Rumah Sakit dan 1001 Kisah Pembunuhan Berencana (Kisah Nyata)

Standard

andikafm.com

Kemegahan rumah sakit yang bewarna putih, bersih dan sejuk, ternyata hanya topeng di dunia kesehatan kita. Aceh dan Indonesia secara umum.

Mulai sekarang, kita sudah selayaknya untuk selalu waspada dan lebih berhati-hati dengan mereka, yaitu, rumah sakit, dokter, bidan dan praktek-praktek kesehatan lainnya.

Harus diakui, mereka memang telah berjasa bagi masyarakat, namun, melihat kasus-kasus yang terus terjadi dan tanpa penyelesaian, sudah selayaknya kita berpikir ulang dan berhati-hati.

Tulisan ini bukan untuk menakut-nakuti agar kita enggan ke rumah sakit. Tapi, berhati-hati itu bukankah lebih baik.

Saya melihat, saat ini, rumah sakit sebagai tempat “penyembuhan” justru sering menjadi tempat pembantaian, dan pembunuhan berencana. Tidak peduli dia orang kaya, orang miskin, orang berpendidikan atau pun tidak. Semua harus siap dengan keputusan dokter, rumah sakit dan sejenisnya.

Keputusan seorang dokter sering sekali menjadi ancaman serius bagi pasien. Bukan sebagai tempat penyembuhan dan memberi harapan hidup bagi pasien, tapi justru sebaliknya. Penuh ancaman!

Sikap kasar, sikap acuh tak acuh, yang sering dialami pasien hanya bagian terkecil dari kebobrokan dunia kesehatan.

Kali ini saya hanya akan membahas kondisi rumah sakit di Aceh (karena memang saya tinggal di Aceh).

Tahun 2008. Saya bertemu salah seorang teman di Unsyiah. Dia bercerita tentang pengalaman yang hampir saja merenggut nyawanya. Hal itu bermula dari vonis salah seorang dokter rumah sakit (Banda Aceh).

“Saat itu saya di vonis penyakit pembusukan tulang belakang,” kata teman saya.

Oleh sang dokter, dia harus dioperasi sesegera mungkin, karena, jika tidak akan membahayakan dirinya dan bisa mengalami kelumpuhan total. Teman saya yang mendapat penjelasan itu tentu khawatir dan takut. Akhirnya dia melapor kepada kedua orangtuanya di Simeulu.

Biaya operasi yang tinggi membuat kedua orangtuanya panik. Akhirnya, mereka memutuskan berobat ke negara tetangga kita, Malaysia. Setelah melakukan check, hasil rontgen diketahui, ternyata teman saya itu tidak mengalami gejala pembusukan tulang.  Baca selanjutnya DISINI

 

About these ads

141 thoughts on “Rumah Sakit dan 1001 Kisah Pembunuhan Berencana (Kisah Nyata)

  1. salam kenal, saya juga orang aceh :D

    memang kalo urusan kedokteran entah kenapa dokter2 kita cuma segelintir yang peduli, beda kali sama negara tetangga

  2. hmmm… meskipun (katanya) kisah nyata, saya tidak sepenuhnya percaya. apalagi itu adalah dunia saya. bukan bermaksud untuk munafik, tapi yang saya lihat dan alami tidak sepenuhnya benar…
    kenapa ya yang jelek2 selalu diexpose? kenapa tidak ada yang menuliskan sedikit saja tentang kebaikan dokter. coba sehari saja dokter demo ngga mau menjalankan tugasnya, berapa banyak pasien yang tidak tertolong?

  3. Liza : makasih dek dah singgah dan memberi komentar.

    Kisah ini kebetulan saat saya aktif dimedia telah melakukan investigasi kecil-kecilan. Bahkan salah satu dokter membenarkan hal ini.

    Tenang dek, sebenarnya, bukan yg jelek-jelek diekpos loh. banyak juga dokter-dokter yang menjadi pahlawan terekspos di media dan blog dan mereka mendapatkan pengakuan dan penghargaan yang sangat luar biasa (kebiasaan nonton kick Andi saya :) )

    Sebenarnya, kejelekan itu diekpos bukan untuk menjatuhkan, tapi untuk membawa kearah yang lebih baik. Banyak penulis mengkritik bukan untuk memusuhi.

    dalam tulisan ini, saya menganggap Rumah sakit merupakan tempat dimana banyak kemaslahatan ummat didalamnya.

    Ada tanda kunci di akhir tulisan loh dek, “Kita tetap membutuhkan rumah sakit dan dokter”

  4. Miris liat fakta yang seperti itu. Ternyata korupsi dan mafia kejahatan di bidang kesehatan pun merejalela. Ini perlu ketegasan dari pihak yang berwajib dan dari oraganisasi profesi resmi, karena sepertinya kode etik sudah diabaikan… :(

    Sediiiih…

    Salam BURUNG HANTU… Cuit… Cuit… Cuit…

  5. Martha Andival

    Malasah percaya tidaknya, sekali-kali bolehlah kita check dan survei kecil-kecilan.

    Terimakasih atas undangannya :)

  6. urwah

    spt kata Liza (kebetulan saya kerja di RS juga) tidak sepenuhnya yg kamu tulis disini benar. mohon di kroscek dulu. memang isu seperti ini sering dihembuskan untuk kepentingan-kepentingan tertentu. Bila tidk keberadan kamu boleh menghubungi saya via email.

    sy tidak setuju tulisan ini karena menjelekkan dunia kesehatan. jika kami demo kamu baru bisa liat betapa pentingnya posisi orang-orang kesehatan.

    tolong tulis yang benar

  7. sungguh ironis sekali, yang katanya dapat julukan serambi Mekkah tapi kelakuan dokter dan bidan disana masih ada yang “sakit”. Sakit jiwa tuh orang yang berbuat seperti itu.. tidak beradab tapi biadab

  8. kalo menurut saya pribadi sih di bidang apa pun pasti ada yang baik dan yang buruknya. alhamdulillah kalo ada orang kayak liza dan urwah, berarti ada bukti kalo ga semua dokter yang parah. tapi ini jadi pr kita semua juga kususnya praktisi kesehatan untuk meluruskan teman2nya agar tidak mencoreng nama baik dokter

  9. Koreng itu jangn ditutupi, biarkan terlihat, bersihkan lalu obati biar bersih dna sembuh. jika ditutup-tutup akan membusuk.

    Urwah, boleh saja membela lembaganya, tapi tetap harus berkaca. jika anda berjalan lurus belum tentu teman anda berjalan lurus.

  10. Martha Andival

    Begitupun pada diri kita, lembaga kita dan lain-lain. Koreng itu harus dibersihkan dan diobati sebelum semakin parah dan mengganggu orang-orang disekitarnya. Mengobati itu walau sakit tapi akan membawa kesehatan..

  11. Martha Andival

    Setuju bg Fatah. Dimana-mana, kebaikan dan keburukan itu selalu berdampingan. Namun bukan berarti dibiarkan selalu. Krn zaman skrg, kebaikan itu selain menjadi barang mahal, kebaikan juga sering dikalahkan oleh keburukan yang terencana.

