“Kontes Putri Aceh” dan Dunia “Sok” Suci

Standard

Saat ini, sebanyak 20 dara Aceh yang terpilih menjadi finalis Pemilihan Putri Indonesia (PPI), mulai dikarantina di Hotel Lido Graha, Kota Lhokseumawe, Aceh. Seluruh Finalis akan menjalani tes membaca quran (mengaji).

Akan tetapi, bukan pengakuaan atawa penghargaan yang mereka peroleh, justru hinaan dan cacian yang diberi masyarakat, bukan hanya kepada para finalis (secara tidak langsung), juga pada acara puti-putrian itu.

Lelah dan bingung, mungkin ini satu perasaan saya saat membaca ribuan komentar yang tidak sedikit memaki dan melecehkan tentang acara Kontes Putri Aceh yang diselenggarakan oleh salah satu lembaga di Aceh.

Lebih dari separuh komentar,baik di dunia maya maupun dunia nyata, menyalahkan dan menganggap kegiatan tersebut sebuah ajang penghinaan dan pengrusakan moral. Merusak keberlangsungan penerapan syariat Islam di Aceh. Huh!! Padahal, “kondisi Syariat Islam di Aceh sudah babak belur!”

Menurut saya, secara pribadi, kontes-kontes putri tidaklah salah dan memang tidak perlu disalahkan. Karena, yang harus kita pahami adalah, apa tujuan dari kontes-kontesan tersebut? Baca selanjutnya Klik disini

91 thoughts on ““Kontes Putri Aceh” dan Dunia “Sok” Suci

  1. macam gak ada kegiatan lain yg bermanfaat. “mengejar neraka” sedang in zaman sekarang, dengan berbagai dalih mencari justifikasi. padahal untuk memperkenalkan budaya tidak harus dengan “menjual diri”. salah kita juga kenapa membeli, wajar mereka menjual. benci dengan negeri sendiri.

  2. Martha Andival

    mas combatan… coba dibaca ulang…. bukannya mencari justifikasi, tapi kita harus menilai secara fair

  3. reinal ajah

    perbandingan yg realistis mas
    mmg sedikit krg fair jika alasan spt itu
    jika alasannya dilarang syariah, atlit putri bgmn juga ya mas
    aku sedikit jadi paham & post ini m’cerahkn bg sy

  4. Martha Andival

    itu dia masalahnya, kita sering menjustifikasi satu hal, sedangkan hal lainnya tidak.. padahal masih pada lingkup masalah yang sama

  5. Martha Andival

    Bukan kita yang bingung dengan kondisi negera ini, tetapi negara inilah yang telah membingungkan kita hehehe

  6. Anak aceh

    Tidak menjual kecantikan? Potong jari saya kalau ada cewek sumbing yg lolos jadi putri indonesia.
    hanya menjual intelegensia? mendingan ikutan olimpiade, cerdas cermat, belajar yg rajin dll…kenapa harus lenggak lenggok..
    Ingat bung, anda udah termakan dalam perang pemikiran dimana Kaum Kafir telah bertahun2 menanamkan budaya mereka dengan berbagai adaptasi ke umat islam. alhasil, sebentar lagi anda akan menyatakan kalau Kawin sesama jenis juga tidak apa2, asal mengucapkan 2 kalimat syahadat !!! WTF!!!!
    Belajar dulu islam yg bener baru membuat statement.

  7. Martha Andival

    Terimakasih komentarnya…..

    begini loh Bang “anak aceh”…

    maksud saya menulis ini adalah tentang keseimbangan, keadilan dan Fair..

    maksud dari seimbang dan fair adalah……

    = kontes putri-putrian, kontes menyanyi, atlit putri aceh, dll……

    nah, apakah Bang “anak aceh” bisa membedakan kondisi kontes menyanyi dan kontes putri-putrian, lalu bagaimana dengat atlit, yang bentuk tubuhnya jelas-jelas terlihat bentuknya… ini bentuk itu bla bla…

    Inilah maksud tulisan saya FAIR. jika tidak boleh ada kontes putri-putrian, maka kontes menanyi di televisi juga jangan diikutkan… dan atlit dari aceh ga boleh memakai pakaian olah raga, tapi dibuat khusus biar tidak terlihat lekuk tubuhnya…. bagaimana?

    Dan satu hal lagi, saya menulis ini, bukan berarti saya setuju dengan kontes-kontesan….. akan tetapi yang saya kurang terima adalah ketidak adilan dalam menindak sebuah masalah…..

  8. jacko

    udah lupa sama miss indon tahun lalu yang dari Acheh? terakhir dia berpose pakai bikini di mansionnya Donald Trumph! Ayooo … dukung teruuuusss!!! hehehe .. inong acheh memang molek2\, sayang kalau ditutupin!

  9. ACUT

    Assalamu’alaikum Abang-abang..
    Setelah saya membaca tulisan di atas dan memahaminya, banyak sekali tujuan positifnya dari sekian banyak perbandingan real dalam kehidupan rakyat Aceh sekarang khususnya bagi purtri-putrian Aceh. Coba kita lihat lebih dalam lagi hakikatnya dalam hukum Syari’at, wanita haram memperlihatkan tubuhnya terbuka kecuali muka dan telapak tangannya dan beraktivitas yang wajar dalam kehidupan sehari-hari dalam berkerja, menuntut ilmu dan aktivitas lainnya yang banyak bisa dilakukan wanita Aceh jaman sekarang. Namun itu semua wajib mengikuti aturan syari’at karena Aceh salah satu daerah yang menggunakan hukum syariat dalam kehidupan masyarakat dan pemerintahannya. Bicara tentang syari’at Islam di Aceh mengingatkan kita kembali kapada sejarah Aceh, kenapa berbeda dengan daerah-daerah lain dalam penerapannya secara kaffah. Terlalu panjang kalau menjelaskannya disini, rakyat Aceh yang tidak terkotaminasi dengan budaya luar atau sedikit dari yang terlahir di dunia modern sekarang sudah mengetahui sejarah panjang Aceh. Namun sejarah kesuksesan Raja-raja Aceh sebagai pemimpin terdahulupun benar-benar hanya diartikan sebagai sejarah dalam naskah, bukan sejarah yang dilanjutkan menjadi sebuah awal yang mengembalikan kejayaan Aceh. Padahal dalam kejayaannya Raja-raja Aceh telah lebih dulu memikirkan bagaimana masa depan Aceh puluhan ratusan tahun nanti. Pemimpinnya akankah dekat dengan hukum Allah, Alquran, al-Hadis Nabawi, Ijmak ulama, dan qiyas, hukum adat, qanun dan reusam atau jauh berpaling dari semuanya..? Ulama akankah ada penerus dari mereka dan menjadi penerang saat perkembangan dunia akan menggelapkan mata hati rakyat Aceh dan seluruh umat..? Rakyat akankah mereka semua orang tanpa kecuali supaya selalu ta’at ingat kepada Allah dan memenuhi janji-Nya, patuh kepada Pemimpinnya yang ‘alim dan memenuhi tempat para Ulama untuk menuntut ilmu dunia dan akhirat dan kemudian diamalkan..? Namun telah sampai dimana sekarang..? Pemimpin, ulama, rakyat dan kita bagaimana..?

    Dan sekarang.. Ajang putri-putrian Aceh itu adalah hanya sebagian kecil dari keresahan pemimpin-pemimpin Aceh terdahulu. Mereka meperjuangkan hidunya untuk masa depan dengan segudang manfaat positifnya tetapi melupakan hakikatnya. “Tujuannya sangat baik tetapi buruk di dalam nilai agama jika mereka berlengak-lenggok di atas pentas ” jadilah wanita yang berperilaku wajar dan di bolehkan dalam dalam agama itu intinya”.

    ini bukan pemikiran yang terkunci dan memandang kebelakang, sehingga kita tidak menerima perubahan gaya hidup sekarang karena tidak sesuai dengan kemegahan Islam Aceh terdahulu. Tetapi ini adalah pemikiran Islam sampai hari akhir..

  10. Jika melihat perbanding nyata boleh saja benar

    tapi kegiatan putri-putrian memang memalukan dan sangat tidak baik, khususnya bagi generasi remaja putri
    benar seperti kata Martha, jika memang kontes sepeti pemilihan putri-putrian dilrang hendaknya kontes menyanyi juga dilarang, krn juga pamer aurat (suara), goyang sana sini dan terlihat tak eloklah
    untuk poin fairless setuju dan sangat setuju dgn tulisan ini

  11. jacko

    Coba perhatikan budaya Hindunesia belakangan, yang jadi idola adalah mereka yang berani mamerin toket gede sama paha mulus, juga para banci, juga, artis-artis filem biru manca negara juga diimpor ke dalam perfileman Hindonesia, sebut nama Mieyagoreng, atau Tera Patrickalaknatullah, selah-olah menjudgement bahwa melakukan hubungan intim secara bebas dan mempertontonkan ke khalayak adalah tindakan populer dan patut diidolakan. Kalau diberi kebebasan, sebenarnya para sineas Hindunesia sih maunya bikin film porno!
    Jadi kenapa Acheh musti ngikutin apa saja kegiatan Syetan Hindunesia? Ya, karena Acheh adalah negeri dudukan Hindunesia sang negeri burung, jadi, mau tidak mau ya kenak imbasnya, gan.
    HIDUP BUKA-BUKAAN!

