Rumah Sakit atau Rumah Sehat?

Standard

Kesehatan manusia sangat ditentukan oleh pikirannya.

Ya, pikiran.

Dalam bukunya yang berjudul Secret, Rhonda Byrne menulis bahwa pikiran kita bersifat magnetis, dan memiliki frekuensi. Ketika kita memikirkan sesuatu, secara magnetis pikiran kita tersebut akan menarik semua hal serupa yang berada pada frekuensi yang sama. Apa yang kita pikirkan akan muncul sebagai hidup kita.

Baik, lalu apa kaitannya dengan kesehatan?

John Demartini, seorang ahli chiropractic, berpendapat bahwa ketika pasien berpikir dan sungguh sungguh percaya akan sembuh, maka si pasien akan sembuh.

Dokter Hiromi Shinya juga memiliki pendapat yang sama. Anda bisa membacanya lebih jelas pada artikel saya sebelumnya yang berjudul Enzym Ajaib Ada karena Cinta.

Nah dalam rangka meningkatkan motivasi pasien atau orang sakit untuk sembuh, maka menurut saya, penggunaan istilah bahasa Indonesia  ’Rumah Sakit’ untuk menyebutkan tempat penyembuhan orang sakit menurut saya tidak tepat.

Lihatlah apa yang terjadi kalau Anda sedang merasa tidak sehat. Anda akan disarankan atau secara sukarela berkunjung ke  ’Rumah Sakit’ untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Membaca tulisan ‘Rumah Sakit’ saja pikiran bawah sadar Anda akan tergiring menuju ke arah kondisi sakit.

Lalu, ketika ternyata Anda benar benar sakit dan harus dirawat inap, kebanyakan Rumah Sakit pun akan menyuguhkan situasi yang makin mendukung bahwa Anda sakit. Situasi yang saya maksudkan ini antara lain bau obat yg memenuhi ruangan, pemandangan penuh orang sakit, pakaian putih putih khas dokter dan perawat, makanan khusus orang sakit, dsb. Ditambah pula Anda akan dikunjungi oleh kawan, saudara, tetangga sebagai orang sakit dan kebanyakan pengunjung Anda ini berbicara tentang hal yang sama : sakit yang Anda derita.

Paham bukan? Rumah sakit, alih-alih memotivasi pasien untuk sembuh cepat, malah sengaja atau tidak telah mendorong kita menjadi sakit.

Karena ternyata pikiran berpengaruh penting bagi kesehatan dan proses penyembuhan, maka saya menyarankan agar  Pemerintah Indonesia mengganti istilah Rumah Sakit menjadi istilah yang lebih memotivasi orang untuk sembuh dan sehat. Istilah ‘Rumah Sehat’ menurut saya lebih memotivasi secara positif dibanding istilah ‘Rumah Sakit’.

Satu hal lagi, jadi jangan aneh, banyak kita melarang anak-anak ke Rumah Sakit karena memang takut akan jatuh sakit. Hehehe…

Sebenarnya, Pemerintah Indonesia sudah benar menggunakan Menteri Ksehatan, Departemen Kesehatan dan Dinas Kesehatan. Namun saat aplikasinya, bukan menjadi Rumah Sehat, melainkan Rumah Sakit. Tentu sangat aneh.

Satu hal lagi. Sebenarnya siapa yang mencetuskan rumah sakit. Jika melihat kondisi diluar Indonesia, penggunaan Hospital sudah sangat baik. Coba kita cerna kembali, Hospital itu apakah artinya rumah sakit? Tidak bukan?

Kerancuan ini semakin jelas saat mencari padanan kata yang pas. Tidak ada referensi bahkan di internet sekalipun. Begitu juga dengan Kamus Bahasa Indonesia.

Tentu saja tidak cukup hanya mengganti istilah, namun juga perlu menciptakan suasana yang menyehatkan secara mental, disamping tindakan medis yang tepat.

Bagaimana? lebih setuju dengan istilah Rumah Sehat atau tetap suka dengan isitilah Rumah sakit?

*Sumber tulisan plus sedikit tambahan, Bang Fauzan

5 thoughts on “Rumah Sakit atau Rumah Sehat?

  1. coet lem

    Oo, letak permasalahannya di nama ya bung??
    lalu, jika di ganti nama, apakah “bau obat yg memenuhi ruangan, pemandangan penuh orang sakit, pakaian putih putih khas dokter dan perawat, makanan khusus orang sakit, dsb. Ditambah pula Anda akan dikunjungi oleh kawan, saudara, tetangga sebagai orang sakit dan kebanyakan pengunjung Anda ini berbicara tentang hal yang sama : sakit yang Anda derita” gak ada lagi di rumah sehat seperti yang anda maksudkan.,?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s