  12. Martha Andival

    Pembunuhan memnag tindakan tidak beradab, apalagi bila dilakukan dibelakang topeng sebagai ahli kesehatan yang bisa menyembuhkan orang.

  13. Martha Andival

    Umumnya, kita sering berada dalam tempurung, banyak hal yangtidak kita ketahui. seolah-olah kita sudah berada didunia yang luas dan kita sering merasa kita sudah benar dna tidak ada kesalahan. Mengapa kita tidak berkaca pada kasus-kasus yang banyak dimuat dimedia. bukankah itu salah satu gambaran bahwa ada yang tidak beres di dunia kesehatan kita.

    Bukan untuk membela diri, tapi saya menulis ini bukan sembarangan menulis.

    Jika pun Urwah tidak berkenan tidak masalah. Karena tidak ada paksaan untuk menolak atau menyetujui tulisan ini.

    Terimakasih atas kunjungannya

  14. Pernah merasakan langsung diskriminasri rumah sakit dan dokter.

    Januari lalu, orang tua sakit berat dan harus dirawat. Kami meminta kamar VIP agar org tua tidak tambah stress dgn penyakitnya.

    Ada 1 kamar kosong di VIP. Tapi kami minta tidak dikasih. setelah menunggu 3 jam juga tidak dikasih, ternyata kasih harus memberi uang fee untuk penjaga agar bisa masuk kamar VIP.

    Akhirnya kami harus membayar fee dan kamar VIP. fee yg harus dibayar bukannya kecil.

    Bukan masalah fee, tapi kami harus menunggu 3 jam dgn kondisi org tua yang sakit parah. Jika org tua kami saat itu meninggal, apakah mereka mau bertanggung jawab?

  15. Wah, tragis sekali ya bang.. :)
    seperti buah simalakama, kalo gak kedokter, butuh juga tapi kalo ke dokter takut yang macem-macem begitu,,, ckckck..

    yang penting tetap berdoa dan berikhtiar,, semua yang terjadi pada kita memanglah kehendakNya kan?? heheh…

  16. Martha Andival

    Tragis memang,,, krn nyawa seperti tidak berharga bila melihat kasus diatas.

    Benar, kita tetap harus ikhtiar dan selalu berdoa… :)

    thanks sudah mampir

  17. Martha Andival

    Jangn takut mbak. Artikel ini bukan untuk kita takut dengan rumah sakit dan dokter, akan tetapi agar kita lebih hati-hati saja.

  18. mazren

    saya punya tman namaY ucu orang garut.,dia mengalami kasus yang sama,,sama bidan dia di rujuk ke dokter kandungan,nah oleh dokter katanya harus sesar,,begitu semua peralatan operasi siap memberedel perut ucu tiba2 keajaiban datang..si orok kluar mempermalukan bidan,,mana udah biaya sesar gak di kembalikan lagi.namanya juga do9ter
    Jadi takut ne ke bidan,mending ke dukun beranak aja,biar tradisional tapi terjamin keamanannya,

  19. mazren

    2tahun yang lalu aku dan agus mengalami kecelakaan,,kami berguling di tabrak colt pengangkut sapi.,aku dapat 10 jahitan..horeee(sinting kalee dijahit hore)..sementara agus kaya gombal jebol dapat 80jahitan..6bulan berselang agus mengeluhkan bekas lukanya,ternyata setelah di cek dan di odel2 dokter kalimantan masih ada beling yang nancep di daging..nah ne gimana kok bisa,padahal kn sebelum di jahit harus di bersihkan dulu kok sembrono.!!!

  20. sunggguh mngerikan dan membuatku ingin menangis kisah ni sungguh membuatku ingat beberapa bulan yg lalu

    juni 2010
    di HK nenek gw sblm masuk RS sehat bgt
    cm dia g susah makan
    diksh infus n tranfutasi darah
    bknnya membaik ntah berapa kantong darah yg dimasukin kenenk gw
    make me cry
    karna saya buta dunia kedokteran cm iya dan iya
    sampai nenek gw memejamkan mata selamanya

    terimakasih infonya

  21. tediaka

    saya pernah mengalami kejadian ketika anak saya brusia 1 thn mengalami panas tinggi yg akhirnya mengalami kejang demam (stuip).Langsung saya bawa ke sebuah rmh sakit “K” dibandung,saat itu ada 2 bidan dan 1 dokter jaga yg sudah tua.Anak saya yg saat itu msh kejang hny ditangani oleh suster dgn memberikan termometer tnp ada tindakan dokter yg hanya mengurus adminitrasi dan diagnosis lisan dgn saya sbg orang tuanya sementara anak saya hny dibaringkan saja. setelah itu saya diminta utk opname tp saya menolak karena melihat anak saya tdk begitu parah keadaannya, tp dokter tsb malah menakut2i saya dgn kerusakan otak dan ekses penyakit lainnya.setelah mengisi form kesedian saya utk rawat jalan tsb,dokter tsb malah pergi dan mengatakan akan pulang tnp ada tindakan apapun.Saya pun marah dan memanggil dokter tsb dan menanyakan alasannya,sungguh aneh jawaban dokter tsb yg mngatakan bahwa jam kerjany sudah selesai dan akan pulang tnp melakukan diagnosis atau tindakan medis apapun.Sungguh ironis dokter yg disumpah dgn kode etik utk menyelamatkn manusia malah tdk peduli.Saya beradu argumen dg n tindakan dokter tsbAkhirny form yg tadi saya tulis saya robek2 dimuka dokter tsb saking marahnya,kalau tdk ingat hukum akan saya pukul mukanya yg menyebalkn itu.Akhirnya saya bawa pulang kembali anak saya tnp ada kejelasan diagnosis dari dokter keparat itu.Sebelum pulang saya membeli obat turun panas disebuah apotik.Esoknya anak saya sembuh tanpa ada indikasi yg disebutkan dokter itu,dan sampai sekarang berumur 4 tahun sehat walafiat saja tnp ada keluhan apapun. Jadi menurut saya Rumah sakit sekarang itu bukan untuk mengobati orang sakit,tp memanfaatkan penyakit orang untuk mengeruk keuntungan saja,udah komersil obat aja dijadiin proyek.. tanyain aja sama sales obat2an klo gak percaya.. IMHO

  22. kalau mendengar desas desusnya udah sering, tapi kalau baca tulisannya, baru blog bang martha ini :)

    Banyak orang dilingkungan saya yang juga kecewa dengan dunia medis di Aceh, dan orang orang yang sama merasa sangat puas setelah mecoba pengobatan di negara tentangga.