    Mau berprestasi? Ada banyak cara lain yang lebih Islami. Dan kalau kenyataannya Acheh sepertinya sok suci, Penulis seharusnya melakukan sesuatu untuk mengkritisi keadaan ini, bukan menjadikannya sebagai justifikasi kegiatan yang sangat tidak penting. Cut Nyak Dhien, Keumala Hayati, Cut Meutia, dulunya tidak buka-bukaan, tapi namanya menjadi harum juga.

    Tulisan ini adalah tulisan kritik kelas rendah, dan melukai keachehan.
    Sekian. Wassalam.

  12. jacko

    Aneuk miet barosa nyan, bah meunan keudeih. Modal laptop dan nalar rendah, lahirlah tulisan ini. Peu jih ureung Acheh? Peu na meuphom Iseulam? Hom Hai.

  13. jika intinya pengendalian diri, yuk mari kita mengendalikan diri masing-masing. stop diskusi dan kita tidak perlu keberatan dengan opini yang lain. toh, persepsi beda-beda karena cara memahami dari sisi yang berbeda pula. memahami masalah juga tidak bisa sembarangan, harus paham juga asbabun nuzulnya. bisa jadi saya tidak paham dengan tulisannya atau saya yang terlalu paham hingga mencoba menilai dari sisi berbeda. background saya ikut menentukan cara pandang saya. suka tidak suka, terima tidak terima itulah opini saya.

    btw, muak dengan kampung saya. merindukan imam mahdi bagi kami semua. dajjal telah merajalela bersama sekutu manusianya.

  14. Umar Aly

    persfektif yang menarik bang

    memang perlu analisis bang, tamsilan dan mencari akar permasalahan tulisn ini membingungkan tapi umar dapet maksudnya (baca berkali-kali😀 )

    tapi tah benar tah salah pula dalam pikiran umar,
    kalo syariat islam ya konsisten, yang tetap bertentangan syariat maka semuanya harus dibasmi moga benar!

  15. wow…beragam komentar menarik, menusuk dan sarkas untuk tulisan sederhana, tajam dan multi tafsir ini, menggelitik untuk ikut memberi komentar sebagai bentuk apresiasi atas buah pikir rakan Martha Andival, bahwa se’murahan’ apapun karya seseorng patut untuk dihargai.

    banyak orang yang phobia terhadap ‘cermin’ karena takut terpantul dirinya di sana dan ia dapat melihat seluruh cacat dirinya, sehingga terlihatlah bahwa sebenarnya dirinya tidak sesempurna yang difikirkan. Tetapi banyak orang yang tidak merasa ‘phobia’ untuk berbicara dengan dalih untuk menunjukkan eksistensi diri, padahal ‘kata’ adalah cerminan diri seseorang, seseorang yang gemar mengumpat bisa dipastikan bahwa ia sering mendapat celaan sehingga untuk mempertahankan dirinya mereka suka bersikap menyerang orang lain. Juga soal berkomentar di dunia maya🙂

    ada perbedaan mencolok antara orang pandai dan orang berpendidikan, saya melihat bahwa mayoritas masyarakat kita adalah masyarakat ‘pandai’ yang melihat segala sesuatu dari bentuk formalitas dan keseragaman, mereka mengkotak-kotakkan suatu kondisi dan menciptakan perbedaan dengan berusaha mengetahui berbagai informasi tetapi tidak ada yang spesifik, orang-orang pandai adalai produk sekolah ‘formal’ yang sering menciptakan jarak dengan orang yang tidak mampu menempuh pendidikan formal hingga ke level tertentu.

    masih tentang orang pandai yang rajin mencari-cari masalah, yang bahkan ketika berada di masjid masih meliarkan mata untuk mencari ‘tai cicak’, tetapi tidak pernah sekalipun berusaha untuk mencari solusi dari setiap permasalahan yang ada, orang-orang seperti ini adalah orang-orang yang hidup di masa lalu menggunakan dunia masa kini untuk mempertahankan argumentasinya.

    orang-orang ‘berpendidikan’ adalah mereka belajar dari hidup, dari pengalaman-pengalaman, dan dari kejadian-kejadian yang menjadi proses bagi mereka menjadi manusia dewasa yang mengutamakan akal sehat dan logika ketika menghadapi suatu kendala, jadilah mereka orang-orang bijak yang tidak gegabah dalam menilai perbedaan, ataupun hal-hal prinsipil lainnya, mereka-mereka yang selalu membuat ide baru sebagai bentuk kreatifitas dan inovasi.

    lalu, apa hubungannya antara orang ‘pandai’ dan orang ‘berpendidikan’ dengan tulisan ini? hubungannya adalah bagaimana kita menanggapinya untuk mengambil sebagai sebuah kesimpulan, bagaimana seharusnya kita bersikap ‘fair’ terhadap diri kita sendiri dalam menganalisa dan membiarkan seseorang mengembangkan hak kekayaan intelektualnya.

    janganlah terlalu arogan untuk berbicara tentang surga neraka yang kita sendiri tidak mengetahui secara pasti.

    berbicara perempuan, janganlah terlalu egois bila hanya ingin menyelamatkan ‘perempuan aceh’ saja dari dosa karena mengikuti acara kontes-kontesan seperti itu, tetapi berfikirlah secara general untuk menyelamatkan seluruh perempuan muslim, terlepas apakah mereka tinggal di aceh, indonesia, atau di mana saja. Dan memang ajang-ajang seperti ini sering menjadi sorotan karena mereka tampil dihadapan umum, dan media mempublikasikannya secara khusus, lalu masyarakat menjadi latah untuk memahami dan menghakimi dengan berbagai konotasi.

    terlepas ini baik atau buruk saya fikir ini merupakan satu solusi untuk mengarahkan remaja ke hal-hal positif, menurut hemat saya siapa saja yang terlibat dalam ajang kreatifitas ini paling tidak mereka telah meminimalisir berbagai hal negatif dalam diri mereka, seperti menjahui narkoba, seks bebas, pergaulan bebas dan lainnya,karena mereka telah menjadi publik figure yang setiap aktivitasnya mendapat sorotan dari masyarakat luas, bukankah ini dampak yang baik dari satu kegiatan?

    memang, untuk menjadi manusia ‘berpendidikan’ tidak gampang, karena banyak etape-etape kehidupan yang lebih berbahaya dari etape tour de france sendiri.

    saleum

    Ihan

  16. jacko

    ya, pak Ihan, mereka akan menjaga tingkah laku, ingat tidak pada miss indonesia kemaren yang dari Acheh? lari dari rumah karena bujukan hentah siapa, dan rela mengingkari ibunya sendiri? itu setelah dia pakai bikini di mansionnya donald trumph di amerika sana.

  17. insyaAllah syariat mengatur semua sisi, jaga diri, jaga keluarga, dan masyarakat sekitar kita, InsyaAllah kita bisa keluar dari berbagai macam belenggu.

    yang mau rehat sejenak, bisa juga baca http://t.co/ZFMijOT tulisan yg baru2 seputar Miss Indonesia kemarin🙂

    ~maaf bang numpang lapak😀

  18. sebenarnya… kalo menurut yadie, ndak usah lah bingung-bingung.. soalnya memang negara indonesia ini udah ndak bisa membedakan mana yang baik dengan mana yang jelek,
    Agama itu diciptakan oleh manusia, tujuannya pertama adalah untuk menjaga kedekatan kita dengan Sang Pencipta, Dan mampu untuk membedakan mana yang baik dan mana yang benar.

    Kontes Putri-putrian di Aceh, yang dikontes sebenarnya apa sih??
    Bentuk tubuh?
    Kemolekan?

    Kalo yang dikontes itu hal tersebut, ya jelas salah,….

    Namun kalo yang dikontes itu adalah penampilan Islaminya, intelektual Islaminya, apa itu salah????

    Kita boleh meniru tujuan Donald trumph dengan miss universenya, namun yang kita tiru itu kan ndak mesti semua yang dikonteskan pada miss universe, tentunya ada bagian-bagian yang baik yang dapat kita tiru, dan jalankan pada kontes kita?

    Jadi dasarnya saya setuju dengan tulisan ini, ndak perlu lah kita mencampur adukkan agama yang kita anut dengan sesuatu yang mungkin baru di hadapan kita. Biarlah itu berjalan, kalo memang pandangan kita salah, bagaimana sebenarnya yang harus dijalankan, beri koreksi, itu yang perlu.

