Upah Minimum dan Pembohongan Publik

Standard

matanews.com

Janji-janji akan kelayakan hidup melalui UMR (Upah Minimum Regional) ternyata hanya omong kosong belaka. Penipuan untuk menyenangkan hati, namun realnya tetap saja masyarakat hidup dengan pendapatan dibawah kelayakan. Daftar upah minimum hanya janji-janji tanpa realisasi.

Tahun 2010, Upah Upah Minimum Provinsi (UMP) adalah senilai Rp1.300.000 per bulan, dan untuk tahun 2011 naik menjadi Rp. 1.350.000 per bulan. UMP Aceh 2011 ditetapkan setelah tim yang ditunjuk melakukan survei ke beberapa daerah di Aceh untuk menghitung tingkat inflasi dan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) rata-rata masyarakat.

UMP yang ditetapkan itu berlaku untuk semua pekerja baik di instansi Pemerintah, swasta, BUMN, maupun BUMD.

Tidak usah berbicara tahun 2011. Kita bicara tahun kebelakang untuk melihat korealasi upah minimun  dan kondisi real pendapatan tenaga kerja di Aceh (Termasuk provinsi lainnya).

Semuanya hanya omong kosong. Coba lihat dan tanyakan pada tenaga kerja, berapa gaji mereka, khususnya yang bekerja di lembaga atau instansi swasta. Semuanya masih dibawah upah minimum regional-provinsi. Bahkan lebih parah lagi.

Tidak sedikit tenaga kerja masih bergaji dibawah standar hidup. Mereka dibayar hanya sebesar Rp. 450.000 sampai Rp. 650.000. Bahkan, ada juga tenaga kerja yang sudah bekerja lebih 2 tahun masih menerima gaji dibawah 1 juta.

Lalu untuk apa kebijakan UMP jika masih banyak tenaga kerja dengan gaji jauh dibawah UMP.

Coba sekali-kali kita bertanya pada teman-teman kita yang bekerja di perusahaan swasta atau pemerintah. Berapa gaji mereka, khususnya tenaga kerja dibidang cleaning service, wartawan, tenaga honorer dan lain-lain.

Dasar UMP adalah nilai Kebutuhan Layak Hidup. Tapi mengapa gaji mereka masih jauh dibawah kelayakan hidup?

Menariknya, dalam ump itu disebutkan, para tenaga kerja yang mendapat gaji dibawah ump dapat melaporkan perusahaannya. Pernyataan pemerintah ini sangat konyol dan tidak masuk akal.

Bukankah melaporkan gaji yang tidak sesuai ini bunuh diri. Untuk apa melapor jika selanjutnya sang pelapor dipecat dari perusahaan? Jika tenaga kerja dipecat dari kantornya, apakah pemerintah mau turun tangan dan membantu?

Begitu juga untuk Tunjangan Hari Raya (THR). Tidak sedikit pula perusahaan yang tidak memberi THR bagi karyawannya. Padahal dalam Undang-Undang, jangankan tenaga kerja tetap, tenaga kerja yang masih magang melebihi tiga bulan saja harus diberi THR, tapi kenyataannya?

Saat ini, tenaga kerja hanya bisa mengelus dada. Apapun yang terjadi mereka harus tetap bekerja. Karena, jika mereka keluar dari kerja kemana mereka akan mencari lapangan kerja yang saat ini nyaris tidak ada.

Sebenarnya apa yang diberikan pemerintah dengan menetapkan UMR-UMP ini sudah benar dan kita memberi apresiasi. Tapi kebijakan ini masih “nanggung” dan belum bisa memberi kenyamanan bagi pekerja. Seandainya pemerintah sendiri yang datang dan melihat kondisi pekerja di perusahaan tentu akan lebih maksimal dari tujuan penetapan UMR-UMP tersebut. Sayangnya ini yang belum dilakukan.

Sebagai gambaran, dibawah ini ada daftar Upah Minimun regional – Provinsi untuk tahun 2010. coba perhatikan, apakah kita sudah mendapatkan gaji yang layak?

