Jangan Panggil Aku Lonte

Standard

“Ini dengan siapa?”

“Saya, Ardhan,” jawab saya.

Seketika hening. Saya masih sabar menunggu jawabannya. Berharap wanita itu menerima permintaan saya.

“Gimana ya bang..,” kata wanita itu. Ragu-ragu.

“Gimana bagaimana?” tanya saya.

“Aduh bang, maaf sekali saya sedang haid nih. Lagi pula saya mau pulang.” Jawabnya.

“Loh, memangnya mau pulang kemana?” tanya saya lagi, penasaran.

“Ya.. pulang ke Lhokseumawe bang,” jawabnya lagi.

“Oh.. ya sudah, tidak mengapa. Nanti akan saya kabari kembali,” kata saya menutup pembicaraan.

Itulah awal perkenalan saya dengan Rina (bukan nama sebenarnya), seorang wanita muda berdarah Aceh yang telah menetap di Kota Medan, Sumatera Utara.

Sepekan setelah pembicaraan itu, akhirnya saya kembali menelponnya. Setelah berbasa-basi, akhirnya kami sepakat untuk bertemu disalah satu Hotel di kota Banda Aceh.

Rina mengaku, ia tidak memiliki ongkos untuk ke Banda Aceh, apalagi, kebetulan dirinya baru sampai di Medan.

“Ah, lagi-lagi uang,” pikirku…. next

65 thoughts on “Jangan Panggil Aku Lonte

  1. benar kita tidak tahu motif apa dibalik semua yg “mereka” lakukan, tp saya bingung jika trauma krn dipekorsa kenapa malah menyerahkan diri untuk berulang2 “diperkosa” dg alih2 sebagai pelampiasan? benar2 bingung saya!

  2. saya seperti dihantam palu godam berton-ton baca postingan ini. seperti inikah “nyata” itu?sebegitu pelikkah ia?dan lagi2 kenapa harus wanita?
    *ngunci diri

  3. ukhwatun

    mas, terkadang agak berat memang mengakui diri kita pernah diperkosa. kan itu salah satu aib juga.

    lam kenal, ukhwatun AFC nih mas

  4. sikapsamin

    @ mas ardan, salam kenal…

    Dari artikel dan beberapa komen, memperkuat bhw Rina…wanita-malam.
    Pertanyaan saya, emang kalau siang apakah Rina bukan wanita..!?

  5. memang kadang kebingungan seperti ini menjadi hal yang labil, kembali pada sebuah “hati” setiap insan yg bisa menerima dan melihat masa depan yang cerah.

    kebingunan ibnu sama halnya dengan saya, sesuatu yang tidak bisa diterima oleh logika, karengan Sang Pencipta membuat hati dan perasaan untuk melihat masa depan yg lebih baik (bukan masa depan yg lebih baik karena hasil dari “diperkosa”)wallahu’alam

  6. konflik bersenjata senantiasa membuat manusia kehilangan fitrah dirinya.

    tidak hanya korban perkosaan, pelaku perkosaan juga adalah korban. korban akibat terbunuhnya nilai2 kemanusiaan dalam dirinya.

    pemerkosaan tak lagi hanya sekedar pemerkosaan seksual. lebih dari itu yang terjadi adalah pemerkosaan terhadap niliai2 kemanusiaan,

    nafsu keserakahan manusia dikemas dengan jargon-jargon pembenaran semata untuk berebut saling berkuasa dan menguasai.

  7. Arfan

    ardhan, dari prcakapan diatas sprtinya dia benar pekerja seks. couse ada kata sedang haid…

    pasti dipikirna abg mo pake dia ya mudah2 ga ja tp ntahlah

    *kapn ngopi lagi jgn S-lah

  8. sidroeagam

    nyoe masalah personal hana sangkut paut keu pemerintah, udep nyoe pilihan, koen meunan tengku ardhan?

  9. Apakah ini kisah sebenarnya
    Jika iya, kasihan gadis itu ya
    Sudah terlalu sering diguncingkan padahal belum tentu kebenarannya
    Jikalau benar, moga segera ada jalan keluar untuk berhenti dan bertaubat

  10. sangat memperihatinkan memang..
    sebenarnya dia butuh perlindungan dan pengakuan yang layak sebagai wanita.
    Tapi saya bingung, sebenarnya mas ada keperluan apa bertemu dengan rina di hotel itu??😆

  11. Saya pribadi sebenarnya bingung juga. Tapi, hal ini banyak pula terjadi dikota-kota besar. trauma di perkosa malah semakin menjerumuskan diri. disinilah sebenarnya peran pemerintah melalui badan pemberdayaan perempuan berperan aktif. tapi jika kita lihat? apa?

  12. Tapi, kekuatan mental manusia itu berbeda-beda loh bang, karena itu, kita lah yang kebetulan (jika) berada disaat itu, dapat memberi bantuan masukan, tentu tidak seperti ini…

  13. benar tidak ahrus diungkap, akan tetapi, fakta dibalik semua itu yg harus diungkap … akan kita lebih membuka mata kita, ternyata masih ada korban diluar sana…

  14. benar ukhwa, tapi tetap ada loh aib itu yg harus dibuka sebagai pelajaran yang lain.. agar manusia tidak sibuk dengan dirinya sendiri tapi mengingat dan lebih melihat sekitarnya…

    ty khwa dan singgah

  15. salam kenal juga sikpasamin.. (terimakasih sudah sudi mampir….)