  23. Ivan

    2009 saya rawat inap disalah satu rumah sakit di Banda Aceh. seminggu rawat inap, dokter hanya sekali datang.

    selebihnya tidak pernah keliatan. semua suster yg ngurus, dari ngurus obat, makan dan suntik. sya tidak tau apa sakit saya dan terus diinfus. ingin bertanya ke dokter, dokter tak pernah hadir.

    saat ditanya dokternya mana suster menjawa :dokter tidak ada, selalu jawbannya sama. saat didesak dibilang dokter tidak bisa datang.

    setelah seminggu saya naik pitam. muak. saya minta suster datang dan suruh datang skrg juga, didepan saya suster itu nelpon. tetap saja dokter tidak bisa datang krn sibuk dirumah sakit lain. Kurang Ajar pikir saya.

    saya langsung pergi dan keluar rumah sakit dengan infus masih menempel di tangan.
    jika saya mati siapa yg bertanggung jawab. dunai kedokteran memang sialan, banyak buka praktek untuk cari duit.

    say

  24. Martha Andival

    Seharusnya seperti itu dilaporkan, itu mal praktek dan kedokteran harus membayar ganti rugi.

    masalah alat atau bahan yang tertinggal terlalu banyak kisah untuk diceritakan.

    Pengalaman tetangga, setalh tiga bulan melahirkan secara sesar (kain operasi tertinggal di pangkal rahim dan membusuk). bayangkan bagaimana dia menderita kesakitan. siap yg bertanggungjawab. sayang saat itu tehnologi informasi belums eperti skrg.

    orang tua korban terpaksa menarik kain itu secara manual dari kemaluan anaknya. Bisa bayangkan sakitnya bagaimana?

    Tanggungjawab nyaris tidak ada!

  25. merapimerahputih

    Seharusnya untuk menjadi seorang dokter kuliahnya lebih dilamakan agar belajarnya lebih terserap tentang bagaimana menyembuhkan pasien sesuai prosedur dan mendiagnosa penyakit secara akurat. Petugas laboratorium juga harus di tes secara ketat agar saat bekerja mereka tidak salah mendeteksi penyakit pasien sehingga timbul malpraktek oleh dokter. Kuliah kedokteran haruslah diisi oleh pribadi yang profesional dan berdedikasi terhadap profesi yang akan dijalaninya, bukan ajang untuk adu gengsi siapa yang kaya dan tidak. Menurut data Konsil Kedokteran Indonesia (KKI,2008), Indonesia memiliki 56.750 dokter umum dan 15.499 dokter spesialis. Meskipun ini rasio terendah se ASEAN, tetapi ini dinilai sangat banyak.

  26. Martha Andival

    Yang sabar ya mbak, semua ada hikmahnya. sangat menyedihkan memang. Padahal sebagian besar dokter2 itu sangat cerdas tapi….

  27. Martha Andival

    Saat ini pengobatan alternatif memang menjadi pilihan. bukan karena tidak ada duit dan tidak ada dokter hebat dan rumah sakit dgn fasilitas yg lengkap, tapi karena kepercayaan yang sudah hilang dari sebagian masyarakat kita thdp dunia media.

    ty sharingnya mbak. salam hangat.

  28. Martha Andival

    Kejujuran mungkin bang. kenapa banyak masyarakat milih ke negara tetangga ya karena itu,. jika memang sakit A ya A, bukan dibilang sakit B atau C.

  29. Martha Andival

    rumah sakit apa itu bg? parah sekali, seminggu dokter tidak melihat hanya suster yg melayani. Luar biasa, ini baru pertama saya dengar bg.

    ty sharingnya. salam hangat.

  30. Martha Andival

    yang paling mengerikan sekarang, banyak kedokteran buka kelas “aneh”. bayar masuk ratusan juta, mahasiswanya org borjuis, lihat kudis busuk jijik. bgmn pula ini???? kemampuan dan loyalitas mereka jelas-jelas dipertanyakan untuk pengabdian kepada msyarakat.

    bgmn nasib dunia kesehatan kita kedepan jika seperti ini terus. Wallaua’alam.

    Ty sharingnya. salam hangat

  31. RohAceh

    gawat jika dibiarkan gan. wajib dilaprokan setiap tindakan amoral ini. tindakan tidak profesional dan mencari kruntungan semata

    agan-agan mesti hati-hati lagi termasuk gue.

  32. Martha Andival

    kita tetap berhati-hati dan bukan berarti harus meninggalkan rumah sakit ataupun dokter.

    *salam kenal, jika boleh tahu Roh Aceh ini siapa?

  33. lama-lam kok jadi lain. jadi merinding bacanya dan bikin takut benaran bang. satu persatu kasus mulai terkuak tentang rumah sakit dan dokter.

  34. kira-kira 6 tahun yang lalu adikku divonis dokter bahwa ia kena kanker rahim, tidak bisa hamil kemudian disuruh operasi dan berangkat ke Jakarta, sampai di jaKARTA tidak apa-apa hanya sakit biasa.
    Sejak saat itu kami tak percaya lagi dgn dokter itu yang bisanya menakut nakuti pasien bahkan sekarang adikku sudah punya seorang bayi yang sangat sehat

  35. dian

    jd nangis bc tulisan diatas. ingat adik yang meninggal dirumah sakit.

    krn demam dibawa ke RS. tapi ama dokter di rs adik sy divonis penyempitan pembuluh darah dan dioperasi. dua hari setelah operasi adik sy muntah darah pdhal sebelumnya gak pernah muntah darah.

    besoknya adik saya meninggal tepat 3 hri stlah operasi.

  36. halma

    aku pnya kakak dulu opname di rs daerah jebres solo, kata dokter besuknya harus operasi, untung paman saya datang dan mengatakan “jangan mau di operasi! nanti malah tambah parah, kalo di operasi suatu saat akan kambuh dan operasi lagi”. keesokan harinya debat dgn dokter untuk memutuskan di operasi atau tidak. yg saya dengar dokter itu suka mem buat2 parah penyakit pasien agar kita takut dan akhirnya menyetujui operasi itu yg sbnrnya penyakitnya tdk ada hubunganya dgn operasi. akhirnya keluarga saya memutuskan tidak dioperasi, keesokan harinya pulang dan langsung ke dokter lain, dokter mengatakan penyakit anda adalah degestip, stelah kontrol 2x ternyata sudah sembuh.

  37. Alhamdulillah skrg sudah emiliki bayi yang sehat. Kesehatan memang wajib untuk dijaga agar terhidar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Tapi, jika sakit, sang bayi harus tetap dibawa ke dokter anak kak….. :)

    Tulisan ini bukan berarti kita harus takut yg berlebihan dan tidak percaya lagi dgn dokter. Kita hanya perlu waspada.

    Dan juga, tetap masih ada dokter2 yg bijak dna memberikan pertolongan dengan benar dan ikhlas

  38. Sabar ya mbak Dian. Semua ini ada hikmahnya agar kita lebih berhati-hati. dan bukan berarti kita harus meninggalkan dunia medis 100 persen dgn kasus yg pernah kita alami.

    sekali lagi, Tulisan ini bukan berarti kita harus takut yg berlebihan dan tidak percaya lagi dgn dokter. Kita hanya perlu waspada.