    Sebenarnya sehebat apa sih agama di Indonesia Ini, Bukankah rekans semua melihat, agama di jadikan sebagai alat untuk memperkaya diri sendiri? Agama di Indonesia ini sungguh sangat bagus, hanya saja manusianya masih LAKNAT semua. Bersembunyi dibalik agama yang dianutnya dengan tujuan memuaskan diri sendiri dan membanting orang lain…

  19. Martha Andival

    Buat ACUT, terimakasih atas komentarnya.. sangat mencerahkan… seklai lagi terimakasih..

  20. Martha Andival

    Tulisan ini memang rada kampungan, dna masih banyak kekurangan disana sini… tentu tulisna kampungan dalam pemahaman sidroeagam………. dan saya mengerti dan memahaminya🙂

  21. Martha Andival

    Umar, pa kabar.. tumben ga nampak lagi……

    persfektifnya tergantung cara membacanya dek…😀

  22. Martha Andival

    Mas Yadie, terimakasih banyak atas komentar dan masukannya… sangat membantu mencerahkan beberapa hal dari tulisna ini..

    dan saya sepakat dengan komentar Mas Yudie yang ini :

    “Namun kalo yang dikontes itu adalah penampilan Islaminya, intelektual Islaminya, apa itu salah????

    Kita boleh meniru tujuan Donald trumph dengan miss universenya, namun yang kita tiru itu kan ndak mesti semua yang dikonteskan pada miss universe, tentunya ada bagian-bagian yang baik yang dapat kita tiru, dan jalankan pada kontes kita?”

    Semoga kita dapat melihat sgla situasi dengan bijaksana dan tanpa menghakimi. Amin

  23. Martha Andival

    Buat Bang Jacko

    Sebelumnya terimakasih banyak atas berbagai komentarnya ditulisan ini, sekali lagi terimakasih banyak.
    Salam kenal dari saya, Martha Andival.

    Sebelumnya, saya juga mohon maaf juga tulisan ini, mungkin, agak mengganggu fikiran abang yang sedikit bertolak belakang. Memang tulisna ini agak menyimpang dari “frame” umum.

    Namun, saya menulis ini, bukanlah karena saya mendukung kontes putrid-putrian atau sejenisnya. Mengapa, karena memang SAYA TIDAK SUKA dan KURANG SETUJU DENGAN KEGIATAN TERSEBUT.

    Sebenarnya, dalam tulisan ini juga, saya tidaklah menamsilkan secara verbal perbandingan, antara kontes putri-putrian dengan lomba debat bahasa inggris. Karena memang tidak nyambung.. dan tidak bisa dibandingkan.

    Lalu mengapa saya bandingkan, karena disitulah saya mencoba memberi artikulasi maksud dari tulisan ini. Bahwa kita, Aceh, adalah negeri bersyariat Islam, dan sebagian besar dari masyarakat juga beragama Islam.

    Dalam kontes-kontesan itu, memang ada miss alias “ketidakadilan”. Mengapa ketidakadilan, karena, sudah pasti, dalam lomba itu, ada salah satu syarat, biasanya, minimal, tinggi badan atau sejenisnya. Jika hal ini ada, tentu tidak adil bagi wanita yang cerdas dan memiliki kreatifitas tinggi tidak bias ikut, karena alasan tinggi badan. Dan ini jelas sangat menghakimi dan kita menilai-nilai ciptaan Allah swt.

    Islam sudah jelas melarang bentuk kegiatan yang bertentangan dengan syariah. Apalagi bentuk kegiatan ini juga sangat “samar-samar” dan memang tidak jelas. Jika memang ingin menguji kemampuan wanita Aceh atau wanita muslim secara umum, tentu ada banyak cara lain yang lebih baik, lebih elegan, lebih manusia dan memenuhi standar syariat Islam, tentunya.

    Menguji dan mengukur kemampuan, tidak mesti harus ikut kontes putri-putrian, kan?

    Lalu….

    Dalam Islam, hukum wanita menyanyi di depan umum bagaimana, apalagi bergoyang-goyang dilayar televisi dan disaksikan oleh khalayak umum, tentu Bang Jacko sudah tahu…

    Begitu juga dengan olahragawan (atlit putri). Dalam Islam, dilarang wanita memakai pakaian yang membentuk lekuk tubuhnya (terlihat) apalagi sampai membuka aurat, nah, bias kita lihat bagaimana kondisi atlit kita? Dengan bentuk tubuh yang terlihat jelas dan disaksikan banyak pria non muhrim?

    Nah, inti tulisan ini adalah, kita sudah faham bagaimana Islam mengaturnya. Tentu, bang Jacko bias menjawabnya. Apakah dalam Islam, dibolehkan wanita berbapakaian ketat (atlit muslim)? Apakah boleh wanita berjoget-joget dan bernyanyi merdu didepan umum non muhrim? Lalu apa bedanya dengan kontes putri-putrian?

    Dan kita bisa lihat, bagaimana cewek-cewek Aceh yang memakai pakaian ketat, tidka memakai jilbab, duduk berduaan di warkop yang juga non muhrim (duduk rapat), bagaimana kita menjelaskannya dalam pandangan Islam?

    Jika mau lebih dalam kita melihat hal ini dalam hukum Islam, lalu bagaimana dengan ibu-ibu dan nyak-nyak yang berada disawah, mereka sebagian besar tak menutup aurat. Padahal kondisi mereka juga dilihat dan berada didepan umum, dilihat laki-laki non muhrim…. (setiap hari)

    Lalu bergossip, nonton acara gossip yang telah di-HARAM-kan oleh MUI. Dan kita menerima banyak acara televisi yang isinya nyaris mengumbar tubuh. Dan lihat saja, apa dan siapa dibelakang televise kita? Handphone yang kita pakai, tekhnologi yang kita pakai, sebagian besar pendapatan itu digunakan pemodal untuk menghancurkan Islam.

    Lalu bagaimana kita bersikap?

    Untuk masalah SOK SUCI dalam judul ini, saya akan bertanya satu hal, apakah dalam tulisan saya ada menjelaskan masalah negeri kita yang sok suci atawa sok alim? Tidak!.

    Karena judul saya tulis menggunakan DUNIA “sok” SUCI. Bukan berjudul Dunia “sok suci” atau Dunia sok “suci” yang umum pada tulisan.

    Demikian komentar saya, semoga berkenan.

    Terimakasih banyak, dan salam hangat dari saya.

    satu lagi Bang Jacko, hingga saat ini saya belum memiliki laptop, kecuali datang ke warnet.😀

  24. Lailatul Qarni

    thanks banyak mas, penjelasan ini buat gue paham maksudnya

    harus tetap cerdas berpikir ternyata

    hahahaha,

  25. Wah.. jadi kontroversi ya mas.. Tapi bukannya dari tahun kemarin2 Aceh ikut serta putri indonesia, kenapa baru sekarang kontroversikan?
    kalo aq sih setujuh saja aceh ikut serta, apalagi kalo aceh mau menunjukan penampilannya dengan berjilbab. pasti keren…
    siapa bilang berjilbab tidak cantik???😀

  26. @ ihan
    saya suka dengan “cermin” nya pak. mungkin sudah zamannya begini, hanya saja saya tidak mau larut, hehe. saya mau berkomentar dengan objektif, tidak normatif. benturan antara idealisme dan realita ini semakin membuat gundah orang muda yang masih peduli, peduli tanpa solusi. setidaknya lebih baik daripada tidak sama sekali.

    @ martha
    amazing mbak.

  27. Asiah

    Secara pribadi saya tidak setuju dengan pemilihan putri indonesia, bagi saya itu hanya ekspoitasi thd perempuan. Tidak berguna, sedikit sekali dari mereka yang cerdas dan berbakat. Lekuk tubuh adalah salah satu penilaian, meski itu tidak tersurat dlm persyaratan. Karena mereka dipersiapkan untuk menjual produk, menjadi duta ini itu hanya sampingan. Mereka diciptakan untuk dipuja-puji, padahal itu hanya penilaian 4-5 orang juri.
    Tapi saya tidak setuju kalau ajang seperti itu dilarang karena alasan syariat. Banyak alasan lain yang bisa dikaitkan selain soal jilbab dan aurat. Ada baiknya juga pihak yang menolak tidak mengatasnamakan syariat, biarkan saja mereka mendaftarkan diri sambil terus diberi percerdasan seperti apa putri yang layak mewaklii aceh. Karena menyatakan menolak/tidak setuju tanpa perbaikan sama saja mengekang tanpa mencerdaskan.

