Daftar Laporan Malpraktek Dunia Kedokteran (Dari Masyarakat)

Standard

askepthedi.blogspot.com
askepthedi.blogspot.com

Tulisan “ Rumah Sakit dan 1001 Kisah Pembunuhan Berencana (Kisah Nyata)” ternyata menarik banyak pembaca untuk sharing pengalaman. khususnya malpraktek  yang terjadi di dunia kedokteran. Dan ternyata sangat beragam dan “mengerikan”.

Untuk membaca tulisan bagi yang belum membaca KLIK DISINI

Nah, berbagai pengalaman itu saya rangkum dibawah ini.

Dari beberapa laporan itu antaranya :

1. Yuki

Kebetulan salah satu anggota keluarga ad yg kanker. kata dokter, utk penderita kanker g ad pantangan makan sama sekali. makan apa aja diperbolehin.
jujur, gw ngerasa aneh, dan gw beli buku2 ttg kanker, browsing, sharing sm org2 yg bersentuhan langsung sm penyakit kanker, dll ternyata perkataan dokter itu bertolak belakang sm kenyataan yg gw dpt dr buku, sharing dan browsing.
kecewa.
setelah itu konsul sm dokter di malaysia, dia bilang jg ad pantangan buat penderita kanker. bgt jg pndpt dokter singapore.
jd g abis pikir, bisa2nya nganggap remeh nyawa org lain dgn kasih saran yg menurut gw sih sesat ~.~

2.  Halma

aku pnya kakak dulu opname di rs daerah jebres solo, kata dokter besuknya harus operasi, untung paman saya datang dan mengatakan “jangan mau di operasi! nanti malah tambah parah, kalo di operasi suatu saat akan kambuh dan operasi lagi”. keesokan harinya debat dgn dokter untuk memutuskan di operasi atau tidak. yg saya dengar dokter itu suka mem buat2 parah penyakit pasien agar kita takut dan akhirnya menyetujui operasi itu yg sbnrnya penyakitnya tdk ada hubunganya dgn operasi. akhirnya keluarga saya memutuskan tidak dioperasi, keesokan harinya pulang dan langsung ke dokter lain, dokter mengatakan penyakit anda adalah degestip, stelah kontrol 2x ternyata sudah sembuh.

 

3. Dian

jd nangis bc tulisan diatas. ingat adik yang meninggal dirumah sakit.

krn demam dibawa ke RS. tapi ama dokter di rs adik sy divonis penyempitan pembuluh darah dan dioperasi. dua hari setelah operasi adik sy muntah darah pdhal sebelumnya gak pernah muntah darah.

besoknya adik saya meninggal tepat 3 hri stlah operasi.

 

4.  Orange

kira-kira 6 tahun yang lalu adikku divonis dokter bahwa ia kena kanker rahim, tidak bisa hamil kemudian disuruh operasi dan berangkat ke Jakarta, sampai di jaKARTA tidak apa-apa hanya sakit biasa.
Sejak saat itu kami tak percaya lagi dgn dokter itu yang bisanya menakut nakuti pasien bahkan sekarang adikku sudah punya seorang bayi yang sangat sehat

 

5. Ivan

2009 saya rawat inap disalah satu rumah sakit di Banda Aceh. seminggu rawat inap, dokter hanya sekali datang.

selebihnya tidak pernah keliatan. semua suster yg ngurus, dari ngurus obat, makan dan suntik. sya tidak tau apa sakit saya dan terus diinfus. ingin bertanya ke dokter, dokter tak pernah hadir.

saat ditanya dokternya mana suster menjawa :dokter tidak ada, selalu jawbannya sama. saat didesak dibilang dokter tidak bisa datang.

setelah seminggu saya naik pitam. muak. saya minta suster datang dan suruh datang skrg juga, didepan saya suster itu nelpon. tetap saja dokter tidak bisa datang krn sibuk dirumah sakit lain. Kurang Ajar pikir saya.

saya langsung pergi dan keluar rumah sakit dengan infus masih menempel di tangan.
jika saya mati siapa yg bertanggung jawab. dunai kedokteran memang sialan, banyak buka praktek untuk cari duit.

