Anak Punk: Apa Salah Kami!

Standard

Kami hidup di alam kami. Kami tidak pernah mengganggu kalian, dan kami juga hidup tidak meminta bantuan kalian, kami makan dengan cara kami, lalu mengapa kalian memusuhi dan selalu menghina kami. Seolah-olah, kami anjing kurap yang harus dibasmi!

anak punk, apa salah kamiAnak punk, punky group, anak gaul, anak nge-punk atau sejenisnya. Siapa yang tidak mengenal mereka. Sekelompok anak muda dengan tampilan yang berbeda. Rambut bergarna, anting-anting yang nyaris menghiasi seluruh tubuh, seperti lidah, bibir hingga hidung, tampil eksentrik dengan penuh percaya diri, tidak peduli kehadiran mereka yang “aneh” itu terkadang dibenci oleh masyarakat disekitarnya.

Anak punk, merupakan sebuah indentitas anak-anak muda yang ingin diperhatikan, ingin diakui dan mendapat “tempat” dihati masyarakat….. next

79 thoughts on “Anak Punk: Apa Salah Kami!

  1. kasian. liza juga tadi baru cerita2 dengan adik tentang nasib teman2nya yang anak punk. heran dengan bangsa Aceh ini, kenapa ya mereka yang tak bersalah atau kesalahannya hanya secuil mendapat hukuman yang berat, lalu mereka yang korupsi dan jelas2 merugikan banyak orang malah mendapat perlakuan istimewa. huh, sunggu negeri pada bedebah

  2. padahal di Jakarta anak punk tetap hidup bebas (dalam konteks beragam), apa mungkin Aceh harus belajar ke Jakarta.

    Punk di Jakarta pun beragam, ada yg meresahkan, ada pula yang tidak mengganggu, karena mungkin mereka yang tidak mengganggu tahu akan keberadaan mereka dari sejarah punk itu sendiri, sehingga tahu pasti komunitas yg diikutnya bukan sekedar hura-hura, namun ada iktikad baik dibalik itu semua itu

    Namun, jika kasus ini mengganggu atau meresahkan warga, bisa saja mendapat perlakuan yang tidak enak, sering digelandang Satpol PP, ditangkap polisi dsb.

    Jika mau merunut, anak punk yang baik adalah mereka yang berekspresi dengan kreatif dan dinamis, bukan hidup di jalanan yang tak karuang, di salah satu stasiun televisi, isu anak punk sempat diangkat karena pamor mereka yang mau bangkit secara swadaya membentuk komunitas yang ramah dengan warga, belajar bersama warga, gotong royong dan jauh dari sikap2 yang mengusik ketentraman warga.

    Sepertinya sudah layak instansi yang menangani hal ini di Aceh harus belajar banyak, siapa pun itu dan perlu kerjasama yang koperatif antara masyarakat, komunitas punk serta instansi.

    Jangan malu untuk menerima kritik yang solutif. Kehidupan dan tatanan warga yg sadar masyarakat harus lebih ditingkatkan lagi.

    ~kasus-kasus punk di luar daerah lebih jauh “sangar” daripada di Aceh, sebagian di atas adalah cerita punk di Jakarta, Depok, dan sekitarnya. Kalau anak punk ada yg baik juga🙂

  3. sepakat dengan pendapat mas martha.. perlakuan orang2 terhadap mereka tidak adil… saya pun termasuk orang yang merasa tidak terganggu oleh teman-teman punk… sebenernya mereka hanya teman2 yang kehilangan makna hidup..

  4. Di daerah Saya juga ada anak2 punk, Namun Saya tdk merasa begjtu terganggu dgn kehadiran mereka. Namun demikian, menurut Saya mereka memang perlu sedikit pembinaan, bukan dihinakan dan disepelkan. Tampaknya hal ini perlu mjd tugas kita bersama, termsk dlm hal ini pihak-pihak/ istansi yang berkompetetn dlm hal dimaksud, thanks sob.