  28. Komentar

    dibawah ini ada satu pendapat tokoh di aceh : sumber The Globe Journal

    Banda Aceh – Pelaksanaan Pemilihan Putri Indonesia Aceh, sepertinya tidak perlu di perdebatkan lagi, karena semua yang di tampilkan pada kontes pemilihan tersebut sama sekali tidak bertentangan dengan instrumen budaya Aceh yang notabene sebagai budaya islam

    Hal itu disampaikan Dr. Abdul Rani Usman, Msi Pakar Budaya Aceh disela-sela menghadiri acara penutupan pelatihan pembekalan khatib/mubaliqh se-Aceh yang di selenggarakan Dinas Syariat Islam Aceh, kamis (21/7) di Banda Aceh

    Doktor Komunikasi antar Budaya, pelaksanan PPI Aceh cukup bagus, mengingat ini merupakan bahagian promosi busana aceh yang begitu unik, jarang kita temui setiap kontes pemilihan putri indonesia memakai jilbab. Apalagi adanya baca Al-Quran. “Saya kira ini sama sekali tidak bertentangan dengan penerapan syariat islam di Aceh, jika PPI Aceh ini tidak mengadopsi budaya Aceh, saya orang pertama mendorong Dinas Kebudayaan dan Parawista Aceh untuk mencabut izin, tambah Abdul Rani dalam pernyataan tertulis kepada The Globe Journal, Kamis (21/7).

    Abdul Rani, juga mempertanyakan kepada lembaga yang yang memprotes pelaksanaan ini, dimananya dalam pelaksanaan PPI Aceh yang bertentangan dengan syariat islam di Aceh, disegi pakaian saya rasa tidak berlebihan, pakai lipstik itu hal yang biasa bagi perempuan. Yang penting busana yang di tampilkan itu bagus, sopan, rapi dan tidak mencerminkan yang dapat merusakan nilai-nilai budaya islam itu sendiri, sebut dosen IAIN A-Raniry

    Islam itu rahmatanlil a’lamin, jadi jangan di artikan islam di aceh itu sempit, islam di Aceh itu universal, yang sangat penting islam di Aceh jangan menakutkan, tidak menjadi hambatan bagi orang luar unutuk Aceh, tambahnya. “Pelaksanaan PPI Aceh bisa saja dilanjutkan, tidak perlu mencabut izin, sebab inilah keunikan yang di miliki busana Aceh dibandingkan dengan dunia Arab, sebaikyan kita perlu klaim tentang pelaksanaan PPI Aceh karena bertentangan dengan budaya Aceh, imbuhnya

    Abdul Rani, menambahkan, jangan serta merta mempersulitkan arti penerapan syariat islam, justru syariat islam itu memberikan peluang yang sangat bebas untuk kita menuntun dan menerapkan nilai-nilai budaya islam itu sendiri, seperti kontes ini sudah mengikuti kearifan lokal budaya aceh, tidak perlu di perdebatkan lagi.

  29. Martha Andival

    semua kita harus jernih berpikir saat melihat dna memberi penilaian terhadap sesuatu🙂

  30. Martha Andival

    Terimakaish banyak kak, atas pendapatnya dan beberapa masukan yang sangat berarti….

    saya suka dengan kata kakak, “menolak/tidak setuju tanpa perbaikan sama saja mengekang tanpa mencerdaskan.”

  31. ACUT

    Assalamu’alaikum Abang-abang dan kakak-kakak..
    yang saya baca dari tulisan di atas bukan merupakan sebuah pernyataan setuju atau tidak setuju, walaupun dari penulis sendiri sudah menyatakan bahwa “SAYA TIDAK SUKA dan KURANG SETUJU DENGAN KEGIATAN TERSEBUT”. Namun lebih kepada sebuah pemikiran yang membesitkan sebuah pertanyaan yang mungkin juga terbesit dalam hati orang-orang Aceh yang mau memahami Syariat Islam. YAITU KENAPA SYARI’AT ISLAM TIDAK DIJALANKAN DI SEMUA LINI KEHIDUPAN RAKYAT ACEH SECARA KAFFAH..? apa sulit sekali atau memang tidak akan bisakah..? ujung-ujungnya kembali lagi “intinya pengendalian diri, yuk mari kita mengendalikan diri masing-masing”. Awalnya sih iya, itu penting. Tapi kalau membicarakan orang banyak lain lagi ceritanya, harus ada yang mengendalikan dari masing-masing orang, itulah AGAMA “syari’at Islam” atau lebih tepatnya untuk mengendalikan orang-orang yang tidak bisa mengendalikan diri..

    Menjalankan Syari’at Islam setengah-setengah sama halnya seperti berwuduk dengan air suci tidak mengucikan…

  32. atjeh lon sayang

    ACUT, sorry

    kerangka berpikir anda dan penulis sepertinya sejalan alias tidak menggunakan logika sehat. islam itu ga perlu penjelasan untuk membela yang bathil. jika bathil ya bathil tuk apa bela tulisan yang merusak negeri sendiri contohnya si martha ini

    coba cek semua tulisan dia tentang aceh, ga ada yang membangun dan merusak

    ACUT, aku pikir kalian sepaham dalam menolak syariat islam di Aceh, jika tak senang boleh angkat kaki dari Aceh dan senang silahkan tetap menghormati Islam.

    jelas-jelas kontes itu melanggar syariat malah kalian dan beberapa orang disini membelanya sebelum nulis coba gunakan otak dan pakai otak!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  33. ACUT

    Assalamu’alaikum Aceh Lon Sayang.. “Lon pih Sayang Aceh”
    Semoga Aceh Lon Sayang mau kembali dan membaca lagi tiga argumen saya dengan yang ini dengan seksama..
    Dan silahkan tunjukkan argumen saya yang mana yang telah menolak syari’at Islam diamalkan secara kaffah di Aceh..?

    Saya suka dengan pernyataan Aceh Lon Sayang “islam itu ga perlu penjelasan untuk membela yang bathil. jika bathil ya bathil..”
    mungkin orang lain bisa saja menganggap pernyataan Aceh Lon Sayang dianggap sempit dalam masalah ini, tapi bagi saya itu cukup jelas..

    tapi saya tidak suka dengan pernyataan Aceh Lon Sayang “ACUT, aku pikir kalian sepaham dalam menolak syariat islam di Aceh, jika tak senang boleh angkat kaki dari Aceh dan senang silahkan tetap menghormati Islam. jelas-jelas kontes itu melanggar syariat malah kalian dan beberapa orang disini membelanya sebelum nulis coba gunakan otak dan pakai otak!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”
    mungkin orang dan saya pastinya menganggap anda kurang faham dalam mengungkap sesuatu yang benar.

  34. Pray pray

    sedikit komentar untuk” Atjeh lon sayang” dan lainnya (yg tidak setuju baik tulisan maupun acara kontes-kontesan di aceh).

    baiknya kita menelaah terlebih dahulu apa maksud dari saudara martha menulis. apalagi beliau sudah menjelaskan secara gamblang maksud dari tulisan ini. so, jika kita belum mengerti tulisan beliau, pasti siapapun yang membaca penjelasan tersebut akan mengerti.

    so buat atjeh lon sayang, jgn terburu-buru menghakimi orang lain sebelum membaca seluruh tulisan dan komentar agar tidak salah menafsirkan sebuah tulisan (termasuk komentar) yang lain.

    coba kita berfikir sehat dan tidak menghakimi bahwa seseorang tidak suka akan syariat Islam dll. secara tidak langsung justru anda sendiri yang menghakiminya (maaf, bukan untuk membela saudara martha dan ACUT). apalagi, keduanya justru membuka wawasan kita tentang penegakan islam sendiri di Aceh, agar dilaksankan secara kaffah.

    semoga berkenan dan terimakasih

  35. Kreatifitas apa?….Intinya kontes seperti itu kan cuma “adu indah daging” . Kreatifitas, intelektualitas, pengetahuan dan lain-lain itu kan cuma bungkus pemanis untuk memperhalus tujuan sebenarnya yang tidak lain adalah ADU INDAH DAGING!

  36. sebenarnya syariat Islam yg bobrok bukan salah beberapa pihak,,, tapi kesalahan dari ummat Muslim sendiri yang dengan sadar atau tanpa disadari telah diracun sukses oleh zionis yahudi… ketika segala yang baik dijadikan buruk (seperti menutup aurat yang mreka gemborkan sebagai merusak HAM perempuan… padahal Islam mewajibkan menutup aurat karena Islam sendiri begitu menghargai dan menjunjung tinggi hak2 perempuan,, lalu gender-balanced, isu yang jadi tameng para pelakon2 zionis untuk merusak moral perempuan) segala yang buruk DIBENARKAN,,,,, televisi telah sangat dalam mengobrak-abrik moral dan akhlaq kita semua… segala usia!!!!!!!! mungqn kita masih merasa itu baik2 saja… dengan alasan ‘toh begitulah perkembangan zaman’ yaaaa benarrrrr zaman PROPAGANDA ZIONIS,,,, ketika tabu menjadi layak diperbincangkan… tidak, bukan sekedar diperbincangkan tetapi DILAKSANAKAN! hahhhhhhh astaghfirullahal’adziim,,, akhir zaman adalah manakala dakwah Islam semakin disudutkan dan dikucilkan sebagaimana Islam terlahir dahulu,,,, semoga ummat Islam mampu menangkal dan melepas jerat yahudi (yang mencoba menyambut si mata satu di akhir zaman) berdo’alah anak cucu kita menjadi kaum Muslim yang walaupun sedikit tetapi mampu mendo’akan nenek moyangnya di akhir zaman kelak….. Allahu a’lam bisshawaf….

