Kita Semua Bisa Menjadi Pahlawan!

Standard

Siapa yang tidak mengenal Cut Nyak Dhien, Panglima Diponegoro, Pattimura dan para pahlawan lainnya di negeri ini. Mereka adalah para pahlawan yang berjuang mempertahankan negeri ini. Para pahlawan yang siap mengorbankan seluruh hidupnya. Tidak peduli darah habis di tubuhnya, tak peduli rasa lapar dan haus, mereka tetap bertahan dengan kekuatan mereka. Tidak hanya menggunakan senjata, juga menggunakan pikiran dan tenaga.

Dan sadarkah kita, saat ini, banyak pahlawan yang berada disekitar kita. Mereka terus berjuang dan bertahan dengan kemampuan mereka, mereka bertahan dengan darah dan air mata.

Lihatlah, bagaimana seorang kuli bangunan, tak peduli terik matahari membakar tubuhnya, tak peduli air hujan yang membasahi tubuh, tak peduli tidur diatas kayu atau lantai yang dingin. Mereka terus bertahan. Semua mereka lakukan demi keluarga, membiayai anak-anaknya bisa melanjutkan pendidikan, menjaga keluarganya dari hal-hal negative karena kondisi ekonomi yang morat marit.

Lihatlah bagaimana seorang Office Boy (OB), disaat orang-orang berdasi melewatinya, disaat pejabat-pejabat menyuruhnya untuk berbagai urusan sepele, namun dia tidak gentar dan malu menjadi seorang OB. Karena, di rumahnya, seorang wanita tuda selalu menunggunya membawa rezeki.

Lihatlah seorang nelayan, walau hidup pas-pasan karena banyaknya rentenir, mereka akan terus berusaha dan terus berusaha, tetap bertahan agar bias member senyum kepada keluarganya.

Lihatlah para pembantu rumah tangga, walau sering mendapat penghinaan, dan terkadang siksaaan, mereka tetap bertahan dengan kekuatan mereka. Mereka berjuang dengan hati dan kekuatan yang ada. Semua dilakukan hanya untuk keluarganya di kampung.

Jutaan pahlawan ada disekitar kita.

Lalu bagaimana dengan kita?

Pernahkan kita terpikir untuk menjadi pahlawan, walau bukan sebagai pahlawan sesungguhnya di medan peperangan, tapi, adakah kita berusaha menjadi seseorang yang bermanfaat bagi orang lain, manusia yang bisa memberi harapan hidup bagi orang lain?

Tanyakan pada diri kita.

Sudah berapa banyak keluh kesah yang kita keluarkan, sudah berapa banyak protes yang kita keluarkan dari mulut, sudah berapa umpatan yang kita ucapkan, sudah berapa banyak ketidakpedulian kita kepada lingkungan, sudha berapa banyak… sudah berapa banyak….. sudah berapa banyak hal-hal lain yang telah kita buang…. Waktu, usia dan kesempatan.

Lihatlah, berapa banyak manusia yang gagal namun mereka tetap bertahan dan kembali bangkit. Lihatlah perjalanan hidup mereka, mereka bangkit bukan hanya untuk memikirkan diri sendiri, akan tetapi bangkit untuk bisa memberi manfaat bagi orang-orang yang berada disekililingnya.

Tanyakan pada diri kita.

Sebanyak apa dan sejauh mana cobaan dan kegagalan yang kita hadapi, seberapa banyak kesulitan yang kita temui…. Tanyakan pada diri kita… tanyakan…

Kita bisa dan kita mampu. Jangan takut pada angin yang berhembus, jangan takut pada batu yang ada ditengah jalan.

Marilah kita mencoba, buanglah rasa takut dan keragua-raguan yang datang. Jangan takut akan halangan yang semua itu belum tentu kita hadapi, jangan takut pada kegagalan yang belum tentu terjadi. Yakinlah dan berpikir positif, kita bisa dan kita mampu!

Kita semua sama dan kita semua mampu!

Sudah berapa banyak manusia yang berjuang, terjatuh, lalu bangun, terjatuh, kembali berdiri, terjatuh, bangun dan berdiri sambil terus bertahan, terjatuh,,, dan lihatlah… kini mereka tersenyum. Nikmat.

