Nurdin Halid dan Negara Tak Berhukum

Standard

Sebuah catatan. Entah mengapa, sekarang, Nurdin Halid menjadi bintang kehebohan di negeri makian ini. Tidak di dunia real tidak pula di dunia maya. Sebenarnya, saya melihat, kemarahan masyarakat Indonesia bukan hanya tertuju pada Nurdin Halid karena membawa “kerusakan” di tubuh PSSI. Akan tetapi, sebuah keadilan yang terzalimi.

Berhubung Nurdin Halid menjadi headline news, maka saya mengaitkannya kepada Nurdin Halid. Tapi, inti tetap pada keadilan dan hukum yang berantakan di negeri ini.

Permasalahan :

1. Pada 16 Juli2004, dia ditahan sebagai tersangka dalam kasus penyelundupan gula impor ilegal. Ia kemudian juga ditahan atas dugaan korupsi dalam distribusi minyak goreng. Hampir setahun kemudian pada tanggal 16 Juni2005, dia dinyatakan tidak bersalah atas tuduhan tersebut oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan dibebaskan. Putusan ini lalu dibatalkan Mahkamah Agung pada 13 September 2007 yang memvonis Nurdin dua tahun penjara. Ia kemudian dituntut dalam kasus yang gula impor pada September 2005, namun dakwaan terhadapnya ditolak majelis hakim pada 15 Desember 2005 karena berita acara pemeriksaan(BAP) perkaranya cacat hukum. Selain kasus ini, ia juga terlibat kasus pelanggaran kepabeanan impor beras dari Vietnam dan divonis penjara dua tahun 6 bulan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada 9 Agustus 2005. Tanggal 17 Agustus 2006 ia dibebaskan setelah mendapatkan remisi dari pemerintah bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia.

Pada 13 Agustus 2007, Ia kembali divonis dua tahun penjara akibat tindak pidana korupsi dalam pengadaan minyak goreng.  Lagi-lagi mendapat remisi.

2. Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Rita Subowo mengatakan Anggaran Rumah Tangga (ART) sudah disepakati semua pihak termasuk PSSI. Namun ia mengajak semua pihak untuk fokus kepada pembinaan olahraga secara keseluruhan.

Dalam ART itu disebutkan bahwa pengurus besar induk olahraga harus sehat jasmani dan rohani serta tidak pernah dijatuhi hukuman pidana.

Persyaratan bahwa pengurus induk olahraga harus sehat jasmani rohani serta tidak pernah ditjatuhi hukuman pidana berulangkali muncul dalam sejumlah pasal . Itu tertuang dalam pasal-pasal pada Bab Keanggotaan yang memuat pasal 5 hingga pasal 15.

Mengacu pada peraturan tersebut Ketua Umum PSSI Nurdin Halid Rita meminta aturan tersebut untuk dipenuhi. Ia mempersilahkan jika PSSI tidak ingin mengikuti garis komando pihaknya yang berada di bawah naungan Komite Olahraga Indoneisa (KOI). “Silahkan saja,” kata Rita yang juga menjabat sebagai Ketua Umum KONI.

3. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hanya terdiam saat menyaksikan hampir 10 ribu penonton pertandingan Indonesia vs Uruguay di Gelora Baung Karno meneriaki Nurdin Halid untuk turun dari jabatannya selaku Ketua Umum PSSI.

Teriakan ini merupakan buntut dari kekalahan telak Indonesia dari Uruguay, 1-7 dalam pertandingan persahabatan kedua negara di stadion GBK, Senayan, Jakarta, Jumat (8/10/2010) malam. Nurdin Halid duduk berada tak jauh dari SBY dan Ibu Ani Yudhoyono yang ada di tribun VVIP.

SBY dan Nurdin Halid seolah dibuat tidak berkutik lantaran teriakan yang lebih mirip dengan koor tersebut semakin membahana seiring emosi penonton yang membuncah menyaksikan pasukan merah putih dibantai Uruguay.

Pada Final Piala AFF, kejadian yang sama terjadi.

4. Statuta FIFA dan Statuta PSSI yang sengaja dirubah….

5. PSSI didanai oleh APBD dan setiap tahunnya, ratusan milliar keuangan daerah juga harus menjadi korban. Pemda harus menyerahkan dana-dana miliaran untuk klub di bawah PSSI. Bandingkan dengan kehidupan masyarakat yang hidup di jalan-jalan, kelaparan dan lain-lainnya..

1. Mengapa Negeri (Presiden) ini terlalu mudah memberi remisi. Bahkan, remisi itu diberikan dengan alasan yang aneh. Jika demikian, Untuk apa Hukum dan pengadilan di negeri ini?

2. Mengapa, remisi itu lebih banyak dinikmati oleh orang-orang “dekat” dan berduit.

3. Mengapa, tahanan para orang “dekat” ini sebagian besar lebih ringan dibanding pelaku kejahatan lainnya?

4. SBY hingga saat ini diam. Jika dimasa kampanye pemilu, saat kasus Prita, semuanya pada berlomba-lomba turun dan bicara.

5. Jusuf Kalla, biasanya sering angkat bicara bila terkait kepentingan Indonesia dan masyarakat umum. Sekarang juga DIAM!

6. Mengapa masyarakat selalu menjadi korban di negeri ini. Dana masyarakat hilang entah kemana dan untuk kepentingan yang tidak jelas.

7. Mengapa tidak ada yang menindak PSSI karena tidak mau mengikuti aturan negeri ini. Aturan KONI, KOI dll.

 

 

 

 

 

4 thoughts on “Nurdin Halid dan Negara Tak Berhukum

  1. banyak yang mau ngatur-ngatur, tapi ga mau menjalankan aturan. giliran pak tif jalanin aturan ttg pornografi banyak yang hujat.
    tanya kenapa?

  2. Martha Andival

    karena banyak kepentingan dibelakangnya dek… pornografi adalah salah satu bisnis terbesar setelah narkoba..
    jadi banyak yg berkepentingan. Apalagi, bisnis porno itu abanyak dekingan dan perputaran uang yang besar..

    org2 yg bermain disana akan menghujat habis-habisan usul Tif..

    inilah negara muslim terbesar kita dek, aturan buruk diikuti aturan bagus dibunuh

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s