  37. Tuan Adan

    Ada referensi tulisan tentang topik di atas, tapi yang nulis Ukhti kita yang Hawa gak? Saya melihat, Bapak-Bapak di sini, sepertinya paling paham dengan masalah Ibu-Ibu, paling tahu tentang apa dan tidak boleh dilakukan oleh Ibu-Ibu.

    Atau apa ada di antara Bapak-Bapak yang berkomentar di atas, atau penulis barangkali, yang sudah pernah jumpa atau minimal bertanya pada mereka, apa kira-kira motivasi mereka ikut ajang yang satu ini? Mungkin dengan begitu, bisa sedikit berimbang pendapatnya.

    Oya, mengenai Aceh, Syariat, dan Agama Islam, saya tidak terlalu berani menghakimi siapa yang paling benar, siapa yang salah, karena ruang untuk menafsirkan agama bisa berbeda sesuai dengan latar belakang ilmu setiap individu, tapi ada baiknya, kalau diskusi seperti ini tidak terlalu dibawa emosi, disikapi saja dengan kepala dingin. Kalau memang kita salah, apa salahnya mengakui? Kadang yang lihat kesalahan kita justru orang lain, jadi kenapa mesti takut?

    Satu lagi, mengkambinghitamkan Yahudi dengan segala konspirasinya juga terlalu berlebihan menurut saya (jangan bilang kalau saya antek zionist), karena tidak semua Yahudi jahat. Kita terlalu sering main pukul rata. Logikanya begini, kalau ada satu kelompok kriminal yang melabeli diri dengan Islam, lalu melakukan bom bunuh diri di Eropa, atau di mana saja, lantas dengan semena-mena, semua media, semua non-muslim, akan mengatakan kalau agama Islam itu agama teror, agama yang tidak toleran, bagaimana menurut saudara? Padahal mereka tidak pernah mengkaji tentang Islam, tapi dengan gampangnya mengambil kesimpulan kalau agama Islam itu agama teroris, bagaimana? Padahal yang melakukan tindakan teror, bisa saja hanya segolongan yang frustasi dengan ketimpangan sosial, lalu dengan menggunakan logika yang salah, ajaran yang sama sekali bukan dari Islam, melakukan teror? Bagaimana?

    Begitu juga dengan Yahudi, tidak semua mereka jahat, ini generalisasi yang salah kaprah. Mengapa peran Adam Shapiro (Seorang aktivis perdamaian berdarah Yahudi dan berkebangsaan Amerika yang bekerja sama dengan penduduk Palestina untuk menentang pendudukan Israel atas wilayah Palestina, sehingga keluarganya diancam dengan teror kematian) tidak pernah kita ingat? Kenapa tidak kita sebutkan? Belum lagi Stanley Cohen (Pengacara Yahudi Amerika yang membela orang-orang Amerika Palestina korban perang dalam menggugat pemerintah Israel), dan seorang Rachel Corrie (Seorang relawati dalam Palestinia-led International Solidarity Movement. Dia terbunuh ketika berusaha menghalangi militer Israel yang ingin menghancurkan rumah-rumah penduduk sipil Palestina) juga tidak pernah kita ingat? Kenapa?

    Tiga orang yang saya sebutkan di atas bisa dicoba cari di mesin pencari kalau memang tidak percaya.

    Kadang saya bingung, kita sering tidak suka dengan produk yang kita sebut produk Yahudi, tapi tetap saja kita gunakan, kritik sana sini, kecam sana sini, tapi produk sendiri tidak pernah ada.

    Overall, saya sedang tidak mencari musuh, jadi kalau ada pendapat saya yang tidak sehaluan, bolehlah kita diskusikan secara sehat, tenang dan hati yang damai, salam kenal semuanya hehehe😀

  38. hahahahaiii,, islam itu tidak sempit dan jangan di persempit, dahulu juga di zaman nabi tidak ada maulid nabi, kenapa sekarang ada, tidak salah kontest semacam ini di jadikan ajang, ya tentunya selama tidak melanggar hukum hukum islam itu sendiri.

    Kalau bukan islam yang mengembangkan islam, lantas siapa lagi ?
    apakah islam akan seperti katak dalam tempurung, hanya bisa mamamerkan kehebatan leluhur, kehebatan para sahabat nabi, kehebatan kita mana ????

  39. Martha Andival

    untuk Tuan Adan, ada, tulisan Riza Rahmi, besok saya minta ke baliau… terimakasih atas gambarannya dalam komentar diatas

  40. Martha Andival

    Bang Win, jika memang ini hanya sebuah ajang pamer daging, kira-kira apa solusinya dari abang…
    agar tidak terjadi kekisruhan ini tidak terus menerus terjadi kedepan….

  41. Martha Andival

    sependapat dengan pendapat gunawan…

    Islam itu mudah, namun bukan berarti harus dimudah-mudahkan, kan?🙂

    Islam juga fleksibel, namun bukan berarti kita cari jalan membuat segala cara menjadi fleksible sesuai aturan syariah..

    Salam kenal dan terimakaish sudah mampir🙂

  42. jadi teringat, dulu sewaktu SMA, saya disuruh ikut kontes ini. cuma karena banyak lomba lainnya, jadi nggak ikutan. berdasarkan pengalaman saya, kontes seperti ini justru banyak positifnya. seleksi lebih ke Brain, dimana setiap kontestan harus menjelaskan salah satu pariwisata Aceh ke dewan juri dalam bahasa yg lugas dan menggunakan bahasa inggris. dari situ dinilai public speaking dan persuasif utk datang ke pariwisata itu. lalu yg dipilih oleh sekolah jg bukan anak2 rangking terakhir, tp rank 3 besar di angkatan.
    tes mengaji dan menghafal al-Quran jg diikut sertakan. beberapa ayat ttg islam mewajibkan wanita menggunakan jilbab ditanya dan kita disuruh memberikan opini dalam bahasa inggris shg para juri bisa menilai.
    kalo dari segi Beauty, yang dinilai dari cara dandanan dan gaya pakaian. berpakaian indah dan fashionable dan tidak mengumbar aurat jg bisa dilakukan. bahkan tidak jarang pakaian yg menutup aurat jauuuh lebih mahal dan lebih indah daripada gaun2 setengah2 itu.
    Behavior, dulu penilaiannya dari segi sopan santun dalam karantina, mudah bergaul, dan aktiv. saya sih mendukung yg seperti ini😀

  43. bakoeng

    Setelah jadi Ikut Kontes PPI, tinggal jadi WP (Wanita Panggilan) Kelas Tggi… (berlindung di balik persamaan Hak),

  44. saya setuju dengan kalimat “tapi kesalahan dari ummat Muslim sendiri”. sayangnya, saya ndak setuju sama lanjutannya.

    kenapa zionis yang disalahkan? apa ketika real madrid dihancurkan el barca di primera liga itu adalah kesalahan barcelona yang terlalu kuat?😈

    ini keprihatinan saya terhadap ummat muslim. alihalih mengasah kemampuan barisan pertahanannya sendiri, dan mempertajam lini depannya, kebanyakan dari ummat muslim jauh lebih suka mengeluhkan kenapa kesebelasan lawan bermain terlalu hebat.

    “jangan salahkan kami. salahkan mereka yang terlalu hebat.” oh, well, jadi ketidakmampuan adalah sebuah pembenaran?😦

    satu filosofi sepakbola yang saya pegang dalam hidup saya sampai sekarang: “bahkan saat kita berpikir seri saja sudah cukup, saat itu sebenarnya kita sudah kalah”😉

  45. aneukmit

    lon sepakat atas komen bakoeng…

    bak budik aneuk ciret……. hana ileme pih nariet nyoe jeh ……
    yang tak ngerti islam tak usah komenlah

  46. hana nyambong kah komen tuan adan ;nyoe kon bahas masalah awak yahudi

    martha, aku tunggu kau buat tulisan bagus bukan tulisan murahan yang tidak membangun seperti ini

  47. Tuan Adan

    ganjabakong

    hana nyambong kah komen tuan adan ;nyoe kon bahas masalah awak yahudi

    Coba lihat komentar yang menyalahkan Yahudi di atas😀

    martha, aku tunggu kau buat tulisan bagus bukan tulisan murahan yang tidak membangun seperti ini

    Saya juga menunggu tulisan ganjabakong tentang apa saja deh, e tapi, nama blog-nya apa ya?

    si.tam.pan
    Sepertinya saya gak asing dengan avatar yang satu ini😛

    kenapa zionis yang disalahkan? apa ketika real madrid dihancurkan el barca di primera liga itu adalah kesalahan barcelona yang terlalu kuat?😈

    Sampeyan lebih ke mana ini? ke Barca atau Madrid sih?