 

6. Tediaka

saya pernah mengalami kejadian ketika anak saya brusia 1 thn mengalami panas tinggi yg akhirnya mengalami kejang demam (stuip).Langsung saya bawa ke sebuah rmh sakit “K” dibandung,saat itu ada 2 bidan dan 1 dokter jaga yg sudah tua.Anak saya yg saat itu msh kejang hny ditangani oleh suster dgn memberikan termometer tnp ada tindakan dokter yg hanya mengurus adminitrasi dan diagnosis lisan dgn saya sbg orang tuanya sementara anak saya hny dibaringkan saja. setelah itu saya diminta utk opname tp saya menolak karena melihat anak saya tdk begitu parah keadaannya, tp dokter tsb malah menakut2i saya dgn kerusakan otak dan ekses penyakit lainnya.setelah mengisi form kesedian saya utk rawat jalan tsb,dokter tsb malah pergi dan mengatakan akan pulang tnp ada tindakan apapun.Saya pun marah dan memanggil dokter tsb dan menanyakan alasannya,sungguh aneh jawaban dokter tsb yg mngatakan bahwa jam kerjany sudah selesai dan akan pulang tnp melakukan diagnosis atau tindakan medis apapun.Sungguh ironis dokter yg disumpah dgn kode etik utk menyelamatkn manusia malah tdk peduli.Saya beradu argumen dg n tindakan dokter tsbAkhirny form yg tadi saya tulis saya robek2 dimuka dokter tsb saking marahnya,kalau tdk ingat hukum akan saya pukul mukanya yg menyebalkn itu.

Akhirnya saya bawa pulang kembali anak saya tnp ada kejelasan diagnosis dari dokter keparat itu.Sebelum pulang saya membeli obat turun panas disebuah apotik.Esoknya anak saya sembuh tanpa ada indikasi yg disebutkan dokter itu,dan sampai sekarang berumur 4 tahun sehat walafiat saja tnp ada keluhan apapun. Jadi menurut saya Rumah sakit sekarang itu bukan untuk mengobati orang sakit,tp memanfaatkan penyakit orang untuk mengeruk keuntungan saja,udah komersil obat aja dijadiin proyek.. tanyain aja sama sales obat2an klo gak percaya.. IMHO

 

7. Fauzan

kalau mendengar desas desusnya udah sering, Banyak orang dilingkungan saya yang juga kecewa dengan dunia medis di Aceh, dan orang orang yang sama merasa sangat puas setelah mecoba pengobatan di negara tentangga.

 

8. Tata

sunggguh mngerikan dan membuatku ingin menangis kisah ni sungguh membuatku ingat beberapa bulan yg lalu

juni 2010
di nenek gw sblm masuk RS sehat bgt
cm dia g susah makan
diksh infus n tranfutasi darah
bknnya membaik ntah berapa kantong darah yg dimasukin kenenk gw
make me cry
karna saya buta dunia kedokteran cm iya dan iya
sampai nenek gw memejamkan mata selamanya

terimakasih infonya

 

9. Mazren

2tahun yang lalu aku dan agus mengalami kecelakaan,,kami berguling di tabrak colt pengangkut sapi.,aku dapat 10 jahitan..horeee(sinting kalee dijahit hore)..sementara agus kaya gombal jebol dapat 80jahitan..6bulan berselang agus mengeluhkan bekas lukanya,ternyata setelah di cek dan di odel2 dokter kalimantan masih ada beling yang nancep di daging..nah ne gimana kok bisa,padahal kn sebelum di jahit harus di bersihkan dulu kok sembrono.!!!

 

10. Dinna

Pernah merasakan langsung diskriminasri rumah sakit dan dokter.

Januari lalu, orang tua sakit berat dan harus dirawat. Kami meminta kamar VIP agar org tua tidak tambah stress dgn penyakitnya.

Ada 1 kamar kosong di VIP. Tapi kami minta tidak dikasih. setelah menunggu 3 jam juga tidak dikasih, ternyata kasih harus memberi uang fee untuk penjaga agar bisa masuk kamar VIP.

Akhirnya kami harus membayar fee dan kamar VIP. fee yg harus dibayar bukannya kecil.

