Aku Ingin Pulang

Standard

Husheni a.k.a Moun Blenc

Husheni a.k.a Moun Blenc

Belenggu terkadang mengikat kita tanpa aturan. Walaupun yang ‘mengikat” itu selalu tunduk pada aturan.

Masih tengiang, bagaimana engkau curahkan seluruh isi hatimu. Rasa bersalah, bimbang, bingung, bercampur aduk memainkan dinginnya malam. Engkau duduk tak bertepi diantara dinding langit. Suram.

“Aku harus bagaimana,” katanya.

“Ambil sikap. Dirimu telah dewasa dan bisa menentukan segalanya. Jika tidak siap dengan ikatan belenggu, maka lepaskan belenggu itu dan cari kehidupan lain diluar sana. Bisa jadi kehidupan diluar sana lebih baik. Dan kamu harus mencoba dan terus mencoba. Jangan hanya diam dan menerima nasib ala kadarnya,” jawabku.

“Jangan hanya duduk dan menerima nasib. Nasib, kita lah yang menentukannya sendiri, kitalah yang menjalaninya, kita yang merasakan dan kita pula yang akan menikmatinya,” sambungku.

“Iya, Om,” katanya singkat.

“Aku harus bangkit. Tidak boleh lalai dan diam terus menerus. Diluar pasti ada kehidupan,” sambungnya menyemangati diri.

Kehidupan memang penuh warna. Mainkanlah warna itu agar hidup menjadi indah. Warnailah hidup dan jangan hidupmu yang diwarnai keadaan. Keadaan itu yang harus kita warnai agar kita mengetahui, mana hitam, mana putih, mana merah, mana biru dan sebagainya.

Seminggu setelah malam itu, engkau menghilang bak ditelan bumi. Tanpa kabar berita. Hanya satu kata yang sempat kuingat darimu; “Aku mau pulang”.

Sekitar sebulan lalu, tiba-tiba dirimu menelponku dan mengabarkan, bahwa engkau telah pulang dan tidak di dunia belenggu lagi. “Mohon maaf, aku tidak mengabari Om, karena saat itu aku sedang bingung dan panik,” katanya melalui hp.

“Tega sekali tidak mengabari saya,” kataku sedikit marah dan kecewa.

“Maaf Om, saya ga enak saja ngabarin Om,” katanya sambil tertawa.

Akhirnya kamipun bercuap-cuap ria sambil cekikikan dan mengingat masa-masa lalu yang terkadang aneh untuk di ingat. Walau hanya sesaat, masa lalu tetap akan tertinggal menjadi sejarah.

Hari ini, Jum’at, 7 Januari 2011. Engkau benar-benar pergi jauh meninggalkan dunia dengan warna-warninya. Engkaupun menjadi saksi yang telah mewarnai dunia ini dengan karaktermu.

Sebuah kecelakaan hebat telah terjadi. selama 20 hari engkau tak sadarkan diri. 20 hari terbaring dalam koma. Kini engkau telah melepasan belenggu itu. Dan engkau benar-benar pulang. Pulang kepada langit, pulang kepada penciptamu, Allah swt.

Selamat jalan teman, do’aku terhantur untukmu……. Walau kita hanya kenal sesaat, dan pernah seatap hanya sebulan, tapi engkau telah mengajariku hidup. Dan engkaupun, telah memberi warna di dunia ini dan komunitas kita, Aceh Forum Community (AFC).

Innalillahi Wainna Ilahi Rajiun…

 

27 thoughts on “Aku Ingin Pulang

  1. Ganjabakong

    Ya Allah,, temenku monblenk. maaf sgl kesalahan yg pernah kami buat. moga diterima disisi-Nya

    pernah jumpa wktu ultah AFC, watee nyan, tanyoe saboh meja

  2. katrok watee Allah hei gata rakan, abeh nyan kamoe menyusul teuka. saleum keu gata rakan, meaf desya kamoe menyoe na silap lidah atawa seungaja.

  3. Aris

    lon hana sempat lake meuah ke gata.

    Mounblenk, beribu maaf kuminta ats dosaku, aku ikhlasan jika ada salahmu kpadaku. doa ini slalu tukmu shob.

    AAAAAAAAAAAAAAAAA………….. sheni………. syedara lonn..

  4. danijurnalis

    selamat jalan…Tuhan lebih tahu apa yg terbaik buat sahabat kita itu. Semua telah diatur dalam bingkai takdir-Nya

  5. Aku menyukai postingan ini bukan karena kepergian seorang sahabat namun pengambaran tentang arti sebuah persahabatan sampai titik di mana sang sahabat pulang ke langit. karena aku juga pernah mengalami hal seperti itu dan pernah saya posting di blog ku. Selamat jalan sahabat Husneni semoga amal ibadah mu diterima oleh Allah SWT.
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  6. Arfan

    Malam ini, aku menangis mengenangmu saudaraku, ada rasa menyesal yg tak terkira dihati…. selamat jalan sheni sahabatku… jasa-jasamu tidak akan kulupakan…

  7. Innalillah kang, kirain tuh ada apaan pas baca story di atasnya. Serem banget kalo emang kejadian yang ninggal beneran kayak di story nya. *tebarbunga

  8. innalillahi wa inna ilaihi rajiun

    saya turut berduka bang atas kepergian bang mounblenk..
    semoga diampuni dosa2nya dan dilapangkan kuburnya…
    semoga Allah menerima amalan2nya..

    amin

  9. Turut berduka cita, mas..
    Kehilangan memang sesuatu hal yang sangat berat di rasakan, dan tiap orang pasti akan merasakannya..

    Yang tabah ya mas,😀

  10. atjehjaya

    Innalillahi Wainnalillahi rajiun

    kenal ma sheni, semoga amal ibdahnya diterima Allah dan diampuni mua dosanya

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s