    Ok, sekarang kita serius😛

    ini keprihatinan saya terhadap ummat muslim. alihalih mengasah kemampuan barisan pertahanannya sendiri, dan mempertajam lini depannya, kebanyakan dari ummat muslim jauh lebih suka mengeluhkan kenapa kesebelasan lawan bermain terlalu hebat.

    Satu lagi, tim kita lebih suka menyalahkan tim lawan, alasan tim lawan tidak fair-lah mainnya, kongkalikong denga wasitlah, padahal jelas-jelas tim kita mainnya gak bagus, tapi tetap saja tidak mau belajar dan mengasah kemampuan barisan pertahanan sendiri.

    “jangan salahkan kami. salahkan mereka yang terlalu hebat.” oh, well, jadi ketidakmampuan adalah sebuah pembenaran?😦

    And this, sepakat. *bersulang*

    satu filosofi sepakbola yang saya pegang dalam hidup saya sampai sekarang: “bahkan saat kita berpikir seri saja sudah cukup, saat itu sebenarnya kita sudah kalah”😉

    Sepertinya sampeyan ini tipikal orang yang perfeksionis, Bro😈

    Btw, bisa dijadiin status FB nih filosofi di atas😀

  48. @ Tuan Adan

    barca-lah. dari dulu saya selalu suka dengan formasi 4-3-3. toshihiko tanaka di tengah, dijepit kazuhiro hiramatsu dan yutaka sasaki di kanan-kiri😈

  49. atjeh lon sayang

    ACUT, MARTHA, ADAN, SITAMPAN, GUNAWAN, LAILATUl, UMAR, SOK KEPINTERAN LOE…

    kajak u laot keudeh!!!!!!!!!

  50. rendah hati~

    @atjeh lon sayang, that menusuk hatee dan kalbu

    jujur, saya malah fokus ke komentar pahit dan menusuk hati-nya.

    opini, tentu akan berakhir sebagai opini.
    masalahnya, bukankah opini ini hanya berakhir menjadi opini?
    jadi, sejauh apapun makian, cacian, INI HANYA OPINI! DAN BERAKHIR MENJADI OPINI!

    astaghfirullah..

    bencilah opininya. dan lawanlah opini sehat dengan opini sehat juga.
    tidak dengan makian, argumen menyesakkan hati..
    pahitt rasanya.. (haha. lagee keunong boh jambe kleng klat)
    bukankah islam menuntut kerendahan hati dan bertutur baik dalam bahasa.
    komentar perlawanan yang sehat, tentunya akan melahirkan kesimpulan yang baik.
    (jadi, kalau mau demo, jelas tujuan dan solusinya apa)
    bukan, bagaimana menyudutkan, mencari kesalahan orang lain.

    @bang martha.
    secara personal, saya suka “fair-nya”. harusnya protes itu lebih fair dan menyangkut segala aspek sejenis. menarik dan setuju sekali.
    saya mendukung kontes putri-putrian asalkan diperkenankan memakai jelbab dan tidak ada pemaksaan sekecil apapun.

    ——–

    akhirnya, kita bisa belajar dari “segalanya” teman-teman..
    dari kebaikan orang lain, hingga keburukan,kebencian orang lain (agar tidak tertular :p)
    izinkanlah komentar saya, saya tutup dengan doa agar pemuda-pemudi di aceh lebih rendah hati, tenang dan damai tutur perilakunya.
    amin, ya rab..

  51. Punten kang, kayaknya kita harus bersilang pemikiran lagi di postingan anda yang ini.

    Saya ga ngeliat satu pun kebaikan dari kontes “miss2”-an. Kalo kemudian anda menghubungkan dengan atlet putri, saya juga ga ngeliat satu pun kebaikan dari perlombaan cewe2 kayak gitu.

    Mungkin saya termasuk yang berpikiran kolot, berpikir bahwa cewe cukup dirumah, pemingitan itu mutlak bagi cewe yang pengen harga diri nya terjamin, sayangnya kemudian budaya mulai bergeser, dan saya ga mau menyalahkan siapa2.

    Anda boleh men-cap mereka “sok suci”, tapi kalo ga ada yang mulai berpindah rel ke arah “suci”, siapa lagi yang bakal memulai “penyucian” bangsa? Setidaknya mereka udah mulai menerapkan aturan syariah, lebih dahulu daripada provinsi lainnya, dan saya salut akan hal itu.

    Terakhir, tolong jangan golongkan saya ke golongan seperti rekan2 di Aceh. Saya belum “sesuci” mereka. Meski saya membenci kontes dan perlombaan2 yang berkaitan dengan cewe, toh kemudian saya justru menyukainya dari sisi lain. Dalam arti lain, semakin banyak kontes2 sejenis dilakukan, saya malah semakin “bergairah”. Mungkin kebanyakan komentar yang pro terhadap postingan anda kali ini juga dikarenakan hal yang sama. Ga ngeliat dari kebaikan, tapi “gairah”-factor🙂

  52. Martha Andival

    perbedaan dalam memberi pendapat, opini, inilah sebuah keseimbanganhidup berdinamika. perbedaan pendapat justru membuat kita semakin berpikir cerdas, arah mana dan kemana baiknya kita bawa negeri ini. tidak setengah-setengah.

    bila hidup hanya berjalan satu arah, tentu tak ada yang namanya demokratis, baik dalam hal tindakan dan perkataan.

    lagi-lagi, semua ini akan terjawab jika kita bisa berpikir positif terhadap segala perbedaan dengan memberi jalan lain yang lebih elegan. bukan hanya berkoar-koar, tapi buktikan, KITA MAMPU MENAMPILKAN YANG LEBIH BAIK dengan CARA YANG LEBIH BAIK DAN ISLAMI!

  53. Martha Andival

    Untuk Miftah, makasih dah singgah, dek
    buat Rendah Hati, terimakasih yang sama telah sudi mampir dan memberi sedikit gambaran/pencerahan
    buat Dhenok : salam kenal dari saya
    buat si.tam.pan : hehehe sialhkan menikmati segala hidangan disini (di blog saya)
    Tuan Adan : semoga sehat selalu dan segera selesaikan segalanya🙂

    Buat Atjeh Lon Sayang, Aneuk mit, ganja bakong, saya mohon, jika berkenan, baca kembali tanggapan saya untuk Jacko agar tidak salah persepsi dan saling menghakimi. DI blog ini, siapapun boleh memberi komentar dengan pemahaman masing masing dan tidak ada larangan, begitupun anda.

    namun, tentu, alangkah eloknya, bila perbedaan pendapat itu dibahas, bukan kita membalas dan saling menyerang secara personal, karena hal ini justru tidak ada jalan keluarnya.

    nah, Jika ganja bakoeng, aneukmit, atjeh lon sayang, memiliki saran atau lainnya tentang acar itu, boleh di share disini atau di tempat lainnya (ga wajib disini loh)….

    terimakasih, salam hangat dair saya…

  54. bang ali nurdin

    dunia sudah di ujung masa, maka tak heran apabila ada tingkah laku dan aktivitas yang telah jauh dari nilai-nilai islam.menurut saya,sekarang kita introspeksi diri masing-masing.kita jaga diri kita,keluarga kita dari hal2 yang tdak baik. Dunia ini sudah penuh dengan berbagai macam kemunafikan dan tipu daya.

  55. Rimung Buloh

    Yang anda pahami dengan aurat bagaimana, Martha? Sepertinya ilmu anda tentang aurat belum mencukupi. oleh karena itu belajar fiqih dulu, baru belajar seni, dan setelah itu baru coba menulis lagi. biar tidak sesat bahkan menyesatkan orang lain….

  56. Martha Andival

    untuk Miftah dan Rimung Buloh

    dibawha ini komentar saya yang sudah saya post diatas, dan kembali saya postkan lagi untuk Miftah dan Rimung..

    Sebelumnya terimakasih banyak atas berbagai komentarnya ditulisan ini, sekali lagi terimakasih banyak.
    Salam kenal dari saya, Martha Andival.

    Sebelumnya, saya juga mohon maaf juga tulisan ini, mungkin, agak mengganggu fikiran abang yang sedikit bertolak belakang. Memang tulisna ini agak menyimpang dari “frame” umum.