  5. seringkali kita melihat seseorang dari luarnya saja, karena panampilannya sudah aneh jadi langsung di cap sebagai orang yang tidak baik, padahal kenyataannya orang yang kelihatan baik2 saja justru seperti srigala berbulu domba

  6. *hmm..mikir saya ini
    kenapa kita sealur utk buat kisah anak punk ini ya? malah saya berencana menerbitkan satu tulisan fiksi ttg anak punk ini

  7. mungkin karena tampang dan penampilan yang agak sangar membuat orang takut bila melihat anak punk, mungkin pencitraannya yang perlu kita rubah, sehingga orang lain juga tidak memandang sebelah mata kepada anak punk

  8. Begini ya, scene punk yang ada di banda aceh mungkin harus sedikit diberikan pengarahan bagaimana mereka harus menyesuaikan diri dengan peraturan sebuah daerah, saya tahu mereka menginginkan kebebasan. Mereka harus tahu apa arti punk sebenarnya, bukan hanya sekedar ikut-ikutan.

    Dulu saya juga mengklaim diri saya sebagai punker dengan gaya rambut mohawk, pirsing, atribut anarcho. Sampai sekarang yang tetap menjadi punker walaupun tanpa menggunakan atribut image punk, karena saya sadar bahwa saya sekarang tinggal di Aceh.

    yang saya yakini, punk adalah kebebasan, persaudaraan, respect, dan berjiwa besar. punk berpikir positif, namun bukan punk namanya kalau kita melakukan kekacauan. bagaimanapun juga punk manusia yang harus tahu kodrat & aturan.

  9. saya juga setuju ama tulisan yang ditulis ini, tapi apa ini cuma sebatas tulisan doank, kenapa pemuda sekarang lebih banyak mencari kesibukan dengan mencari kesalahan orang lain. kenapa pemuda sekarang cuma bisa protes tanpa aksi. ingat produk rokok ternama di indo yg punya moto “TALK LESS DO MORE”, kenapa kita nggak menggunakan moto tersebut. kalau emang benar emosi yang telah anda keluarkan sebagaimana yang anda tulis di artikel ini, saya ingin melihat tindakan anda selanjutnya…!!

    maaf, ini pendapat dan prediksi saya kedepan kalau anda mendapatkan jabatan di pemerintahan yang mengurusi ibukota, saya yakin anda hanya akan diam, saya sudah banyak mengenal pengkritis seperti anda dan kemudian diam.

  10. pada saat kejadian razia anak punk di Banda Aceh saya sedang dilapangan jadi enggak sempat membuat tulisan bagi dari sisi anak punk. satu yang disesali pengambil kebijakan terlalu naif kepada anak punk karena mereka banyak yang remaja, bukan dari kalangan atas, karena beberapa kasus bentrokan dengan gang motor di banda Aceh, selalu anak punk yang disudutkan, sedangkan balap liar sampai minggu ini bulem dapat diselesaikan oleh Pemkot Banda Aceh? apa karena pelaku balap liar banyak yang anak orkay? atau anaknya Pekabat? jangan-jangan ada aparat yang ikut balap liar…..untuk anak punk teruslah berkreasi walaupun sedikit koreksi paham mereka harus diluruskan kembali (khususnya yang berpaham sosialis).

  11. Selama ini, instansi pemerintah memang sellau bekerja sendiri. sangat jarang melibatkan lembaga lain atau komunitas lain… ini memang sangat disayangkan. ketika semua sudha menjadi bubur…. barulah terbuka pemikiran…

  12. mengukit pendapat Asiah Uziah dari Kontra Aceh , ini merupakan salah satu pelanggaran, karena sudah menutup kreatifitas dan kebebsan masyarakat…..

  13. Benar bang, seperti dalam tulisan diatas, ini adalah salah satu produk msyarakat kita yang sering tidak pernah mampu melihat warna warna dalam kehidupan ini

  14. Alhamdulillah, bulan ramadhan lalu pernah berbincang-bincang dengan mereka… ternyata mereka juga respect dan tidak seperti yang dikira banyak orang…. (merek ajuga shalat dll)

