Warna Warni (Berbagi Keberkahan)

Standard

Tataplah wajah-wajah dibawah ini. Lalu tanyakan pada diri kita, sudahkah kita memberi warna kehidupan ini pada mereka. Bahwa hidup ini tidak sendiri. Kita saling mengisi dan berbagi dalam segala hal.

Kehidupan adalah sebuah berkah yang diberikan Allah. Kehidupan di dunia, bukan hanya untuk menjalani sebuah rutinitas alamiah, seperti makan, tidur, kerja, dll. Akan tetapi, kehidupan adalah sebuah berkah agar kita mengenal kehidupan ini yang sesungguhnya.

Ada keluarga, lingkungan dan tentunya agama sebagai panduan menjalani kehidupan.

Kehidupan ini penuh warna dan corak. Ada yang senang, ada yang sedih, miskin, kaya, lapar, haus, dan kesemua itu berpasang-pasangan agar kehidupan ini benar-benar seimbang. Sebagaimana sayap pada burung, antara siang dan malam, semuanya berpasang-pasangan.

Penuh warna dan sangat indah bila dijalani.

Tapi, ntah mengapa, di akhir zaman ini, keseimbangan itu sudah mulai hilang dari dunia ini…. next

59 thoughts on “Warna Warni (Berbagi Keberkahan)

  1. Martha Andival

    intinya bukan pada itu mayat atau tidak bang, tapi bagaimana kita mengerti akan “warna” hidup ini wekekeke

  2. Martha Andival

    Silahkan menangis..🙂 tapi jgn melupakan mereka. Lihatlah tatapn mereka, bahwa mereka mmbutuhkan kita sebagai sesama umat manusia🙂

  3. Martha Andival

    Memang kasihan, tapi kondisi inilah yg harus kita perhatikan. Kita terkadang disibukkan dgn urusan kita sendiri, padahal org2 disekitar kita mereka harus berjuang, bukan hanya untuk sesuap nasi, tapi juga untuk mempertahankan hidupnya😦

    Salam kenal juga

  4. RohAceh

    gmbr pertama mnyedihkan kali gan

    ah mo nangis gue. Agan Martha slam kenal. gue di bna neh kapn bisa jumpa tuk bagi-bagi cerita or share

  5. Jarang, Mar. Orang kita baru merasa sedih dan menyesal kalau apa yang kita punya, sudah hilang, kita jarang peduli dengan apa yang kita punya, sampai itu semua benar-benar hilang, jangankan jauh-jauh, kita punya keluarga, sering kali kita lupakan dan acuhkan, tapi kapan? Pada saat semua hilang kembali ke pangkuan-Nya, baru kita menyesal, apa guna lagi??

    Orang tua kita, ayah bunda kita, kapan kita terakhir kali bertanya kabar? berkirim pesan dan surat? bertanya bagaimana keadaan ayah bunda di rumah? Lalu pada saat, orang yang paling berjasa dan paling layak untuk kita hormati sepanjang masa itu dipanggil Allah, barulah terasa, sesuatu yang berharga itu telah hilang, kembali pada yang Maha Memiliki, terdengar terlalu cengeng? Apa peduli mereka, toh itu orang tua kita, kita punya hak untuk berbuat baik ke pada mereka.

    Semua bisa hilang kapan pun, tak ada yang tahu. Tsunami telah mengajarkan itu (maaf tidak bermaksud mengungkit), semua hilang hanya dalam hitungan menit, atau bahkan detik.

    Ah semoga kita bisa lebih bersyukur.
    //CMIIW//

  6. Martha Andival

    Tragis, agar kita lebih peduli. inti tersebut bukan pada tragis dan sedihnya, tapai adakah kepedulian kita

  7. Martha Andival

    mengerikan memang, mudah-mudahan kita terbuka (mata dan hati) melihat kondisi disekitar kita. Tidak ego hanya memikirkan diri sendiri

  8. Martha Andival

    benar, mereka berjuang diantara malam dan siang, dibawha terik dan hujan tanpa bisa berteduh. mencari setetes air dan sesuap nasi dari kaki-kaki orang lain… adakah kita peduli..😦

  9. Martha Andival

    Ya ya… saat semuanya telah tiada dan kita kehilangan disitulah kita merasakan. tapi dalam sekejap semuanya sering hilang dimakan waktu karena terbawa (diwarnai) oleh kehidupan, kita jarang mampu mewarnai kehidupan ini, tapi kita yg sering “diwarnai” oleh kondisi.

  10. Free Of Fire

    Gambarnya luar biasa sadis,

    Adoh lama lama liatnya bikin miris ternyata banyak yg sdg menangis dan butuh pertolongan

  11. Astaghfirullah… saya sering alpha memberi perhatian pada mereka2, saudara kita bang,,😦

    mudah2an selalu diberi kesempatan untuk dapat berbagi bersama mereka, membuat dunia tersenyum dan selalu berwarna-warni..🙂

  12. Yaya,, sebagian besar dari kita memang alpa memperhatikan apa yang terjadi disekitar kita😦

    Mudah-mudahan kita memahami warna warni dalam hidup ini🙂

  13. Martha Andival

    Benar, kita memang harus selalu intropeksi dalam setiap tindakan. Karena kita terlalu seirng melupakan kondisi disekitar kita

  14. Martha Andival

    Benar, kita memang harus selalu bersyukur atas apa yang diberikan allah kepada kita. Mudah-mudahan rasa syukur ini juga dapat dinikmati oleh orang-orang yang sangat membutuhkan kita

  15. Martha Andival

    Tidak mesti yang jauh-jauh bang, didepan kita juga banyak loh. Hanya saja jarang terlihat karena kita memang jarang mencoba untuk melihat

  16. Umar

    auuuuuu sedih liat gambar diatas menyentuh dan sedih kali

    makasih makasih makasih postingan yg buat kita samua buka mata ttg sekeliling kita

  17. Afrida

    ga sanggup me’ ngeri liat gambar diatas

    me’ hanya bisa mendoakan tuk mereka, moga semua medapat kemudahan di dunia ini

  18. Akankah kita terus berkata sedih, ngeri, tragis, dan mau nangis lihat gambar-gambar itu, sementara disekitar kita beleak orang-orang seperti itu, adakah terlintas dihati untuk memberikan bantuan pd mereka walau hanya Rp.500,- atau sudah bosan melihat orang seperti digambar disekitar kita orangnya dia-dia saja, sehingga ingin melihat mereka dengan keadaan seperti itu tp pada orang yang berbeda? baru terpanggil hati ini membantu?
    atau mereka sudah di takdirkan yang maha kuasa mengalami seperti itu???

    Ampunkanlah daku ya Allah…

    bukalah pintu rahmat-Mu pada mereka..

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s