Bukan masalah fee, tapi kami harus menunggu 3 jam dgn kondisi org tua yang sakit parah. Jika org tua kami saat itu meninggal, apakah mereka mau bertanggung jawab

Anonimous : “pngalaman pribadiku istriku hamil anak pertama kontrol kedokter kandungan di USG perutnya dokter bilang anaku kembar aku langsung marah2 aku bilang sama dokter klo dikluargaku ato istri ndak ada riwayat kembar langsung ber2 pulang cari second opinion kedokter lain ternyata yg dikira kpala bayi ke2 itu adalah pantat bayi itu ndak aku gampar istriku skarang anaku 2 co n ce rajin kesurau saranku utk sodara2ku cari second opinion JAYALAH SDM INA smoga…..”

 

Kasus terbaru di Aceh dari Media Serambi Indonesia

Keluarga pasien merasa kecewa terhadap dokter ahli kandungan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Simeulue yang lamban menangani persalinan yang bersifat emergensi. Apalagi, bayi yang dilahirkan tak dapat terselamatkan.

Menurut Akin, istrinya dibawa ke rumah sakit itu pada Kamis (16/12) karena hendak melahirkan. Namun, sesampai di RSUD Simeulue dokter ahli kandungan dr Yusmardi SpOG tak ada di rumah sakit. “Setelah tiga kali dipanggil baru dr Yu datang, itupun karena dipanggil oleh Direktur RSUD, dr Hanif,”kata Akin kepada Serambi Sabtu (18/12).

Menurut Akin, istrinya yang mengalami pendarahan hebat sewaktu dilarikan ke rumah sakit, sebelumnya memang ditangani oleh dr Yusmardi sejak usia kandungan tiga bulan. Lebih lanjut Akin menjelaskan, pada 12 Desember kandungan istrinya diperiksa oleh dr Yu, katanya pada 15 Desember, kandungan istrinya sudah bisa dioperasi. Sedangkan sehari sebelum operasi, dr Yu menyatakan anak dalam kandungan sehat, tapi operasi ditunda sampai pada 23 Desember.

“Biarlah keluarga kami saja yang mengalami hal seperti itu, jangan terulang lagi pada keluarga lain atas tindakan dokter yang sangat lamban dalam menangani pasien yang dalam keadaan darurat,”ujar Akin, didampingi anggota keluarga yang lainnya.

Sementara itu, dr Yusmardi SpOG yang dikonfirmasi Serambi mengatakan, tidak selamatnya bayi akibat dari placenta bayi terlepas, sehingga terjadi pendarahan hebat yang dialami pasien. “Ketika dioperasi bayi sudah tidak bernyawa lagi, diperkirakan meninggal sehari sebelummnya,”kata Yusmardi. Dirinya menampik ketika keluarga pasien menganggapnya lalai menjalankan tugas. “Keluarga pasien ada datang memanggil, tapi dalam peraturan seharusnnya pihak rumah sakit yang memanggil dan memberitahukan,” tukasnya.

Secara terpisah Direktur RSUD Simeulue, dr Hanif, yang ditanyai Serambi mengakui ada keluarga pasien yang anaknya meninggal dalam proses persalinan. Terkait keluhan keluarga pasien yang menyatakan tidak cepatnya penanganan dalam proses persalinan itu, yang bisa memastikannya adalah komite medik. “Saya juga akan memanggil dr Yusmardi untuk memintai penjelasan terkait hal ini,” ujar Hanif

 

Sisanya tambahin saja yaa

Apalagi dikoran-koran juga sering diberitakan tentang kasus malpraktek dunia medis

 

 

 

 

 

30 thoughts on “Daftar Laporan Malpraktek Dunia Kedokteran (Dari Masyarakat)

  1. Gileeee!!!… Dunia kedokteran emang gile!
    Lagian wajar sih mereka mencoba curang untuk nyari untung, sekolah dokter bukan murah!…
    Ehm, kode etik sepertinya perlu dihapus tuh. Percuma…
    Pasti Ibnu Sina nangis jika dia melihat fenomena gini

    Salam Sayang Dari BURUNG HANTU… Cuit… Cuit… Cuit

  2. muhar

    dokter oh dokter. parah dan memalukan punya dokter seperti ini. kasus disimeulu dh keliatan dokter memang ta**. tidak bertanggungjawab dan tetap saja memastikan komite medik. anak orang sudah mati … sadar kalian manusia-manusia pembunuh.

    pergi kelaut saja kalian semua dokter-dokter penipu. polisi tdk bisa buat apa-apa krn alasan kode medik. ubah semua undang-undang sialan tersebut