    Dan juga, tetap masih ada dokter2 yg bijak dan memberikan pertolongan dengan benar dan ikhlas

  39. Nah, inilah yang harus kita lakukan. Jika menjumpai sikap dokter yang agak “aneh”, kita bisa beralih pada dokter lain (tidak langsung mengiyakan perkataan dokter pertama yg mewajibkan operasi)

    Alhamdulillah jika sudah sembuh :)

    Tulisan ini bukan berarti kita harus takut yg berlebihan dan tidak percaya lagi dgn dokter. Kita hanya perlu waspada.

    Dan juga, tetap masih ada dokter2 yg bijak dan memberikan pertolongan dengan benar dan ikhlas

  40. Dokter-dokternya pas kuliah pada sering ngobrol dikelas waktu dosennya nerangin,trs tugasnya pada nyontek pas praktek cm ikut2an temennya doang ya jadinya gitu dech…ha ha ha apalagi sekarang banyak PTS buka program dokter tp kualitasnya ???

  41. mbah dukun

    pngalaman pribadiku istriku hamil anak pertama kontrol kedokter kandungan di USG perutnya dokter bilang anaku kembar aku langsung marah2 aku bilang sama dokter klo dikluargaku ato istri ndak ada riwayat kembar langsung ber2 pulang cari second opinion kedokter lain ternyata yg dikira kpala bayi ke2 itu adalah pantat bayi itu ndak aku gampar istriku skarang anaku 2 co n ce rajin kesurau saranku utk sodara2ku cari second opinion JAYALAH SDM INA smoga…..

  42. Martha Andival

    Itu bahayanya, PTS berani membuka fakultas kedokteran dgn bayaran tinggi tanpa pernah berpikir masa depan dunia kesehatan itu sendiri

    ty

  43. Martha Andival

    Itu pula kisah yg saya tulis diatas, yg di vonis kena kanker otak membawa hasil rongsen ke Malaysia, kok bisa jauh beda ya..

    apakah alat rongsen yg rusak atau mata dokternya juling? parah

  44. Yuki

    kebetulan salah satu anggota keluarga ad yg kanker. kata dokter, utk penderita kanker g ad pantangan makan sama sekali. makan apa aja diperbolehin.
    jujur, gw ngerasa aneh, dan gw beli buku2 ttg kanker, browsing, sharing sm org2 yg bersentuhan langsung sm penyakit kanker, dll ternyata perkataan dokter itu bertolak belakang sm kenyataan yg gw dpt dr buku, sharing dan browsing.
    kecewa.
    setelah itu konsul sm dokter di malaysia, dia bilang jg ad pantangan buat penderita kanker. bgt jg pndpt dokter singapore.
    jd g abis pikir, bisa2nya nganggap remeh nyawa org lain dgn kasih saran yg menurut gw sih sesat ~.~

  45. Itulah salah satu sample yang lain…
    Semoga bisa menjadi pelajaran dan lebih berhati2.

    Tulisan diatas bukan berarti kita harus takut yg berlebihan dan tidak percaya lagi dgn dokter. Kita hanya perlu waspada.

    Dan juga, tetap masih ada dokter2 yg bijak dan memberikan pertolongan dengan benar dan ikhlas

  46. siang bu…
    menurut saya, yang kurang dari dokter di sini memang adalah informasi yang medik.
    tapi ini lantaran perlindungan yang diberikan kepada dokter sungguh minim. dibandingkan pekerjaan lain, terus menerus dituduh ini itu.
    dunia kedokteran adalah dunia yang agak sulit dipahami oleh orang awam, maka dari itu diperlukan orang-orang yang sling mengerti mengenai wawasan kedokteran.
    pengaduan bisa dilakukan melalui majelis kedokteran indonesia.
    kejang demam, memang bisa berkomplikasi mengenai otak (dari beberpa penelitian) tapi bukan berarti anak yang mengalami kejang demam HARUS mengalami keterlambatan,
    pengobatan alternatif bila menjadi pilihan, sebaiknya anda pelajari dahulu, apa saja yang diberikan dari pengobatan alternatif.

  47. Ayie

    Dunia kesehatan di Aceh memang tak bisa diandalkan bang. Jgnkan utk kasus2 penderita penyakit yg parah utk kasus yg ringan aja tak bisa dipercaya. Pengalaman sy diawal tahun ini. Telinga sy kemasukan kapas cotton bud yg lepas. Saat itu juga sy pergi ke puskesmas yg gedungnya lumayan baru dan mentereng (bantuan NGO), kebetulan saat itu sedang sepi dan ada dokternya. Tapi sama bu dokter tsb sy malah disuruh ke poly THT RSUD Sigli yg jaraknya 60 km dari rumah saya. Alasannya di Puskesmas tiada alat guna ngeluarin secuil kapas dari telinga saya. Halah, kecewa juga akhirnya. Buat apa bangunan kokoh dan mentereng kalau tdk diisi dgn peralatan medis dan obat2an yg memadai.

  48. Martha Andival

    jiah, bener juga, jika begitu untuk apa dibangun tuh RS. rumah korban tsunami saja ga jelas…. malah buat RS yg ga ada isinya belum lagi dokternya yg suka “keliaran” nyari tambahan… (Ga di RS, di klinik, di rumah dll :)

  49. Martha Andival

    seram, karena itu kita harus lebih berhati-hati dan waspada, tapi bukan berarti harus meninggalkan rumah sakit dan dokter selamanya

  50. adam

    inilah yang membuat orang lari dari Aceh untuk berobat ke dokter di malaysia, anda seharusnya senang apabila melihat orang lain punya rezeki tidak terkecuali dokter, apakah anda lebih senang untuk melihat dokter di negara lain lebih makmur ketimbang dokter di negara kita???
    masalah mallpraktik, setiap dokter telah dilingkupi oleh ilmu etika dan berbagai terapan lainya, jadi dokter tidak akan membuat kesalahan yang tidak perlu, anda harus mengetahui dokter itu adalah manusia yang terkadang salah, jangan sedikit salah di ekspos sebesar ini,,,
    dimana letak pemikiranya ??
    kalau tidak senang dengan profesi dokter silahkan mengadu ke konsil kesokteran Indonesia…
    anda akan mendapat jawaban apakah mallpraktek atau tidak…
    satulagi : dokter adalah manusia yang BERHAK untuk salah, namun bukan di sengaja…
    fikirkan sebelum menulis dan mengekspos…

  51. embrio

    yg coment diatas dokter nih, kok picik amat. ga liet ape tuh laporan bejibun dr masyarakat.

    wajerlah kalo malingsia dapet duit karna jujur kerjanye, ntar di indonesia mati pula kami. goblok amat. tuk ape hidupin dokter disini klo mentalnya bobrok.. goblok loe

    liet tuh laporan2. ngaca bung!