    Beliau ya tetap wanita malam. karena, sudah jelas, dalam kamus dan bahasa, wanita malam tentu wanita malam. karena dalam tlisan tidak ada penyebutan dia laki-laki.. (Karena, sangat jarang laki-laki dewasa menjadi korban pemerkosaan oleh laki-laki dewasa)

    Ingat bang, ada kata kunci “haid”.

  16. benar bang, itu juga banyak, malam jadi wanita siangnya bukan wanita. tapi khusus tulisan ini Rina adalah sosok real seorang wanita (kan sudah saya tanya ke teman-temannya).

  17. benar bang, intinya sebenarnya, semua korban pemerkosaan atas kepentingan… dan ketidakadilan. tapi, efeksnya itu berbeda-beda, ada yang berkelanjutan dan ada yang sesaat….

    dan satu lagi, tidak semua korban memiliki ‘daya tahan” yang sama..

  18. kasihan, tapi mereka tidak membuthkan belaskasihan loh Denuzz, justru yg mereka butuhkan perhatian…dan kesiapan kita menerima dia apa adanya

  19. benar tengku, ini masalah personal, tapi di negeri ini banyak badan dan lembaga yg bertugas menyelesaikan masalah ini…. nah..

    jika semua masalah karena personal, perampokan, pembunuhan, narkoba, pemerkosaan, perjudian, itukan masalah personal juga..

  20. benar bg Achoey, ini kisah nyata dan real terjadi…

    inilah salah satu masalahnya, lingkungan dia tidak memberi dukungan, namun justru sebaliknya. menguncing dan menuduh sehingga akan membuat dirinya semakin pustasi dan nekat. apalagi, bisa jadi, ketahanan dirinya lemah… tentu untuk melakukan hal-hal negatif lebih besar kemungkinan akan terjadi

  21. Amin… Amin, semoga kita lebih peduli, seperti komentar saya tuk bg Achoey..

    kita tidak lagi suka menuduh dan “menyingkirkan” manusia-manusia seperti Rina di lingkungan kita… Amin..

  22. nah ini dia yang benar dek… beliau butuh perlindungan dan pengakuan… ini yg nyaris tidak dilakukan oleh eman-temannya saat itu….

    oh, untuk di hotel itu, kita sebenarnya ingin menulis kisahnya menjadi sebuah buku. Karena dia korban konflik dan beralih menjadi wanita malam…. jadi tidak ada hubungan saya ingin “gituan” hehehe

  23. RohAceh

    pertanyaan yg menarik gans!

    bener tuh ngapain mesti di hotel gans, kan bisa di cafe or laennya?

    ane jadi curiga gans!

  24. dan sebenarnya, sebelum melihat pemerintah lebih jauh, mereka atau istilah kata lingkunganlah yang harus mengayomi, peranan warga terdekat bisa menolong dengan sebisanya.

    justru jika dilihat perlunya dayah, pesantren, bale2 pengajian bisa membuat mereka lebih membantengi diri, tidak hanya dari sisi lemahnya kekuatan mental, karena satu hal yang pasti menurut saya “iman” bukan sesuatu yang bisa dimain-mainkan.

    Tentunya Allah Maha Pengampun dan Pengasih untuk setiap hamba-Nya. Semoga diberikan hidayah dan taufiknya sehingga membuat jalan lurus kembali ada buat mereka yang pernah tertindas oleh masa-masa dulu. Amin #prayforwomenAcehafterconflict *kuatkan iman

  25. Sedih hatiku setelah membaca satu kisah pilu korban konflik di Aceh. Meski tidak ada pihak yang mengakui kejadian ini namun aku yakin kisah ini memang benar adanya. Mungkin yang bisa kita lakukan jangan menganggap “rina” serta rinarina yang lain sebagai pelaku utama kebobrokan negeri ini karena mereka merupakan korban.
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  26. Martha Andival

    setuju bang… seperti komentar saya diatas sebelumnya, kitalah yang saat itu berada lebih dekat dengannya seharusnya bisa berperan aktif…

  27. Martha Andival

    setuju bang, kita jangan sampai datang untuk menambah penderitaannya dengan menuduh yang tidak-tidak…

    terimakasih bang..

  28. Afrida

    kenapa wanita sering sekali menjadi korban saat konflik ya

    me’ kadang ga abis pikir, selalu aja wanita dan wanita yg korban.

  29. Saya sdah share tulisan ini di FBku teman, tadi saya baca di KOmpasiana krn HL. TUlisan yg aktual dan menarik. Teruslah menulis. salam dari Punge Ujoeng.

    Arbi

  30. Anonymous

    Masak setelah menjadi korban pemerkosaan rina malah jadi wanita malam,berarti dia ketagihan dengan sek

  31. hendry

    Masak setelah menjadi korban pemerkosaan rina malah jadi wanita malam,berarti dia ketagihan dengan sek

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s