    Saat Pesta Blogger Aceh 2010 bulan oktober lalu, saya sudah menghubungi mereka, salah seorang dari mereka mengatakan akan dikordinasikan lagi kepada teman-teman (Bahkan hal ini sudah saya sampaikan pada teman-teman di milis, panitia pesta blogger dan kepada beberapa teman wartawan di Banda Aceh untuk bisa membantu). Tujuan saat itu, bukan hanya untuk mengajak teman-teman punk duduk tapi untuk menyatukan visi bahwa apa yang bisa kita buat sebagai generasi Aceh dan wadah komunitas bisa saling sharing dan membantu…

    Tapi sayang, hingga hari H, (kebetulan saat itu markas mereka di Museum tsunami sedang diperbaiki), sehingga saya pun tidak tahu kemana harus menghubungi mereka). sejujurnya, kesalahan saat itu saya tidka meminta nomor hp, karena sedang membantu hunting liputan teman-teman dari BLKI, Polisi dan mahasiswa yang sedang belajar menulis.

    Dengan beberapa teman di DETaK Unsyiah, saya pernah berencana hunting bareng sebagai silaturahmi (Melalui rapat mingguan) dan mecoba mencari bakat-bakat teman-teman (mungkin ada dari mereka yang tertarik untuk menulis ataupun fotografi), tapi lagi-lagi, teman-teman yang kebetulan banyak wanita belum siap.

    Pernah sudah siap, tapi malam itu hujan deras mengguyur Banda Aceh dan membatalkan rencana teman-teman DETaK Unsyiah.

    Jika saya personal sangat siap… apa yang bisa saya berikan akan saya berikan sepenuhnya. Darah ini pun, akan saya korbankan jika untuk membantu orang lain bisa belajar dan berkreativitas (serius : saya rela mati untuk mereka yang mau belajar).

    Mungkin tulisan ini juga salah satu bentuk apresisasi saya untuk mereka. karena, dalam tulisan ini, saya bukan hanya berbicara tentang kondisi di lapangan, tapai apa yang harus dilakukan oleh kita bersama, komunitas, masyaraikat dna pemeirntah.

    Untuk secara lembaga, saya pribadi agak sulit, karena saya memang tidak memiliki lembaga, tidak dalam sebuah instansi ataupun kantor. karena saya memang seorang pengangguran yang bekerja apa yang bisa dikerjakan.

    Tidak ada gaji dan berbagai fasilitas lainnya yang memudahkan saya. Karena ini, saya bekerja hanya secara personal, dan melakukan pendekatajn juga secara personal. Dan itu, pun, tidka bisa dilakukan secara kontinue krn memang kondisi saya yang serba bermasalah.

    Kapan saya ada waktu maka akan saya datang.

    Mungkin, kerja personal ini bisa ditanyakan kepada teman-teman komunitas di Banda Aceh, atau teman-teman mahasiswa, siswa dan pelajar yang ada di banda Aceh dan beberapa daerah di luar banda aceh.

    Saya akan berusaha datang dgn kondisi apa adanya tanpa dibayar untuk bisa membantu siapapun yang ingin belajar. tidak peduli latar belakang.

    Bahkan, disaat saya hendak pindah ke kampung halaman di Aceh Timur, saat ini pun saya masih berusaha memberi beberapa mahasiswa yang meminta untuk berbagai ilmu. dan semua itu gratis.

    Oh Iya, Insya Allah, saya tidak akan pernah duduk dibangku pemerintahan atau pun menjadi seorang pejabat, karena saya memang tidak pernah bercita-cita untuk itu, karena itu saya tidak pernah mendaftarkan diri untuk menjaid seorang PNS sejak tahun 1996 (bukan tahun 2006 tapi 1996) lalu.

    Saya hanya ingin menjadi manusia ala kadarnya dan apa adanya, agar memiliki waktu untuk berbagi dan belajar bersama. dan memberi tenaga ini kepada siapapun yang membutuhkannya.

    Menjadi petinggi pemerintahan ataupun pejabat pemerintah, memiliki tanggung jawab akhirat yang sangat besar.