    Namun, saya menulis ini, bukanlah karena saya mendukung kontes putrid-putrian atau sejenisnya. Mengapa, karena memang SAYA TIDAK SUKA dan KURANG SETUJU DENGAN KEGIATAN TERSEBUT.

    Sebenarnya, dalam tulisan ini juga, saya tidaklah menamsilkan secara verbal perbandingan, antara kontes putri-putrian dengan lomba debat bahasa inggris. Karena memang tidak nyambung.. dan tidak bisa dibandingkan.

    Lalu mengapa saya bandingkan, karena disitulah saya mencoba memberi artikulasi maksud dari tulisan ini. Bahwa kita, Aceh, adalah negeri bersyariat Islam, dan sebagian besar dari masyarakat juga beragama Islam.

    Dalam kontes-kontesan itu, memang ada miss alias “ketidakadilan”. Mengapa ketidakadilan, karena, sudah pasti, dalam lomba itu, ada salah satu syarat, biasanya, minimal, tinggi badan atau sejenisnya. Jika hal ini ada, tentu tidak adil bagi wanita yang cerdas dan memiliki kreatifitas tinggi tidak bias ikut, karena alasan tinggi badan. Dan ini jelas sangat menghakimi dan kita menilai-nilai ciptaan Allah swt.

    Islam sudah jelas melarang bentuk kegiatan yang bertentangan dengan syariah. Apalagi bentuk kegiatan ini juga sangat “samar-samar” dan memang tidak jelas. Jika memang ingin menguji kemampuan wanita Aceh atau wanita muslim secara umum, tentu ada banyak cara lain yang lebih baik, lebih elegan, lebih manusia dan memenuhi standar syariat Islam, tentunya.

    Menguji dan mengukur kemampuan, tidak mesti harus ikut kontes putri-putrian, kan?

    Lalu….

    Dalam Islam, hukum wanita menyanyi di depan umum bagaimana, apalagi bergoyang-goyang dilayar televisi dan disaksikan oleh khalayak umum, tentu Bang Jacko sudah tahu…

    Begitu juga dengan olahragawan (atlit putri). Dalam Islam, dilarang wanita memakai pakaian yang membentuk lekuk tubuhnya (terlihat) apalagi sampai membuka aurat, nah, bias kita lihat bagaimana kondisi atlit kita? Dengan bentuk tubuh yang terlihat jelas dan disaksikan banyak pria non muhrim?

    Nah, inti tulisan ini adalah, kita sudah faham bagaimana Islam mengaturnya. Tentu, bang Jacko bias menjawabnya. Apakah dalam Islam, dibolehkan wanita berbapakaian ketat (atlit muslim)? Apakah boleh wanita berjoget-joget dan bernyanyi merdu didepan umum non muhrim? Lalu apa bedanya dengan kontes putri-putrian?

    Dan kita bisa lihat, bagaimana cewek-cewek Aceh yang memakai pakaian ketat, tidka memakai jilbab, duduk berduaan di warkop yang juga non muhrim (duduk rapat), bagaimana kita menjelaskannya dalam pandangan Islam?

    Jika mau lebih dalam kita melihat hal ini dalam hukum Islam, lalu bagaimana dengan ibu-ibu dan nyak-nyak yang berada disawah, mereka sebagian besar tak menutup aurat. Padahal kondisi mereka juga dilihat dan berada didepan umum, dilihat laki-laki non muhrim…. (setiap hari)

    Lalu bergossip, nonton acara gossip yang telah di-HARAM-kan oleh MUI. Dan kita menerima banyak acara televisi yang isinya nyaris mengumbar tubuh. Dan lihat saja, apa dan siapa dibelakang televise kita? Handphone yang kita pakai, tekhnologi yang kita pakai, sebagian besar pendapatan itu digunakan pemodal untuk menghancurkan Islam.

    Lalu bagaimana kita bersikap?

    Untuk masalah SOK SUCI dalam judul ini, saya akan bertanya satu hal, apakah dalam tulisan saya ada menjelaskan masalah negeri kita yang sok suci atawa sok alim? Tidak!.

  57. kalau menurut saya, jangan ditinjau semua itu dari segi pro dan kontranya. jika memang kita umat islam, mari kita kaji semuanya sesuai dengan ajaran islam. mana yang hak dan mana yang bathil. jangan melihat dari sisi aceh dengan syariat islamnya atau negara indonesia yang hampir semua penduduknya beragama islam. lihatlah dari kacamata ajaran islam itu sendiri. islam sudah mengatur semuanya, namun kita penganutnya yang sering salah kaprah. seperti acara putri2, kontes menyanyi, main poker, duduk di warung kopi, dll semua sudah diatur dalam agama kita bagaimana hukumnya. bukan berdasarkan berapa banyak orang yang melakukan demonstrasi karena kontra dengan berbagai alasan. ketika ajaran agama kita sudah melarangnya, maka hukumnya tetap haram walau dimanipulasi atau dicari berbagai alibi untuk membenarkannya.

  58. mereka mencibir bukan berarti mereka bisa disalahkan sepenuhnya.karena memang yang menjadi patokan dasar untuk mengikuti kontes putri-putrian macam itu adalah “berpenampilan menarik”, tidak memiliki bekas luka, tinggi badan yang harus sekian -dan semuanya sudah pasti harus lebih tinggi dari aku yang cuma 1 kotor-, baru kemudian masalah intelektualnya.

    mereka mencibir, karena sudah dapat dipastikan siapa yang jadi putri-putri daerah itu akan dicalonkan jadi putri endonesa dan yang jadi putri indonesia akan dikirim untuk mewakili endonesa dalam ajang mis univers -dalam hal ini memang tidak wajib, tapi didorong untuk mengikuti ajang tersebut dengan segudang alasan- da seperti yang anda bilang bahwa memang dalam pemilihan mis univers adalah lekuk tubuh juga dijadikan pedoman penilaian.

    sementara kenapa tidak ada -baca: jarang- ada yang mencibir para atlit putri? karena alah satu faktornya adalah seorang perempuan berbibir sumbing juga bisa menjadi seorang atlet, hal yang tidak mungkin terjadi pada pemilihan putri-putrian itu. seorang bantet, bisa jadi juara, hal yang tidak mungkin terjadi dalam ajang putri-putrian itu.
    Dalam hal ini berarti bahwa yang ditekankan adalah “kemampuan” dan tidak “ketahanan fisik”, sehigga mereka tidak menggunjingnya walaupun juga “memperlihatkan” lekuk tubuh.

    wlau sama sama memperlihatkan lekuk tubuh, tapi mereka tidak sama, satu lekuk tubuh sebagai prasarat -walau tidak tertulis- dan yang lain karena efek kegiatan.

    dan kata “FAIR” itu sebenarnya dari sudut pandang mana kita melihat, itu saja tidk lebih. terbukti sebagian pengunjung blog ini bilang apa yang anda tulis adalah sebagai suatu bentuk “penghakiman” dan yang lain melihatnya sebagai “pembandingan” semata.

  59. wah…., materinya berat oey…..

    tapi menurutku, yang menghina atau mencaci itu tidak bisa sepenuhny disalahkan, seperti kata sampean, harus “fair” dan masalah feir ini hanyalah tentang sudut pandang saja. cmiiw

  60. saya tidak setuju kenapa harus ada kontes putri aceh, atau pun kontes ratu endonesa… saya sebagai seorang pria merasa kalau ini adalah deskriminasi. kenapa tidak ada kontes putra indonesia? kenapa tidak ada mentri urusan peranan pria? kenapa tidak ada lembaga bernama Darma Pria? hahaha

  61. Sangat menarik dari tulisan ini.. Berbagai komentar yang timbul dari berbagai sudut pandang dan pemikiran dari para komentator sehingga tercipta sedemikian rupa dinamika diskusi terbuka secara tidak langsung.
    Pada intinya persoalan duniawi dan akhirat itu sangatlah bertalian erat. Dunia ini diciptakan oleh sang Khalid adalah sebagai wadah/tempat kita untuk mempersiapkan diri kita menuju ke alam yang lebih kekal yaitu akhirat, yang mana disana (alam Akhirat) seluruh umat manusia akan dihisab antara perbuatan Positif dan negatifnya untuk ditempatkan kedalam tempat yang memang sudah di persiapkan yaitu NERAKA dan SURGA. nah, Kita selaku manusia telah diberikan akal pikiran untuk mempersiapkan diri kita menuju alam akhirat tersebut yang hanya mempunyai dua Pilihan mau masuk SURGA atau NERAKA.
    Didalam Konteks tulisan Mas Martha ini kita harus melihat dilik permasalahannya bahwa Kegiatan tersebut mana yang lebih condong MuDharat atau Syafaatnya. Nah Penilaian ini harus diterjemahkan oleh ahlinya kalau memang kegiatan dari kontes putri putriaan ini layak dan tidak layak diselenggarakan. Ahli ahli yang menurut saya yang turut memberikan penilaian dari kegiatan ini berasal dari berbagai profesi ilmu, Ahli Sosilogi,Phisikologi,Agamawan,Budayawan,Pemerintah dan kaum intelektual lainnya.