  3. ubri

    tega kali mereka. sadis dan ga beprikemanusiaan., para medis maunya apa kok seperti ini klakukannya, gak bemoral dan gak tau malu

  4. kiki

    ternyata dokter itu banyak mafia dan penjahatnya. kalo gitu untuk apa muka ganteng wajah cantik tp perbuatan seperti binatang dn tak manusiawi =)) . menyedihkan sekali bangsa Indonesia krn dihuni oleh dokter-dokter bobrok dn kurang ajar

  5. Tidak usah marah-marah bang🙂

    Kan tidak semua dari mereka seperti itu. Memang saya merasa kode etik kedokteran itu “kluar biasa” sekali. Belum lagi harus sesuai komite medik hehehehe…

    Komite medik dan IDI saat ini yg saya lihat akan selalu membela mati2an anggotanya (dokter). padahal udah jelas2 salah..

    Jika kode etik jurnalistik, kemarin 4 wartawan dikeluarkan dari medianya krn melanggar kode etik

  6. Martha Andival

    iyah, tapi bukan berarti kita harus menghujat loh kiki. Disinilah kita berusaha untuk saling mengingatkan agar lebih berhati-hati, tapi bukan untuk meninggalkan rumah sakit ya🙂

  7. RohAceh

    hahahahahaha jgn tekejut gitu neng biasa aja lagi kan memang nyari duit ya harus banyak dikorbankan trmasuk psien wkakakakakak

  8. Sepertinya ini masalah moral dan pribadi yang terkait, ada baiknya kalau belajar dari pengalam orang lain, dan juga melihat serta mendengar pendapat dari orang-orang lain yang lebih berkompeten.

    Tapi hati-hati juga dengan generalisasi, memang ada beberapa dokter yang demikian, tapi tidak semua, dan kita juga harus jeli tentang hal itu, tidak semua tim profesional medik kok yang berperilaku seperti itu, yaa mungkin kalimat gara-gari nila setitik hancur susu sebelanga, berlaku di sini, tapi tetap saja kita harus lebih hati-hati dan berpikir dingin.

    /CMIIW/

  9. Martha Andival

    Benar bang, tidak semuanya seperti itu. karena itu, seperti komentar teman-teman diatas dan dihalaman sebelumnya, kita memang harus mencari second opinion jika menemui keganjilan…

    sebenarnya tidak ada hubungan lembaga, melainkan secara personal. namun, jika kejadian yg sudah berulangkali, dan dilakukan oleh banyak dokter, lalu tidak pernah mengalami perubahan dan nyaris masyarakat masih terus menerus merasakan ketidakadilan bagaimana pula bang.

    Memang tidak bisa digeneralisasikan, tapi haruskah berdiam diri terhadap ketidakadilan

  10. wah makin mantap aja tulisan bang martha…
    walau sempat panas dingin juga saat membacanya
    tapi bagaimana pun ini adalah opini publik terhadap kinerja dokter di negeri ini dan ini menjadi salah satu acuan untuk para dokter berinstropeksi agar tidak terulang lagi ke depannya…

  11. Martha Andival

    Benar dek. Memang menghadapi hal ini, kita harus berkepala dingin. Masyarakat emosi hal biasa krn mereka merasa sbg korban. Mudah-mudahan, dgn memberi arahan dan pemahaman, mereka akan mengerti. dan jika salah pun, mereka sudah tahu harus kemana melapor🙂

  12. Bajuri

    Sebenarnya itu juga karena adanya gap pengetahuan awam dengan profesi medik. Contohnya yang kejang demam di atas. memang kejang demam disebabkan karena demamnya. bila demam sudah turun maka kejang akan berhenti dan seringkali tidak mebekas pada anak tersebut untuk tahun2 ke depan. Namun ada kemungkinan juga kalau kejang cukup lam akan merusak otak seperti yang diterangkan dokter tersebut. ketika sim orang tua pulang dari RS dan mampir beli obat penurun panas di apotik. memang kejang sdh tidak lagi. dan seterusnya anak tetap sehat tanpa serangan kejangpun.
    Jadi, meang sulit menjelaskan gap penegtahuan ini.
    Dokter memang harus mengkomunikasikan dan pasien/ keluarga jangan sok pintar…supaya gapnya memendek

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s