Nanggroe Aceh Darussalam 1.300.000,00 (2010)

Sumatera Utara 965.000,00 (2010)

Kalimantan Selatan 1.024.500 (2010)

Kalimantan Timur 1.002.000,00 (2010)

Sulawesi Utara 1.000.000,00 (2010)

Sulawesi Selatan 1.000.000,00 (2010)

Papua Barat 1.210.000,00 (2010)

Papua 1.105.500,00

DKI Jakarta 972.604,80

Kota Bandung 939.000,00

Jambi 900.000,00 (2010)

Untuk tahun 2011 sudah mengalami kenaikan (walau hanya dalam kisaran Rp. 20.000 sampai Rp. 50.000). tapi, sepertinya, kondisi dilapangan masih tetap sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

19 thoughts on “Upah Minimum dan Pembohongan Publik

  1. RohAceh

    Aneh gan, apa ane yg salah liat atau gimana gituh.. perasaan ane kemarin ga ada tulisn ini gan, btw kok muncul di list? binun, jadi males koment ah

  2. Kita mesti salahin siapa? Pemerintah?… Ya! Pemerintah…
    Mau siapa lagi…!
    Mana janji seorang presiden yang katanya berwibawa unt meningkatkan taraf hidup rakyat…
    Presiden bisanya cuma membuat UU yang gak jelas (Jogja misalnya) dan nonton pertandingan sepakbola…
    Seorang menteri memberikan bonus milyaran rupiah untuk pemain timnas, tapi menteri bersangkutan tak jelas tindakannya atas lumpur lapindo…

    Ah, (malu) aku jadi orang Indonesia…

  3. “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.
    Firman-Mu: Siapakah dia yang menyelubungi keputusan tanpa pengetahuan? Itulah sebabnya, tanpa pengertian aku telah bercerita tentang hal-hal yang sangat ajaib bagiku dan yang tidak kuketahui.
    Firman-Mu: Dengarlah, maka Akulah yang akan berfirman; Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku.
    Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.
    Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu.”

    Setelah TUHAN mengucapkan firman itu kepada Ayub, maka firman TUHAN kepada Elifas, orang Teman: “Murka-Ku menyala terhadap engkau dan terhadap kedua sahabatmu, karena kamu tidak berkata benar tentang Aku seperti hamba-Ku Ayub.
    Oleh sebab itu, ambillah tujuh ekor lembu jantan dan tujuh ekor domba jantan dan pergilah kepada hamba-Ku Ayub, lalu persembahkanlah semuanya itu sebagai korban bakaran untuk dirimu, dan baiklah hamba-Ku Ayub meminta doa untuk kamu, karena hanya permintaannyalah yang akan Kuterima, supaya Aku tidak melakukan aniaya terhadap kamu, sebab kamu tidak berkata benar tentang Aku seperti hamba-Ku Ayub.”
    Maka pergilah Elifas, orang Teman, Bildad, orang Suah, dan Zofar, orang Naama, lalu mereka melakukan seperti apa yang difirmankan TUHAN kepada mereka. Dan TUHAN menerima permintaan Ayub.

    Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu.
    Kemudian datanglah kepadanya semua saudaranya laki-laki dan perempuan dan semua kenalannya yang lama, dan makan bersama-sama dengan dia di rumahnya. Mereka menyatakan turut berdukacita dan menghibur dia oleh karena segala malapetaka yang telah ditimpakan TUHAN kepadanya, dan mereka masing-masing memberi dia uang satu kesita dan sebuah cincin emas.
    TUHAN memberkati Ayub dalam hidupnya yang selanjutnya lebih dari pada dalam hidupnya yang dahulu; ia mendapat empat belas ribu ekor kambing domba, dan enam ribu unta, seribu pasang lembu, dan seribu ekor keledai betina.
    Ia juga mendapat tujuh orang anak laki-laki dan tiga orang anak perempuan;
    dan anak perempuan yang pertama diberinya nama Yemima, yang kedua Kezia dan yang ketiga Kerenhapukh.
    Di seluruh negeri tidak terdapat perempuan yang secantik anak-anak Ayub, dan mereka diberi ayahnya milik pusaka di tengah-tengah saudara-saudaranya laki-laki.
    Sesudah itu Ayub masih hidup seratus empat puluh tahun lamanya; ia melihat anak-anaknya dan cucu-cucunya sampai keturunan yang keempat.
    Maka matilah Ayub, tua dan lanjut umur.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s