  52. embrio

    atu lagi, kek gini contohnye dokter yee, ga mau liet kondisi real. dah jelas kawannye saleh masih dibela. parah aje loe

  53. RS-Kita

    Masyarakat kita agak bodoh-bodoh.. milih memakmurkan pendapatn orang luar negeri dari pada bangsanya sendiri. Dokter di indonesia tidak pernah mendapat penghargaan kecuali cacian seperti di blog ini. jika dokter demo semua baru nyesal

  54. AdamGila

    Woi pak do9ter adam enak banget ente ngomong yah. bekaca dolo baru ngomong. masyarakat berobat ke luar negeri karna apa? ngaca pak do9ter!!!!

  55. mumang

    terlalu banyak vonis yang di keluarkan pihak RS kepada pasien,dan ketika di periksa di luar negris hasilnya nihil,bagaimana masyarakat jauh lebih memilih ke sana,yang perbedaan harga berobatnya juga gak terlalu mahal,kesehatan itu gak bisa di beli

  56. hmm…. ntahlah bg.
    sbnr y ibnu jg punya penglaman buruk.
    akhir tahun 2008 ibnu d vonis sakit usus buntu. shingga hrus d operasi. krn semua keluarga panik, n ibnu tak berdaya. akhir y ibnu d operasi. waktu dah sadar. btapa terkjutnya ibnu krn bukan usus buntu kata y. tp, infeski usus. abag ipar ibnu yg di izinkan masuk ntuk melihat operasi kata y da benjolan2 kecil d usus ibnu.

    ntahlah… ko’ sampai sekarang rasanya ibnu masih ngk percaya. :(

  57. mumang

    tadi siang saya liat di salah satu teman FB saya,kesimpulan dari status itu menyatakan kalau dia sangat kecewa dengan salah satu rumah sakit yang salah memberikan obat kepada neneknya,neneknya sempat hilang kesadaran tetapi untungnya akhirnya neneknya kembali sadar.

    mungkin banyak pekerjaan kalau salah bisa di ulang,tetapi pekerjaan dokter adalah pekerjaan yang memang sangat harus teliti n gak bisa di ulang

  58. Ilham

    buat semua : jika kecewa tolong jgn ngomong dan asal nyeplos disini. seperti kt Adam, laporkan saja jika dokter salah. Bukan berarti kalian seenaknya bisa menjelekkan dokter. hidup kami juga susah tidak seperti pandangan kalian.

    mas ibnu, kalo ga yakin kenapa ndak ditanyakan kemarin-kemarin di protes. kok baru skrg protesnya

    buat penulis blog, sebaiknya ga usah sembarangan nulis artikel yg merusak seperti ini. ga ada manfaatnya untuk anda bukan?

  59. bagaimana tidak, untuk urusan serius2 mereka ngasih tangani sama anak2 koas, yang ke situ jual tampang sama baju putih itu……semua orang pernah merasakan soal salah pasang kateter atau salah suntik…..hehehehe. negeri salah jep ubat……

  60. salah pasang kateter sama salah suntik adalah bukti yang menggelikan. anak2 koas kebanyakan cuma jual tampang sama hahahahihihihihi di ruangan dokter. kan anak koas cantik2……dokter mana yang gak panas dingin?. urusan pasien bah i pikee le keluarga manteng..salam

  61. embrio

    Ilham, ente bener2 gelo yeh masih tetep kekeh dan bandel wae. ente noh yg nyeplos sembarangan. liat noh laporan jgn asa bela yg salah. ngaca dan liet masyarakat. kelian tuh harusnye belajr nape masyarakat pilih berobat keluar negeri.

    enak banget ngomongnya kenapa ga marin2 protes. sinting loe ilham!

  62. Indah

    lama-lama bikin gerah ni blog. kenapa mesti jelek-jelekkan medis. pa yg dibilang Adam itu dah bener kalo ada yg salah laporin aja ke konsil kedokteran indonesia. ga ada yg disembunyikan.

    tidak semua dokter kegitu. ada jahat ada baik tp bukn gini caranya menjelekkan abis-abis kami apakah kami perlu demo? kami demo apa kalian mau tngngjawb? coba jawab?

  63. RohAceh

    omen gan! jawabnnya seperti ini gan! matilah kita.
    tuk ilham, Adam, RS-kita, indah, coba ente liat kemntar diatas. agan-agan harus ngerti apa yg diprotes.

    ah kecewa ane gan. kecewa ma jawaban ke gini.

  64. RS-Kita masyarakat kita ga bodoh-bodoh. justru semakin cerdas lho melihat sekelilingnya. karn itu mereka mulai berhati-hati dalam setiap keputusan, termasuk memilih rumah sakit. Jadi jgnlah mengatakan masyarakat kita bodoh-bodoh

  65. embrio = sepertinya anda dendam sekali dengan dunia kesehatan. tp apa harus memaki seperti itu. embrio, jika anda gagal test dikesehatan jgn melampiskannya disini

    jika msyrkat korban ttp bisa melapor tp kejdianya msyk ga lapor jadi harus semua disalahkan ke kesehatan/dokter/rs
    nah salah sapa kalo gini

  66. begini ya Pak Adam, sebenarnya bukan masalah kita senang atau tidak jika masyarakat berobat keluar negeri sehingga pendapatan dokter kita jadi bekurang, tapi ada masalah krusial yang memang harus diselesaikan dan dipahami oleh dunia kedokteran.

    Dan ini juga bukan masalah senang tidak senang, tapi masalah tanggungjawab. dan tanggungjawab ini yang saya lihat masih “kecil” dari medis ketika masyarakat bermasalah dan menjadi korban.

    Untuk menulis ini, saya sudah memikirkan jauh-jauh hari, apa akaibat yang ditimbulkannya juga sudah saya pikirkan. sekali lagi terimakasih telah kemari dan membeir masukannya.

    salam kenal dan salam hangat dari saya.

  67. hmmm… ga usah marah-marah bang/mbak/mas/kakak, si Adam mengeluarkan pendapatnya karena seperti itulah yang dia ketahui dalam dunianya. Kita pun tidak mengetahui pasti dunia kedokteran itu bgmn…

    maaf ya

  68. Saudara RS-Kita, coba kembali dibaca tulisan diatas. kita tidak ada mencaci maki loh, bahkan dalam kalimat terakhir saya tertulis : “Bagaimanapun kita tetap membutuhkan rumahsakit dan dokter”.

    Masalah demo tidaknya sebenarnya itu bukan urusan masyarakat, karena yang merasakan dan mengetahui itu semua kan bukan hanya masyarakat, tapi kita semua, termasuk dunia kedokteran.

    terimakasih sudah mampir. Salam.

  69. salam, AdamGila, dalam bertutur kita tetap ada aturan dan tatakrama. dimanapun kita berada, bahkan di alam pun, semuanya ada aturan. jika seperti ini, nanti tidak akan selesai-selesai masalah, justru akan ada fitnah lainnya.

    maaf ya…

  70. Semoga pengalaman itu menjadi pelajaran agar kita lebih hati-hati dan waspada. dan jgn lupa untuk mencari second opinion terhadap vonis seorang dokter

    sukses slalu ya,,,

  71. Salam kenal Ilham, semoga sehat slalu ya..

    Terimakaish sekali atas masukannya. kedepan, jika akan ada masalah kita akan laporkan. Tapi masalahnya, bukankah sudah terlalu banyak kasus, dan kasus itu tidak tahu dimana rimbanya?