    Thanks singgahan dan komentarnya Adun. Salam kenal

  15. Benar Novrizal, hal ini juga pernah dilontarkan salah satu anak punk. mereka seolah menjaid biang segala-galanya.

    Bisa bayangkan pemikiran seorang remaja yang sedang dalam masa-masa menjadi identitas diri, jika disutukan tentu bukan menjaid sebuah solusi….

    thanks sharingnya

  16. sidroeagam

    masalah nyoe sebenar jih kon masalah suka atau tidak

    tapi masalah sosial geutanyo yg hana peuduli ke lingkungan sekitar

  17. sangat ironi masyarakat kita

    jika seperti ini terus, maka kebebsan berekspresi pun akan hancur bila semuanya harus ikut kemauan masyarakat yang belum paham

  18. Bukan masalah mereka punya salah ato nggak kepada kita kang, cuman kehadiran mereka kok rasanya mengganggu yak. Mana ada anak punk yang rapih kan?

    lalu wajar aja kalo banyak yang khawatir mereka melakukan hal2 yang ga wajar, toh mereka kumpul2 mulu dengan massa lumayan [bisa belasan anak].

    Kalo mereka ga mau “dibereskan”, ntar pengamen dan pengemis pun bakal memberikan alasan yang sama dengan apa yang dikatakan oleh para anak punk tersebut –“

  19. Tgk Aceh

    Kasihan sekali, banyak yang terpengaruh dengan tulisan ini. Sekedar info : Saya 11 tahun berteman dengan anak PUNK. mereka memang punya jiwa sosial. mereka baik dengan sesama. Tapi selama 11 thn tersebut saya jadi saksi hidup bahwa 99% dari mereka adalah anak yang “ingin dapat pengakuan” dengan tingkah polah “SEMAUNYA” yang menurut saya mereka harus cari Tuhan lain dan Bumi lain untuk jalanin cara mereka itu. Agama manapun didunia ini ga ada yg bisa singkron dengan cara hidup mereka. Saran: jangan ambil kesimpulan kalau belum ikuti cara hidup mereka dari dekat.

  20. ada pepatah dari jawa, ajining raga saka busana.bahwa dari ini dihargai dengan cara “berbusananya”/apa yang terlihat.doktrin ini yang selalu ditekankan dan tertanam kuat.kita memang tidak bisa melihat segala sesuattu hanya berdasarkan busananya saja. tapi bagaimanapun juga kita tidak bisa menampik dalam hidup didunia ini ada aturan yang mengikat.

  21. semoga kedepan tidak ada lagi nasi yang akan siap menjadi bubur, bisa teratasi sebelum masanya

    ~saya kira jakarta dulu juga kebablasan dengan kedatangan punk🙂

  22. sebenarnya bukan masalah ngumpul2 atau apapun akan tetapi disini adalah masalah main tangkap dan menggunduli mereka…. sebenarnya salah mereka apa secara hukum?

  23. terimakasih bang atas tanggapannya. begini bang, sebenarnya inti yang saya tulis ini adalah bukan pada anak punk dan sikap mereka.

    Akan tetapi, intinya adalah mengapa mereka harus ditangkap dan digunduli..

    lah, secara hukum, salah mereka apa?

  24. benar bang, ada aturannya dalam hidup ini. Tidak bisa semaunya dan seenaknya sendiri. nah namun begitu, apakah bisa juga dengan seenaknya kita menangkap dan menggunduli mereka. Apakah melanggar hukum di negeri ini?

  25. Asiah

    Padahal Satpol PP lebih bahaya dari mereka, menangkap orang sesukanya atas nama negara.
    Saya kenal kaum punk di Banda Aceh 4 bulan yang lalu ketika tengah sibuk mempersiapkan aksi menolak Soeharto sebagai pahlawan nasional. Mereka datang, bergabung dengan kami dan menyumbang musik2 perlawanan selama aksi. Mereka masih muda, berani mandiri dan berbahaya untuk penguasa tenntunya.

