Mari Kita Bubarkan Negara Ini!

Standard

Tak elok dan sangat memprovokasi, demikian kesan tersirat dari judul diatas. Lalu bagaimana dengan sikap negeri ini, saat dengan mudahnya ingin melupakan atau (lebih parah) menghilangkan Pancasila dari negeri ini.

Tapi itulah kenyataannya. Kita tak perlu terkejut dan bingung dengan pemberitaan tentang status Pancasila yang berada di ujung tanduk. Karena memang demikianlah negeri ini (para petinggi dan pengambil kebijkan).

Saat ini masanya keegoisan, masa memikirkan diri sendiri. Masanya elo-elo, gue-gue. Urusan orang lain, piker sendiri. Yang penting aku sudah enak dan nyaman. Karena itu, ga perlu lagi kebersamaan, toleransi, musyawarah dan mufakat, tak perlu lagi ada keadilan sosial, hidup tak perlu lagi harus beradab, tak perlu lagi kehidupan dengan pemimpin yang bijaksana, pokoknya, aku sudah senang dan untuk apa mikirkan orang lain. Karena itu, hapuskan Pancasila.

Mari kita lihat perjalanan negeri ini. Sepertinya, memang kehidupan yang indah dalam sebuah kebersamaan, toleransi  dengan konsep Bhinneka Tunggal Ika sudah tidak ada lagi. Pancasila pun hanya sebuah symbol yang ditempel di dinding.

Adakah di dunia ini sebuah Negara yang memiliki keragaman yang luar biasa lengkap dan unik. Keragaman bahasa, adat istiadat dan agama yang begitu lengkap. Ditambah bentuk wilayah yang berpulau-pulau yang jumlahnya ribuan, kekayaan alam yang beranekaragam, hutan, laut, gunung hingga dartana semuanya kita miliki. Baik yang diatas bumi maupun didalam bumi. Indonesia memiliki semunya.

Setiap 17 Agustus, keanekaragaman ini masih dapat terlihat memlaui karnaval daerah. Berbagai sekolah dinegeri ini dengan sukacita mengenakan pakaian daerah dari ujung barat hingga ujung timur Indonesia. Mereka bergembira dan bangga walaupun, terkadang, seorang pelajar di Papua  tidak pernah ke Aceh (misalnya), tapi saat 17 Agustus mereka memakai pakaiadan adat Aceh dengan sukarela dan bangga. Saat seorang pelajar di Bali menggenakan pakaian suku Dayak, mereka tidak pernah merasa asing dan tersisih, justru sebaliknya mereka bangga akan keanekaragaman yang dimiliki negeri ini.

Tapi sadarkah dan tahukah kita, ternyata kebanggan dan mimpi Bangsa Indonesia, sekarang hanya milik kaum marginal di negeri ini. Walau mereka tidak pernah mendapatkan keadilan, namun mereka tetap senang dan bangga menjadi bagian dari negeri ini.

Saat negeri ini dilanda krisis, kaum bawah tetap setia dan terus berkorban dengan keadaannya. Kemiskinan, kelaparan, kekeringan, gagal panen, hingga keadilan yang tercerabut. Namun mereka tetap sabar. Dari ujung timur hingga ujung barat, semua bersabar dengan kondisi yang tidak pernah mereka minta.

Kini, Pancasila mulai terancam dan sekarat. Selama ini, Malaysia nyaris menjadi “musuh” bebuyutan Indonesia dalam berbagai bidang, baik olahraga, ekonomi hingga pariwisata. Sayangnya, bukan Malaysia yang menggerogoti atau ingin memenggal Pancasila. Akan tetapi, petinggi-petinggi negeri inilah yang akan “memenggal” Pancasila.

Memang, sudah terlihat sebelumnya, kondisi beberapa tahun belakangan ini, Indonesia sudah sangat berantakan. Dimulai dari hilangkan kerukunan beragama, sikap saling menghargai, hilangkan keadilan hampir disemua sendi kehidupan, merupakan sebuah gambaran nyata bahwa negeri ini sudah sangat berantakan.

Walau Negera ini mencoba memasang topeng berwarna warni. Topeng wisata, topeng kebudayaan, topeng kerukunan, topeng keramahan, namun harus kita jujur, bangsa lain sudah tahu dan sudah melihat wajah Indonesia dibalik topeng. Begitu banyak koreng yang harus disembuhkan.

Tapi anehnya, disaat topeng terbuka dan koreng terlihat, kita bukannya bahu membahu dan saling menolong untuk membersihkan koreng tersebut agar kembali terlihat indah. Tapi sebaliknya, kita ini menanggalkan symbol negara ini.

Jika kita membaca Tajuk Rencana Kompas Edisi Mei 2011, dengan judul “Pancasila di ujung Tanduk”, sungguh sangat ironis. Negeri ini benar-benar telah dihuni oleh manusia “aneh”. Bukan manusia marginal, tapi manusia “aneh”lah yang menghancurkan negeri ini.

9 thoughts on “Mari Kita Bubarkan Negara Ini!

  1. teringat sama KTP dulu dengan logo Pancasila khusus buat orang Aceh🙂 *semoga tdk ada egosentris dari sikap Pemerintah dulu kepada bangsanya

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s