    Oh iya, saya sebenarnya tidak sembarangan menulis loh, karena saya sudah melakukan / melihat dan merasakan langsung….

    Walau tidak ada manfaat, minimal kita bisa mengeluarkan uneg2 di hati, dari pada dipendam justru akan membuat jiwa ini semakin sakit :)

    terimakasih atas saran dan komentarnya. Salam kenal dari saya

  72. Mbak Indah, mohon maaf jika blog ini sudah bikin gerah mbak Indah. Tapi harus saya katakan, disini kita tidak bicara pada menjelek-jelekkan medis loh. Tapi yg dibicarakan apa yang telah terjadi dan kesemuanya itu real.

    Nah, apa yg dikatakan Mbak Indah benar, tidak semua dokter seperti itu. ada yang baik dan ada yang jahat. dan ini bukan hanay di dunia medis loh, dimana-mana akan sellau ada kebaikan dan kejahatan, ada yang putih ada yang hitam.

    Masalah demo atau tidak, sekali lagi, itu sebenarnya bukan urusan masyarakat.

    Sekali lagi terimakasih atas kehadiran dan komentarnya. Salam kenal dari saya.

  73. Masyarakat sering melapor loh, bahkan sudah ke media, tapi pihak rumah sakit justru masih diam dan tidak menanggapinya.

    Masyarakat tidak menyalahkan semua ini kepada dokter atau rumah sakit. tapai masyarakat menanyakan keadilan, karena mereka menjadi korban. bukan korban uang dan harta benda, tapi korban nyawa. nah ini salah siapa?

  74. sungguh miris nasib pasien jika semua dokter seperti itu. apakah kita semua harus berobat ke luar negeri saat ini? apa juga kerja pemerintah dan JKA nya?

  75. Ahmad

    Assalamualaikum Wrb.

    Salam sejahtera semuanya! Saya adalah seorang dokter di Palang Merah Indonesia. Kebanyakan di sini kami bekerja secara sukarela dan tidak dibayar. Untuk hidup sehari-hari saya membuka warung di depan rumah dan kadang-kadang saya menarik taksi milik adik saya. Prinsip saya adalah seorang dokter bekerja langsung kepada Tuhan YME sehingga seluruh perbuatannya (baik dan buruk) akan langsung dipertanggungjawabkan kepada-Nya di hari akhir nanti. Jadi sekiranya kuranglah pantas apabila seorang dokter menjadi kaya dgn cara mengambil untung dari pasien. Subhanallah.

    Pertama-tama saya ucapkan salut kepada penulis blog ini karena telah mengeluarkan aspirasinya di sini. Semoga tulisan ini menjadi bahan evaluasi bagi semua pihak yg membacanya (baik masyarakat dan pemerintah)

    Kedua, kepada rekan sejawat (para dokter) yg berkomentar di forum ini harap menahan emosi rekan-rekan sekalian. Tunjukanlah wibawa rekan-rekan sekalian dgn berkomentar yg bijak. Sesungguhnya tidaklah pantas apabila seorang dokter menunjukan emosi di depan umum. Ingatlah semboyan ini : “Ministral et Servitus” yg artinya Memberi dan Melayani. Kita adalah pelayan rakyat dan harus memberikan pelayanan terbaik terhadap rakyat. Jadi mari kita semua bersikap profesional dan tetap bersimpati kepada publik :)

    Ketiga, kepada publik non-dokter (terutama yg mempunyai pengalaman kurang baik dgn dokter dan RS), saya mewakili rekan-rekan dokter di sini dan di Indonesia turut bersimpati yg mendalam kepada anda semua. Saya sendiri mengakui bahwa sistem kesehatan di Indonesia masih kurang baik. Saat ini Pemerintah Republik Indonesia sudah membuka jalur pengaduan melalui Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (http://twitter.com/puskomdepkes) dan melalui Majelis Kode Etik Kedokteran Indonesia. Apabila anda ingin menyampaikan pengaduan, maka disanalah tempat yg paling tepat. Janganlah kita semua beradu argumen di sini karena tidak akan ada ujungnya. Apalagi sebagai sesama masyarakat Indonesia yg rukun, adil, aman, tentram, sejahtera dan sentosa sebagaimana dilandaskan pada Pancasila, GBHN dan UUD 1945. Oleh karena itu marilah kita menyelesaikan argumen-argumen ini melalui musyawarah untuk mufakat. Semoga tercapai satu suara dengan satu tujuan : mencapai masyarakat Indonesia Sehat (dalam segala aspek, baik sehat jasmani maupun sehat rohani)

    Akhir kata semoga komentar dari saya cukup bermanfaat bagi para pembaca di forum ini.

    Sekian dan terimakasih.

    Wassalamualaikum Wrb.

  76. Martha Andival

    terimakasih banyak atas tanggapannya bang. Apa yang abang utarakan sedikit tidaknya menjadi pencerahan bagi masyarakat dan teman-teman yg sudah post komentar disni.

    salam hangat dan salam kenal dari saya

  77. Ahmad

    Salam hangat dan salam kenal juga dek, dari saya beserta keluarga.

    Harapan saya sekiranya forum seperti ini (mencakup artikel dan diskusi) dapat diteruskan agar menjadi ajang introspeksi diri (terutama bagi yang dikritik) dan menjadi forum digital pemuda-pemudi Indonesia yang mencerminkan sikap bangsa Indonesia yang arif dan bijaksana; yaitu demi mencapai kata sepakat melalui musyawarah untuk mufakat.

    Sekian dan terimakasih,
    Wassalamualaikum Wrb.

  78. Waalaikumsalam wr.wb.

    Terimakasih banyak bang. Tapi ini bukan Forum loh, hanya sebuah blog tempat berbagi.

    Alhamdulillah, semenjak postingan abang, tulisan rumah sakit ini muali dingin dan reda dari “panas”.

    Benar bang, musyawarah dan mufakat memang sesuatu yang harus dilakukan disaat menemui masalah dan kebuntuan.

  79. Fira

    Bg Ahmad lam kenal yaa

    jika memang bermasalh, kan ga semua kita ngerti internet dan faham. ada ga sebuah lembaga khusus, misalnya di medan, atau aceh tempat kita buat pengaduan terkait mal praktek,. terimakasih banyak sebelumnya

    bisa minta nomor contact atau emailnya?

  80. Ahmad

    Salam kenal juga Mba Fira. Dari informasi yg saya dapatkan dari seorang teman yg bekerja di Kementrian Kesehatan bahwa pengaduan kode etik dapat langsung diadukan ke Kantor Wilayah Kementrian Kesehatan yg berada di setiap ibukota propinsi. Nanti oleh staf humas dari kantor wilayah, pengaduannya akan dideposisi ke kantor pusat – jakarta. Kalau kasusnya dirasakan cukup berat dan perlu perhatian yg serius, dapat langsung mendatangi Kantor Konsil Kedokteran Indonesia (persis di sebelah Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta), insyaallah pengaduan masyarakat akan didengar dan langsung ditanggapi di sana.

