Keresahan Saat Menulis (Jangan Buang Tulisan Anda)

Standard

Manulis, mungkin sebuah pekerjaan yang mudah dan ringan. Terkesan sepele. Apalagi, jika sebuah tulisan hanya berupa plagiat (copy paste, mencontek, nyeplak), tentu sangat mudah dan tidak harus memeras keringat dan memutar otak hingga duduk berjam-jam didepan meja.

Akan tetapi, keresahan itu hadir, saat kita mencoba menulis dari “nol”. Rasa bingung, penat, galau dan suntuk secara tiba-tiba menyerbu benak dan pikiran. Lembar-lembar halaman buku, ribuan kata-kata, sering dengan “sengaja” kita buang atau didelete dari komputer.

Mengapa hal itu kita lakukan? tidak lain karena kita merasa tulisan tersebut tidak layak untuk dibaca, sangat buruk untuk dikatakan sebagai sebuah tulisan.

Kekesalan ini, sering sekali berimbas kepada “kemalasan” dan “kebosanan” akibat merasa gagal dan tidak mampu. Fatal!

Berdasarkan pengalaman penulis-penulis sukses di dunia, hasil jerih payah otak yang mereka tuangkan dalam secarik kertas, menjadi mutiara yang harus tetap disimpan. Terlalu mahal untuk dibuang begitu saja.

Keringat, pikiran serta tenaga yang tercurah saat menulis adalah sebuah pengorbanan yang tidak semestinya dibuang begitu saja.

Tindakan ini akan menjadi sia-sia dan percuma. Karena, mutiara-mutiara hasil pemikiran yang telah tertulis itu, suatu hari nanti akan sangat dibutuhkan dan diperlukan. Jika kita membuang mutiara yang terkadang hadir disaat moment-moment tak tersangka itu, adalah sebuah ide-ide cemerlang dari isi otak kita.

Mengapa demikian?

Karena, bisa jadi, hari ini tulisan kita yang masih “bau kencur” itu belum bermanfaat dan tidak sesuai moment. Namun, ketika moment itu hadir, tentu mutiara yang telah kita hasilkan bisa kita buka kembali dan di publish untuk berbagai kepentingan.

Moment-moment penting tidak akan terjadi berulang untuk kedua-kalinya. Pun, bila terjadi berulangkali, belum tentu jalan pemikiran kita masih sama seperti saat awal tulisan dibuat. Tentu, tulisan yang kita delete, tulisan yang kita buang, akan menjadi abu dan sia-sia.

Biarkanlah keresahan, kegalauan saat menulis itu hadir. Karena, tanpa sadar, kegalauan dan keresahan saat menulis, adalah sebuah metamorfosa yang akan membimbing pikiran menjadi “matang” untuk melahirkan tulisan-tulisan  yang lebih baik.

Keresahan dan kegalauan merupakan arena bagi kita sebagai penulis.

So, menulislah. Biarlah mutiara yang bersemayam didalam pikiran terburai menjadi untaian kata, menjadi barisan huruf bermakna. Jangan mudah menyerah, dengan membuang semua mutiara itu. Moment-moment yang tertuang dalam tulisan, suatu saat akan menjadi “hits”.

Nah, disaat itulah mutiara yang kita “anggap” tidak layak itu bisa dikeluarkan. surprise!

Satu hal yang pasti. Penilaian baik buruknya sebuah tulisan, bukanlah dalam kacamata pribadi saja. Akan tetapi, penilaian akan datang dari orang lain, yang telah membaca mutiara yang kita hasilkan.

…………….. mau belajar nulis dulu ah……………🙂

27 thoughts on “Keresahan Saat Menulis (Jangan Buang Tulisan Anda)

  1. peemenp

    Jangan pernah loe cari tau tentang misteri bro…..smua yg idup ini ga berarti…krna yg idup akan mati….yang mati jga ga berarti….krna yg d pertanyakan tentang apa yg dia bawa saat dia mati……🙂

    Good Luck Bro……..

  2. Kata penulis, (jika belum hari ini) semua itu memiliki arti dikemudian hari. JIka ingin menulis, ya menulis! Soalnya sebuah tulisan akan menjadi jejak kehidupan.
    Btw mayoritas manusia bisa menjadi “besar” karna tulisanya (ia menulis).
    *Hehee, malu saya, hari ini sadar tapi masih jarang menulis…..

  3. saya termasuk yang kecanduan menulis hehe..
    dan berusaha untuk setiap hari menulis di blog sebagai ajang latihan juga.. tentunya bukan copas🙂

    dan bener banget pendapatmu, makanya saya gak pernah membuang tulisan meski belum selesai dan hanya beberapa larik kalimat, tetap disimpan di laptop🙂

    keep writing ya😀

  4. Martha Andival

    bener sekali..

    untu tulisan dalam tanda petik, itu merupakan salah satu penyakit para penulis mbak…. termasuk saya hehe

  5. Martha Andival

    wah… kren mbak… saya malah termasuk sangat malas menulis walau banyak ide untuk segera ditulis…

    saya sangat ingat, betapa menyesal dan sadarnya, betapa banyak tulisan saya yang sudah terbuang ntah kemana dan tidak tahu lagi harus cari kemana, untuk menulis ulang sudah bingung….

    hehe makasih…

  6. ferdy

    tulisan bung Marta begitu mengugah imajinasi saya, untuk kembali eksis menulis(dr sekolah dasar sudah menulis)….hahaha”……

  7. gussema

    hehehe….nice one bang martha, emang tidak sedikit dari kita sangatlah malas menulis, tapi setidaknya setelah membaca tulisan bang martha bisa memotivasi kita2 yang malas menulis heheh termasuk saya, chaiyoo mari menulis….!!!!

  8. Martha Andival

    bener… saya pribadi terkadang malas sekali menulis… tapi harus tetap dipaksakan biar terbiasa hehe

    ***lama dicari-cari tak jumpa.. akhirnya hadir… kemana saja…. bener2 dah lama sekali..

  9. Saya setuju dengan pendapat Anda mas Martha, saya juga mengalaminya mungkin demikian juga dengan yang lain, di butuhkan keberanian dalam hal ini, kalau kita takut salah terus, ntar malah gak pernah buat postingan jadinya, ok, salam kenal

  10. Martha Andival

    memang benar, terkadang kita takut untuk mencoba dan sering menganggap diri sendiri gagal

    terimakasih sudah singgah salam kenal

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s