Geliat Ekonomi di Pesisir Krueng Raya

Standard

Deburan ombak menyapu pantai di sepanjang kawasan Krueng Raya Aceh Besar. Siang itu, langit lumayan cerah, sehingga hamparan birunya air laut seolah mengundang siapa saja yang lewat untuk singgah. Pemandangan pantai begitu mempesona.

Kini, sepanjang pesisir di kawasan antara Ladong menuju Krueng Raya memang semakin ramai saja. Bibir -bibir pantai yang semula sepi dan hanya ada deburan ombak laut, kini semakin ramai dan semarak sejak warga setempat membangun cafe-cafe disepanjang bibir pantai yang dikelilingi oleh beton penahan ombak itu.

Ada yang lain tentunya. Geliat ekonomi masyarakat setempat mulai terlihat nyata. bungalo-bungalo dibangun warga untuk menambah pendapatan keluarga yang secara tidak langsung telah membuka lapangan kerja bagi warga sekitar yang selama ini hanya mengandalkan pertanian dan mencari ikan sebagai tulang punggung perekonomian mereka.

Di sepanjang pesisir pantai itu, deretan cafe, warung makan, serta bungalo peristirahatan semakin menjamur. Entah siapa yang memulai, namun, cafe-cafe itu telah menjamur dan masih banyak cafe baru yang dalam pembuatan.

Maimun, salah satu pemilik cafe dipesisir pantai itu mengatakan. Dirinya sudah setahun lebih mengelola cafe sederhana. Bersama dua anaknya, Maimun mengaku hanya menyediakan makanan biasa untuk ditawarkan kepada pengunjung. seperti mie Aceh, kelapa muda dan beberapa minuman ringan.

Dalam sebulan, sebut Maimun, dirinya mampu memperoleh keuntungan bersih sebesar lima sampai tujuh juta rupiah. “Jika cafe kami bisa menyediakan ikan dan ayam bakar tentu pendapatan bisa lebih,” kata Maimun.

Saat ditanya siapa yang emulai usaha di pinggiran pantai ini, Maimun mengaku tidak tahu. Yang pasti, sebut Maimun, kehadiran cafe-cafe ini mula muncul sejak setahun pasca tsunami lalu.

Inilah salah satu geliat ekonomi warga di pesisir pantai antara Ladong – Krueng Raya. Secara perlahan, warga disekitarnya mulai jeli melihat prospek yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

Namun begitu, geliat ekonomi ini, sebenarnya masih dapat ditingkatkan dan menjadi salah satu objek wisata yang mampu menarik banyak pengunjung seandainya mampu dikelola secara profesional. Selama ini, cafe-cafe itu hanya menawarkan mie aceh atau makanan laut lainnya tanpa membuka usaha lainnya. “Kami inginnya bisa menjual suvenir-suvenir Aceh juga, namun kami belum ada dana untuk itu,” ungkap Samsul Bahri, salah satu pemilik cafe lainnya.

Karena, sebut Samsul Bahri, sering juga bule-bule asing singgah dan mampir disini. Namun yang bisa kami tawarkan hanya makanan dan minuman ringan.

Sayangnya, prosfek cerah ini sepertinya belum dilihat oleh pemerintah setempat. Seandainya saja dapat dikelola secara profesional, tentu daya tarik keindahan pesisir pantai ini bisa lebih ditingkatkan. Apalagi, tidak jauh dari lokasi-lokasi cafe pesisir itu, ada monumen peninggalan sejarah, Benteng Indra Patra.

Monumen sejarah itu, seharusnya bisa menjadi daya tarik sendiri untuk menarik pengunjung dan secara tidak langsung akan membuka lapangan kerja yang lebih luas lagi kepada masayarakat sekitar.

Saat ini, monument sejarah benteng Indra Patra itu sendiri sepi pengunjung. Padahal, lokasinya sangat strategis dengan keindahan pantai yang tidak kalah menariknya. Selain itu, diperlukan kerja sama lintas sektoral antarpelaku pembangunan di wilayah pesisir. Padahal ini penting agar pembangunan wilayah pesisir pantai itu tetap nyaman dan tidak menggangu keindahan panorama aslinya.

Prospek besar ini tentu mampu meningkatkan pendapat daerah apabila dikelola secara baik dan bijaksana. Khususnya, bagi kesejahteraan hidup masyarakat yang ikut berpean aktif dalam memutar alur perekonomian di pesisir pantai itu

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s