    Sekian dan terimakasih
    Wassalamualaikum Wrb.

  81. Ganjabakong

    beguh, jauh kali pon mas. yg dekat-dekat seperti di medan ga da? (di aceh ke jakarta cemana pula), jaoh kali lah. pun apa ja yg dibawa, korban malpraktek atau pa? mohon infona

  82. embrio

    allo mas Ahmad.

    kemarin aku sempat panas liat komentar org-org itu. dgn seenak kepalanya mereka menyalahkan masyrakt dan mengncam akan demo. apa seprti itu dokter yg ktnya profesional. ters terang aku marah.

    aku dan banyak masyarakat jadi korban jika ttp disalahkan siapa gak naik pitam

    aku mo tanya atu hal kapan kita harus lapor kan masalah or kasus kami dah lebih setaun apa masi bisa jika ga bisa bgmn

  83. Ahmad

    Kapanpun kasusnya terjadi apabila dirasa telah menyalahi aturan maka masih bisa dilaporkan. Maksudnya aturan di sini adalah apakah dokter telah melakukan prosedur yg benar? Misalnya meminta persetujuan pasien ketika pasien akan diperiksa lalu menerangkan diagnosa dgn baik dan jelas sehingga dapat dimengerti oleh pasien. Tidak boleh ada unsur pemaksaan dan pasien menyetujui penjelasan dokter. Lalu apabila dalam penatalaksanaan yg diberikan dokter ada unsur kelalaian yg dilakukan dokter atau tenaga kesehatan lainnya dan tidak ada penjelasan dari pihak dokter dan tenaga RS sehingga menimbulkan kerugian baik materi maupun fisik dan menimbulkan kecacatan atau bahkan kematian maka hal ini dapat dikategorikan tindakan malpraktek.

    Tindakan malpraktek itu ada banyak wujudnya. Tapi perlu dicatat bahwa apabila seorang dokter sebelum memberikan tindakan telah memberi informasi dan tertulis di rekam medik tentang kemungkinan tingkat kesembuhan yang kurang baik atau resiko-resiko, komplikasi dan efek samping yg mungkin terjadi pasca penatalaksanaan dan dalam hal ini pasien atau keluarga pasien mengetahui dan menyetujui informasi tersebut maka apabila hasil yang dicapai sesuai dgn prediksi dokter tersebut maka pihak pasien atau keluarga pasien harus menerima dan tidak berhak untuk menuntut. Dalam KUHP di Indonesia hal inilah yg disebut Das Sein sesuai dengan Das Solen (harapan sesuai dgn kenyataan).

    Nah kapan dapat dikatakan mal-praktek? Ketika seorang dokter tidak mau memberikan informasi medis secara transparan, tidak meminta persetujuan pasien (informed-conscent) dan melakukan kelalaian dalam bekerja sehingga menimbulkan kerugian baik fisik (cacat permanen maupun tidak permanen), bahkan hingga menimbulkan kematian (karena prosedur yg kurang tepat).

    Saya rasa gambaran di atas sudah cukup untuk menggambarkan apa yang dimaksud malpraktek dan kapan anda harus bertindak untuk menyelesaikan kasus-kasus semacam itu.

    Dari Kementrian Pendidikan Nasional sendiri sebenarnya sudah membuat peraturan bahwa setiap dokter yang baru lulus (baik dari PTN atau PTS) harus mengikuti Ujian Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI) sebelum mendapat Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Ijin Praktek (SIP). Begitu pula dengan dokter senior dan dokter spesialis setiap 5 tahun harus mengikuti UKDI kembali untuk memperpanjang STR dan SIP. Nah nomor registrasi STR dan SIP setiap dokter ada dalam database Kemenkes RI di Jakarta dan sudah dapat diakses online melalui Kanwil Kemenkes di setiap ibukota propinsi (misalnya di Banda Aceh atau Medan). Jadi apabila anda ingin melaporkan seorang dokter, catat juga nomor STR dan SIP nya ya. Ketika seorang dokter telah dicabut STR dan SIP nya maka ia tak lebih dari seorang rakyat biasa yg kariernya telah berhenti di situ. Penting juga untuk dicatat bahwa seorang dokter yang berpraktek layaknya seorang dokter namun tidak memiliki STR dan SIP dapat langsung dilaporkan ke kepolisian karena telah melanggar UU Kedokteran tahun 2009 yang ancamannya adalah hukuman 20 tahun penjara serta denda 50 juta rupiah.

    Dalam forum diskusi seperti ini memang seharusnya seorang dokter menjadi good listener bagi pasiennya dan menjadi good listener bagi masyarakat yang menyampaikan keluhannya melalui forum ini. Tidak hanya good listener tapi juga memberikan saran agar masyarakat memiliki gambaran tentang masalah ini. :)

    Semoga informasi ini dapat membantu rekan-rekan sekalian.

    Wassalamualaikum Wrb.

  84. Ridho

    met kenal mas ahmad.

    ini da pengalaman dikit tahun lalu kakak sy sakit dan harus dioperasi. benernya kami menolak, selain ga ada uang tuk operasi juga kami rasa ga seperti yang dikatakan dokter itu.

    kakak tiba-tiba demam berat lalu nginap di rs. kok tiba-tiba ktnya ada kelainan di jantung. kami skeluarga ga pernah ada sakit jntung kok di bilang kakk kami ada kelainan di jantung.

    krn iru kami mencoba cr pengobatan alternatif dan Alhamdulillah sehat. cuma itu tadi, kok bisa dibilang kelainan jantung,. kami yg awam masalh ini tntu bingung. apa kah kelainan jantung itu bisa membuat demam berat dan harus di operasi? nyatanya kakak kami skrg sehat walafiat.

    yg beginian walau ga jadi dioperasi apa masuk dlm malpraktek dan bisa dilaporkan? trims. (Bandung)

  85. oh iya, cuma tambahan. dulu pas saya masih kelas 3 sma, sempat baca di serambi ada dokter spesialis apaa gitu yang mogok kerja karena gajinya belom di bayar sama RS tempat dia kerja (RS besar yang punya gedung baru bantuan NGO).
    komentar abang-abang koas yang saya kenal: “berarti dia bukan dokter, cuma kerja aja jadi dokter”
    hikmah yang saya tangkap:
    1. ga semua kesalahan yang diterima pasien akibat dokter, bisa aja sebab manajemen pihak RS
    2. masih ada dokter maupun calon dokter yang benar2 ga mikir materi

    terus ada lagi dokter RS harbun. guru sma saya ada yang pernah dirawat disitu. katanya ada dokter yg betol2 perhatian ke pasien. malah rupanya pas gempa padang dulu rupanya si dokter ini cuti untuk pergi ke padang dengan tas isinya lat2 kedokteran milik pribadi untuk nolong korban2 di sana sendiri, ga dibawah lembaga apa pun cuma modal tawakkal (bukan nekad). di sana baru dia ikut mengobati korban gabung sama lembaga2 apa yang udah ada di lokasi

