceh, Rokok dan Narkoba).

Ujung-ujungnya, muncul praktik Sex Bebas alias Prostitusi.Sebut saja Andi (bukan nama sebenarnya–red), adalah contoh remaja yang mulai keranjingan menikmati dunia prostitusi di Banda Aceh. Remaja yang baru menamatkan bangku SMU tahun lalu ini, merupakan satu dari banyaknya remaja yang terbiasa mendatangi salon-salon di kota ini.

Kepada media ini dia mengakui, dunia malam bersama pekerja seks komersial (PSK), bukanlah hal baru. Sebelumnya, dia sudah beberapa kali melakukan hubungan badan dengan pacarnya. Perbuatan terkutuk itu dijalani, saat masih duduk di bangku SMU.

Dari situlah, Andi mengaku ketagihan dan tidak bisa menahan diri. Jika ada uang, Andi segera mendatangi salon-salon yang menyediakan jasa esek-esek tadi. Sudah beberapa salon di Banda Aceh ia datangi. Semuanya untuk mencari rasa yang berbeda, ungkap Andi.

Bukan hanya itu. Andi rela menjual handphone hanya untuk bisa melampiaskan hasrat seksnya dengan seorang PSK di salon. Bulan lalu misalnya. Andi terpaksa menjual handphone yang baru dibelinya hanya gara-gara kerinduannya pada salah seorang PSK di salon yang diakuinya sangat mirip dengan Luna Maya, seorang artis ibu kota.

Andi bahkan tidak merasa takut, saat melakukan hubungan badan secara tiba-tiba di gerebek aparat keamanan atau petugas WH. “Saya tidak takut, Bang. Selama ini, saya merasa aman-aman saja dan orang juga tahu salon itu sebagai tempat esek-esek. Buktinya mereka tidak menggerebek,” ujar Andi yakin.

Parahnya, sebagaimana pengakuan Andi, tamu-tamu yang datang ke salon itu bukan hanya dari kalangan orang dewasa. Andi sudah beberapa kali melihat pelanggan salon adalah remaja seusianya. Antara 17 hingga 20 tahun.

Apakah Andi tidak takut dengan bahaya AIDS? Tentu Andi takut. Tapi sayang, semuanya terkalahkan oleh nafsu dan “lahan jajanan” yang terbuka bebas untuk dinikmati. Andi belum tahu, sampai kapan dirinya akan bisa berhenti, untuk tidak mendatangi salon-salon itu. Karena, hingga kini, ia masih terbayang-bayang dengan salah seorang PSK yang wajahnya mirip dengan Luna Maya tadi.

Entah sadar atau tidak. Kehidupan Andi bisa jadi merupakan potret hitam dari semakin tipisnya penerapan nilai agama dan adat istiadat di Aceh. Disisi lain, pukulan telak bagi Pemerintah Aceh yang selama ini begitu kuat mendengungkan syariat Islam. Sementara, salon-salon penyedia layanan seks, berkedok rumah kecantikan, terus tumbuh bak jamur di musim hujan. Adakah yang salah?***

Sumber : modus Aceh

Awalnya merokok, Lalu?

Remaja Aceh Dalam Bahaya

Rokok Dan NArkoba Remaja Aceh

Yayasan Psikodista

Remaja Aceh dan Prostitusi

Ganja dan Pesantren

Nyimeng siapa Takut

Rokok dan Gaya Hidup Remaja Aceh

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s