  26. Arief Abdul Ghafur

    slm.. saya juga mau komentar sedikit tentang anak punk ini, kebanyakan kita dengar anak punk ini meresahkan masyarakat, karena penampilannya juga “aneh” membuat semua org yang melihat merasa risih dan “benci ruman”. ini bisa terjadi karena paradigma awalnya anak punk itu memang “kriminal” hal ini disebabkan kebanyakan nonton sinetron, saya setuju dengan artikel ini jangan liat dari penampilan luar, tapi sebelumnya coba kita lihat lebih dalam, jangan langsung wawancara dengan mereka. tetapi tanpa sengaja.
    contoh ketika saya sedang duduk di tempat umum, kemudian datang anak-anak punk duduk didekat saya, jujur saya merasa risih, dan saya mendengar langsung percakapan mereka, ada yang berbahasa aceh, dan percakapan mereka sepertinya tidak pantas di katakan oleh anak aceh. mungkin inilah yang dikatakan oknum punk. ya kita harapkan semoga lebih baik lah kedepannya, dan kita juga ber-syariat islam. cobalah ketika ada yang visit banda aceh yang nampak suasana serambi mekkah nya, jangan punk nya.. terimakasih

  27. putra

    ia btuL tuch..
    korupsi mlah cma dpt hukuman sdikit…

    tpi ank punk yg cma hdp ntux mncri mknn mlah d hukum mpe d pklin

  28. Izolfadli

    sebener ny kan kami di tangkap pamong atau aparat lain ny itu hanya untuk memusnakan kami
    tetapi kami tidak akan pernah berhenti sampai kami melihat keadilan di negara yg kami pijak dan ketenraman

  29. owy

    Bicara anak,,, apa yang diinginkan mereka, kebebasan apa yg mereka mau,,
    di Aceh bukan orang tidak boleh berbuat dan menginginkan kebebasan. tp semua itu ada aturan dan cara. Aceh memiliki adat yg tidak terlepas dgn keislamannya.
    makanya kt jgn salah mengartikan kebebasan itu…
    coba saudara/i liht perilaku mrk yg tdk memiliki etika & rasa malu lg terhdp org lain..
    tolong semua kt sadar dgn masing2 perkataan y kt ucapkan, apakah pantas PUNk itu hidup di aceh ini.. yg tidak memiliki rsa dan periliku malu terhdp org lain.. INGAT ini daerah yg masih memiliki citra ISLAM yg sangat kental…

  30. punk bukan skedar nma atau skedar gaya tapi punk sesunguh ny..membangun kan kta untuk tw.. alsan mreka karana urusan ekonomi kami tidag mncukupi…pemerintah harus brtanggung jwab atas smua ini…klaw bsa jngn ad korufsi lghi d dunia ini… punk in love

  31. magda

    anak punk bkan lah sampah msyarakt.sya snang trhdap mreka yang mempunyai jiwa solidaritas yang tnggi…………………salut……memang bnar anak punk tdak ad kta korupsi ! you is the best…….

  32. magdalena

    punk jangan di lihat dri penampilan punk adalah jiwaaa…..
    anak punk tdak memiliki salah dy hanya butuh kbebasan……
    dan mereka btuh perhatian dri masyrkt……
    i love you punk……

  33. punk petobo(palu)

    kami nack punk bukan sampah……………..kami hanya ingin disenangi di masyarakat…………anak punk tidak peduli walaupun orang berkata anak punk itu sampah………….hanya satu yang kami minta jangan pernah mengatakan anak punk perusak………memang tampilan kami rusak tapi jiwah kami bersi……………jangan liat dari penampilannya….liat rasa rasionalismenya………..biar begini nack punk tidak buyuh belas kasihan………….karna kami bisah mencarinya sendiri………………

  34. okky

    kak ardhan saya mau ngomentari dikit yah !!
    biarinlah kak masyarakat ngomng apa lah ke anak punk,mereka kan belum dekat ama komunitas punk,
    percuma kita ngomel trus gk bakal di perhatiin ama pejabat2 tinggi..tujuannya kan ke pemerintahan,mengapa mereka kok smpai di hukum..
    udahlah kak itu memang kehidupan..kehidupan ini hanya permainan..
    kita liat aja kak kalo di akhirat nanti,alam akan menjadi saksi.

    salam kenal

  35. Punk Bkan Kriminal.,, Punk Hanya Ingin Mencari Kebebasan..?? Bkan Hnya itu.. Punk Memiliki Motivasi Diri sendiri.. Kdang Orang lain meniru niru Penampilan Punk..!!.. Jangan Pernah Memusuhi Punkk..!! Punk Adalah Masa Depan Kamii..!!
    #MARJINAL

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s