  86. rena

    Mas, semua apa yg dikatakan temen2 diatas bener tuh. adikku seorang dokter juga ngaku sering melihat kasus-kasus diatas. bener2 ada tapi gimana ya ga diproses semua

  87. Saya bernah jadi pengalaman dirumah sakit zainol abidin banda aceh waktu itu saya sama ruangan dengan seorang kakek itu berasal dr sibussalam aceh tenggara waktu itu dokter masuk dn wawancara dngan ank nya dokter bilang sama anak kakek itu harus dioprasi jd kt dk ada sejenis tumur ganas menurut hasil lep kt dok hrus doprasi ank kaket itu pun menyetujui nya alhasil dr oprasi tdk di temu kn tumr garas apa yg dok bilang kemaren jd apa yg dilihat sama dok itu bagai mana membaca dioknosa nya arti dok di aceh dok cilet2 petu yg saya liat dan saya dengar

  88. razi darfa

    Klo kta lihat sekilas,dokter itu pintar banget,,pake buju putih rapi,apa lagi klo yg pake kaca mata. Tertutup semua kebodohannya. Pdhal stelah kita cek,,waduuuch..jgnkan tuk operasi segala,,sakit perut ja bingung menangani@. Dasar dokter bodoh and tolol..tampang aja bisa,pdahal tak tau apa2.

  89. sebenarnya bukan hal yang buruk2 saja yang mau diungkap… namun kebetulan inti cerita menuliskan kekacauan yang memang BENAR-BENAR terjadi di RS dan klinik2 di BAnda Aceh……. dan sudah terlalu banyak kasus yang terjadi di depan mata kepala sendiri yang rasanya butuh berhari-hari untuk mmbuat kesaksian … bukan hanya di RS aja.. tapi juga di klinik2…..!!!!!! parah memang ,,,, tdk bermaksud menyalahkan,,, tp mungqn bs mjd pelajaran…. bukan cuma profesi dokter saja,,, bahkan guru juga banyak sekali yg tidak profesional….. profesi lain juga…… kebetulan dokter terkait erat dengan nyawa,, ya maklum kalau menjadi fokus sorotan … semoga generasi dokter selanjutnya mampu membabat habis citra tidak baik ini dan menjadi yang TERDEPAN DAN TERCEPAT menyelamatkan banyak jiwa, ya ibuk Liza… jadikan dokter BENAR-BENAR malaikat berbaju putih :) #ketika ketakutan terhadap rumah sakit dan isi nya semakin menjadi ;/

  90. aldy

    Saya juga punya beberapa kisah negatif ttg dokter2 di Aceh, salah satunya dg dokter kandungan.
    sebulan yg lalu saya & adik ipar saya membawa istri kami berobat ke salah satu dokter kandungan disebuah klinik di bandaaceh…
    setelah diperiksa oleh dokter katanya istri kami terkena kista, spontan kami terkejut dg diagnosa si dokter, krn adik saya br 2 bln melahirkan scr normal tapi sdh kena kista, kok bisa dlm pikiran kami.. singkat cerita stlh menebus obat yg harganya selangit kami mencoba ke dokter lain mlm itu juga, sungguh sangat mengejutkan dokter lain mengatakan itu bkn kista tp indung telur, kami juga ke dokter lain diluar banda aceh.. ga lucu kan seorg dokter kandungan ga tau indung telur?

  91. Anonymous

    Saya punya pengalaman yang kurang menyenangkan dengan perawat – perawat di salah satu rumah sakit ternama di Banda Aceh , gedung yang megah tidak dibarengi dengan sikap keramahtamahan penghuninya , saya kuliah di jurusan Arsitektur Unsyiah , Banda Aceh .Bersama teman sekelompok kami mendapat tugas mata kuliah untuk mensurvey gedung RSUZA yang baru , hmmm … Padahal kami hanya mensurvey , tampang perawatnya Waaaaw sinis2 nian , kalau kami bertanya seperti kami tidak dihargai , menyebalkan sekali , akhirnya kami menyimpulkan sendiri apa yang kami perhatikan dilapangan ,setau saya pekerja medis itu ramah2 dab bersahabat , jika sinis begini masyarakat pun enggan berobat , karena seperti tidak digubris TT______TT , padahal pengalaman kami setiap mensurvey gedung2 yang ada di Banda Aceh , mereka Insya Allah menjawab apa yang kami tanyakan , tapi kok yang ini BEDA ya ? Apa karena mereka bekerja di Rumah Sakit so ada perbedaan instansi , I don’t know ???

    Dari dulu saya benci rumah sakit karena takut akan malpraktek atau sejenisnya , mudah2an kesehatan saya tidak terganggu atau sejenisnya ^^ ,amin .

  92. DamayaniDarni

    Saya punya pengalaman yang kurang menyenangkan dengan perawat – perawat di salah satu rumah sakit ternama di Banda Aceh , gedung yang megah tidak dibarengi dengan sikap keramahtamahan penghuninya , saya kuliah di jurusan Arsitektur Unsyiah , Banda Aceh .Bersama teman sekelompok kami mendapat tugas mata kuliah untuk mensurvey gedung RSUZA yang baru , hmmm … Padahal kami hanya mensurvey , tampang perawatnya Waaaaw sinis2 nian , kalau kami bertanya seperti kami tidak dihargai , menyebalkan sekali , akhirnya kami menyimpulkan sendiri apa yang kami perhatikan dilapangan ,setau saya pekerja medis itu ramah2 dab bersahabat , jika sinis begini masyarakat pun enggan berobat , karena seperti tidak digubris TT______TT , padahal pengalaman kami setiap mensurvey gedung2 yang ada di Banda Aceh , mereka Insya Allah menjawab apa yang kami tanyakan , tapi kok yang ini BEDA ya ? Apa karena mereka bekerja di Rumah Sakit so ada perbedaan instansi , I don’t know ???

    Dari dulu saya benci rumah sakit karena takut akan malpraktek atau sejenisnya , mudah2an kesehatan saya tidak terganggu atau sejenisnya ^^ ,amin .

  93. Belum tahu rupanya kalau pasien kita dikuras uangnya di LN, pengobatan stop di tengah jalan dan akan pulang kembali ke Indonesia dengan penyakit sudah tahap akhir, tidak bisa diselamatkan dan disebut bahwa dokter Indonesia tidak berkualitas.
    Untuk Ridho di atas, kemungkinan kakak Anda mendapat infeksi pada jantung (bukan bawaan) bisa berupa endokarditis, myocarditis, atau penyakit jantung rematik. Myocarditis atau penyakit jantung rematik penderita bisa tampak sembuh padahal penyakitnya masih bercokol di dalam. Saran saya periksa ke spesialis jantung untuk ekokardiografi.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s