Lihatlah, berapa banyak manusia yang ada disekeliling kita. Mereka semua menanti kita, menunggu dan terus menunggu. Akankah kita berdiam diri? Akankah kita hanya termangu dalam waktu yang terus berjalan, akankah kita hanya menghabiskan waktu dengan senda gurau? Akankah… akankah… kita diam?

Kita semua mampu, dan kita semua bisa!

20 thoughts on “Kita Semua Bisa Menjadi Pahlawan!

  1. sedikit sentilan untuk kondisi sosial saat ini:

    “Lalu lihatlah pengemis, yang begitu lantang tanpa bisa membaca dan menulis, dengan tubuh kuat menengadah tangan ke atas lalu mengucap kata meminta-minta, menjual zikir-zikir Allah, tidak pernah surut pantang menyerah, padahal pekerjaan yang halal masih banyak begitu rupa, siapa yang mencela, kadang mereka bukannya tanggungan negara, kadang mereka bukanlah tanggungan masyarakat, karena setiap pahlawan di atas masih mampu berpijak di atas kaki sendiri, sampai nyawa meregang masih bisa tersenyum sapa dengan kerutan canda, karena keringat mereka telah menjadi saksi untuk setiap perbuatan mulia walaupun hina dimata manusia, tapi tidal sehina meminta-minta.”

    Sadarkanlah pengemis di Nanggroe, endatu marah melihat mereka, endatu murka dengan nasib malas, mereka tidak pernah mau dijajah oleh kaphe Belanda, tapi mereka tetap berusaha berjuang melawan angkara murka tanpa mengemis kesakitan untuk membela tanah pusaka di bawah kaki kaphe Belanda, Aceh Raya Darussalam.

    Selamatkanlah Nanggroe endatu, Nanggroe yang kaya dengan hasil dunia, Nanggroe yang punya rasa iman yang sebagian dari malu. Aceh dulu bukan begitu, bermartabat tanpa orang hina dan tercela dalam agama.

  2. Setuju! Kita semua mampu manjadi pahlawan, karena setiap manusia yang dilahirkan adalah pahlawan, minimal pahlawan untuk diri sendiri dan keluarga…

    Salam sayang dari BURUNG HANTU…. Cuit… Cuit… Cuit…

  3. Benar bang, sebenarnya saya mau nulis masalah ini, cuma posisinya tidak terlalu pas dalam tulisan diatas, walau sebenarnya bisa,. cuma saya memang sengaja memisahkannya…

    ty bang

  4. tergantung kita sendiri, mau yang mana…. hehehe

    semuanya akan berat jika dibawa berat tapi jika sudah berkomitmen, Insya Allah akan mudah dan terasa ringan

  5. Tuan Adan

    Siapa pun yang menilai, yang pasti semua kita punya pahlawan masing-masing, kita akui atau tidak. Selamat menjadi pahlawan sekaligus mengagumi pahlawan.

  6. kopprey

    so skrg bayak yg coba2 jadi pahlawan kesiangan bg… aku seh setuju tulesan atas, semua manusia ada kesempatan tuk jadi manusia yang bermanfaat bagi sekitarnya…

  7. sikapsamin

    Ada yg perlu digaris-bawahi akhir2 ini adalah PAHLAWAN-DEVISA yg konon bisa menghasilkan Devisa mencapai USD 6,5milyar.

    Tapi…kang Samin, BAGONG kok membayangkan apakah PAHLAWAN = MISKIN ya?!?

  8. Martha Andival

    Seorang pahlawan memang miskin, ada juga yang kaya, tapi sangat sedikit sekali******* itupun kehadiran pahlawan yg kaya hanya sebagai penyeimbang kehidupan

  9. Martha Andival

    Benar, sebagian besar dari mereka miskin, karena kebanyakan pahlawab berjuang sendiri,
    Namun tetap ada yang kaya, tapi itu sangat sedikit, dan kehadiran pal\hlawan yang kaya, merupakan bagian dari keseimbangan yang telah ditakdirkan Allah swt

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s