Mereka Adalah Manusia Pilihan

Standard

Siapa sih yang tidak ingin menjadi manusia pilihan. Semua kita pasti ingin dan akan berusaha menjadi manusia pilihan di sisi Allah swt. Tapi, saat ini, benarkah kita siap dan benar-benar ingin menjadi manusia pilihan. Jika pun siap, manusia pilihan bagaimana? Pilihan siapa?

Telah banyak manusia-mansuia pilihan dimuka bumi ini. Selain Rasulullah saw dan para shabat beliau. Saat ini, di zaman serba “aneh” ini pun, tetap ada manusia-manusia pilihan sebagai “pewarna” dan penyeimbang kehidupan. Kita ingin menjadi seperti apa, semua pilihan ada ditangan kita sendiri. Karena kitalah yang memilih jalan hidup ini.

Dibawah ini, saya hanya menampilkan dua sosok, sebagai pengingat. Karena, manusia memiliki sifat pelupa. karena itu, dengan kembali membuka, membaca, kita akan kembali teringat untuk menjaga “jalan” hidup kita.

1.      Presiden Iran, Ahmadinejad

Sedikit penggalan kisah (yang mungkin sudah pernah kita baca).

Presiden mana di dunia ini yang ikut bergabung dengan petugas kebersihan kota untuk membersihkan jalan di sekitar rumah dan istana Presiden?.

Dibawah kepemimpinan Ahmadinejad, setiap menteri yang diangkat selalu menandatangani perjanjian dengan banyak ketentuan, terutama yang ditekankan adalah agar setiap menteri tetap hidup sederhana . Seluruh rekening pribadi dan keluarganya akan diawasi dan kelak jika masa tugasa berakhir sang menteri harus menyerahkan jabatannya dengan kewibawaan . Caranya adalah agar dirinya dan keluarganya tidak memanfaatkan keuntungan sepeser pun dari jabatannya.

Ahmadijed juga mengumumkan bahwa kemewahan terbesar dirinya adalah mobil Peogeot 504 buatan tahun 1977dan sebuah rumah kecil warisan ayahnya 40 tahun lalu yang terletak di salah satu daerah miskin di Teheran. Rekening tabungannya nol dan penghasilan yang diterima hanyalah gaji sebagai dosen sebesar kurang dari Rp 2.500.000,-. (U$ 250)

Asal tahu saja Presiden tetap tinggal di rumahnya. Satu-satunya rumah miliknya, salah satu presiden Negara terpenting di dunia secara strategi, ekonomi, politik dan tentunya minyak dan pertahanannya.

Ahmadinejad bahkan tidak mengambil gajinya sebagai presiden (yang merupakan haknya). Alasannya seluruh kekayaan adalah milik Negara dan ia hanya bertugas menjaganya.

Hal lain yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yang selalu dibawa setiap hari. Isinya adalah bekal sarapan, beberapa potong roti sandwinch dengan minyak zaitun dan keju . Ahmadinejad menyantap dengan nikmat makanan buatan isteri tersebut Di sisi lain ia menghentikan semua makanan istimewa yang biasa disediakan untuk presiden.

Ahmadinejad juga mengalihkan pesawat kepresidenan menjadi pesawat angkutan barang (cargo) dengan alasan untuk menghemat pengeluaran Negara. Presien juga memilih terbang dengan pesawat biasa di kelas ekonomi.

Ahmadinejad selalu melakukan rapat dengan para menteri kabinetnya untuk memantau semua aktivitas. Semua menteri bisa masuk ke ruangannya tanpa harus izin.Ia juga menghapus semua acara seremonial seperti red carpet, foto-foto dan iklan pribadi ketika jika mengunjungi Negara lain.

Jikalau harus menginap di hotel ia selalu memastikan untuk tidak tidur dengan ruangan dan tempat tidur mewah. Alasannya ia tidak tidur di tempat tidur tetapi tidur di lantai beralaskan matras sederhana dan sepotong selimut.

Apakah semua tindakan dan kelakuan presiden menimbulkan rasa tidak hormat?

 

2.         Appamma

Di saat kita merasa kalau orang baik hanya adalah dongeng. Saat kita merasa para pemimpin tak lagi memiliki contoh untuk panutan hingga mereka kehilangan arah. Saat dunia terasa telah dipenuhi oleh orang-orang yang tidak memiliki nurani dan kasih. Di saat itu juga kita dikejutkan oleh kehidupan seorang mantan Ratu di  India.

Menjadi ratu memiliki kehidupan yang berkecukupan, menyenangkan dan penuh kemewahan. Setidaknya begitulah yang tergambar di benak kita kala kata “ratu” disebutkan. Namun kali ini berbeda, Appamma Kajjallappa, istri ketiga Raja Venkateswara Ettappa, penguasa di Virudhunagar, India lah yang merubah anggapan itu. Kini, Mungkin dialah satu-satunya ratu yang juga bersama anaknya hidup dalam sebuah gubuk dan berjuang keras demi mendapatkans sesuap nasi.

Lalu kemana harta dan peninggalan suaminya?

“Sudah saya sumbangkan ke rakyat,” kata Appama. Bahkan, istana peninggalan juga sudah berubah menjadi sebuah sekolah demi memenuhi permintaan rakyat.

“Anggota keluarga kami sangat murah hati. Kami menyumbangkan segalanya demi kejehateraan desa. Itulah yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin,” tambah Appama.

“Mungkin dulu saya adalah seorang ratu, tapi kini saya bukan siapa-siapa lagi. Kami sangat miskin.” tutupnya.

Appama juga selalu menolak pemberian warga yang merasa iba dan kasihan dengan kondisi  mantan ratu mereka.

Kondisi ini sangat kontras dengan keadaan para pemimpin kita. Jangankan merelakan Istananya untuk  dijadikan sekolah, mereka malah ramai-ramai menggerogoti dana pembangunan sekolah.

Kini kita telah dikejutkan oleh sebuah kisah nyata yang bukan dari negeri dongeng. Mungkinkah ada petinggi di negara ini yang bisa meniru Appama?

Nah, jika teman-teman ada tokoh lain yang dianggap layak, bolehlah dishare kemari. Yang dari Indonesia ada juga kok… ini sedang di searching.

21 thoughts on “Mereka Adalah Manusia Pilihan

  1. bang

    haduh bang, kalo ditiru kek gitu rugi lah, masuk kerja aja udah bayar, kalau disumbangin kapan balik modalnya…kwakwkakw

  2. kodok ngorek

    bisa2 yg spt di atas malah di anggap gila. lha di bela2in berdarah2 pemilu kan biar kalo udah jd pemimpin dpt pelayanan no.1

  3. Salute untuk Ahmadinejad…
    Pemimpin seperti ini di Indonesia? Mungkin harus menunggu beberapa tahun lagi saat Denuzz diangkat menjadi presiden… Hehe…

    Salam sayang dari BURUNG HANTU… Cuit… Cuit… Cuit…

  4. Mimpi..
    Ya kita selalu bermimpi memiliki pemimpin seperti beliau..

    Bisakah mimpi ini menjadi kenyataan?? Lagi-lagi muncul pertanyaan itu🙂

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s