    Terlepas dari pemikiran saya ini. Kedepan saya mengingikan apapun jenis kegiatan yang masih menjadi kontrafersial didalam masyarakat Kita khusus Aceh, harus dibuat aturan aturan yang jelas sehingga event event yang memang dapat mengembangkan bakat dari generasi muda aceh yang mengikuti perkembangan zaman ini dapat di cari jalan keluar sehingga Kaum Muda Aceh tidak mencari jalannya sendiri sehigga terjerumus kepada hal hal yang lebih berbahaya sehingga buka saja pelaku yang menanggung dosanya pihak pihak yang mengertipun ( Ilmuan dan pimpinan) akan dipertanyakan nantinya akan kemampuannya di hari akhirat nanti. ini yang harus kita pikirkan JALAN KELUAR APABILA JALAN YANG SATUNYA TIDAK BOLEH DILALUI. Sehingga tidak ada kata Frustrasi didalam masyarakat kita.PLEASE FIND THE WAY FOR YOUTH…..!!!!!.

  62. Naz Lee

    Pro Kontra terhadap tulisan Bang Mantra, Mantap juga karna Mampu membuat Pembaca ada yang Senang dan Ada Yang Beungeh. hehe. COK SIKETEK kedroneh..

  63. Entahlah,kenapa orang-orang dinegara ini “Mudak banget mengkritik tapi saat saya terang-terangan dihadapan mereka untuk minta solusi, bisanya cuma tengok kanan kiri”. Justru yang diam dan sedikit bersuara malah mereka punya solusi. Sungguh ironis karena gedhe BACOT doang! (maaf kalau kasar, kalau ada yang tersinggung berarti anda salah satunya!!!)

    buat bang @ardhan a.k.a Martha Andival : lanjutkan kreatifitas menulismu kawan, biarkan orang berkata apa karena hanya Allah yang Maha Tahu. Semangat ya kawan setiap bait tulisan kamu adalah sebuah aset berharga dan itu adalah hasil karya pribadimu untuk Aceh serta Indonesia.

    Kalau ada yang tanya kenapa saya bisa komen demikian karena saya asli berdarah Aceh tapi lama berdiam di Solo serta mempelajari karakteristik orang sini yang diam-diam menghanyutkan. Seperti iklan “Talk Lest Do More”

    Allahualam bisowaf…

  64. Aceh "tapi tidak sok" Aceh

    Hi Martha, tulisan yg bagus🙂 setuju!!
    dan juga dari comment2 kelihatan mana yg berpendidikan dan mana yang tidak. biasanya org yg berpendidikan memilih bahasa yg halus dan sopan juga tidak menghujat orang lain ya?😉

    Saya sangat mendukung pelaksanaan syariat islam di Aceh secara kaffah, namun sayangnya sekarang di Aceh, “lampu sorot” bernama syariat islam hanya berarah ke urusan aurat wanita saja. Kemana sistem perekonomian syariah itu? kemana sistem pemerintahan yg bersih, dan yg paling penting, kemana ORANG2 ISLAM PRO SYARIAH yang BERDAKWAH DENGAN BAHASA YG LEMBUT dan TIDAK MENGHUJAT?? sayang kalau banyak orang2 pro syariah yg hobby menghujat akan memberikan citra yg buruk bagi agama kita. Ups!!..gimana dong? gara2 kita nih yg nggak jaga sikap karena terlalu bersemangan MENGHUJAT dan MENGHAKIMI🙂 *maaf capslock.., kadang2 keyboard suka bandel😉

    oh iya, ada beberapa ayat al-quran yg mungkin ada baiknya kita renungi tentang sikap kita menanggapi syariat belakangan ini;

    “Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta, ‘Ini halal dan ini haram,’ untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidaklah beruntung.” (QS. An-Nahl [16]: 116)

    “Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (QS. Al-Baqarah [2]: 185)
    “Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia ingin membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Mā’idah [5]: 6)

    dan ini yg paling menarik;

    “Sesungguhnya yang paling besar dosa dan kejahatannya dari kaum muslimin adalah orang yang bertanya tentang hal yang tidak diharamkan, lantas hal tersebut menjadi diharamkan karena pertanyaannya tadi.” (Riwayat al-Bukhāri: VI/2658/6859.)

    wah..Al-Quran dan hadist itu memang paling benar ya..dari dulu sudah dikatakan, akan ada suatu kaum yg mengharamkan hal hal yg tidak diharamkan dikemudian hari,

    naudzubillahiminzalik, mudah2an kita tidak menjadi golongan yg berjalan di muka bumi dengan sombong, apalagi karena menganggap kita adalah “penghuni syurga” dan yang lain “pasti masuk neraka”

    wallahualam bissawam, mari saling intropeksi dan berda’wah dgn benar.

    ps: sorry agak lari dari topik, cuma agak gerah aja ama beberapa commen😉

    cheers..tetap berpendapat dan berkarya ya Martha.

  65. Orang aceh menyatakan mereka tidak terkontaminasi dengan budaya luar, artinya 32 propinsi lain di Indonesia sudah terkontaminasi oleh budaya luar atau lebih jelasnya, aceh lebih suci dan lebih islami dari 32 propinsi lain di Indonesia.
    Fakta sebenarnya, propinsi yang paling kental nilai Islam nya di Indonesia justru bukanlah aceh, melainkan Sumatera barat dan Nusa Tenggara Barat, justru Aceh atau orang aceh lebih tepatnya, lebih banyak yang bermental bejat dan lebih kafir dari orang kafir. daud beureh, dan siapa lagi tokoh2 aceh itu, lebih mementingkan kepentingan pribadinya, mengembangkan sifat fasisme dan rasisme. orang aceh tidak ubahnya seperti orang2 komunis bahkan lebih hina lagi. mereka merasa mereka adalah suci, lebih suvi dari orang Indnesia lainnya. kita buktikan saja, mana ada ulama aceh yang benar2 menjadi panutan? korupsi di Aceh merajalela, Pungli dimana2, itukah cerminana syariaat Islam. sadar bung, Aceh tu ibarat orang baru bisa mengaji, tapi sudah sok paham dengan Islam, pemahaman orang aceh terhadap Islam baru sebatas kulitnya saja, maaknya wajar perilaku mereka seperti orang2 bodoh. yang terbaru pelarangan perempuan duduk menghadap ke depan ketika membonceng di motor, hei bung, orang2 aceh, kalian semua lebih baik instropeksi diri, ulama2 aceh ceramah dimana2, malamnya berzina, nyimpan film porno. wajar saja Allah mengatakan orang-orang munafik akan menempati neraka jahim, yaitu neraka paling bawah, setara dengan orang2 kafir yg berada di neraka jahannam.
    Fasisme di aceh sudah semakin menjadi2, seperti orang2 jerman dibwah hitler yg menganggap mereka lebih mulia dari orang lain, justru orang2 aceh sekarang sudah tidak berbeda dengan umat yang menyatakan mereka adalah yang terpilih, diutamakan atas segala umat, yaitu YAHUDI. kesimpulannya, sebenarnya Aceh itu adalah simbol ZIONIS di Inonesia, mereka tidak ubahnya dengan oran2 yahudi, Orang yang tidak memahami Islam atau belum sampai pemahaman Islam baginya dan mereka tidak melakukan syariat Islam, sesungguhnya lebih baik, daripada mereka2 seperti orang aceh, diluarnya seakan2 melaksankan syariat Islam, tetapi didalamnya lebih busuk dari orang yahudi, mereka berzina, berbuat GHIBAH, sombong dll. maka mari kita pikir sejenak, mengapa Sunami dijatuhkan di Aceh, bukan di daerah lain di Indonesia? sunami tidak hanya menghantam Aceh, melainkan juga thailand dan Philipina, ya ng semuanya tempat diberlakukannya sex BEBAS, samahalnmya dengan aceh, di Aceh sudah banyak maksiat yg tidak lagi terbendung, tetapi ditutupi seakan2 syaariat Islam, oleh karena itu Aceh Di Azab oleh Allah dengan Sunami, jadi orang2 aceh adalah orang2 terktuk yg mendapat azab dari Allah, tidak ada bedanya sama kaum ‘ad, tsamud, kaum nuh, kaum luth. nah jangan mentang2 aceh diesbut serambi mekah aceh itu adalah Islam, aceh itu cuma jadi tempat mampir orang zaman dulu kalau mau naik haji, makanya disebut serambi mekah, alias serambinya mekah, artinya terasnya indonesia sebelum menuju ke mekah, kalau belajar sejarah, maka harus benar2 dimengerti. hancurkan ZIONIS ACEH BIADAB

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s